Advertisement
KKP Targetkan Indonesia Stop Impor Garam pada 2027
Ilustrasi budidaya garam. - Bisnis Indonesia
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan Indonesia bisa swasembada garam pada 2027. Pemerintah berencana mengurangi impor secara bertahap mulai tahun depan hingga benar-benar dihentikan pada 2027.
Wakil Menteri KKP Didit Herdiawan menyampaikan bahwa pemerintah bakal menyetop impor garam secara berangsur, dimulai dari tahun depan.
Advertisement
“Program kami tahun 2027 tidak impor garam, tetapi untuk tahun ini dan tahun depan masih ada beberapa yang diimpor,” kata Didit dalam rapat kerja Komisi IV DPR RI di Jakarta, Selasa (16/9/2025).
Mengenai langkah yang disiapkan untuk mencapai target tersebut, Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan dan Ruang Laut KKP Koswara menyampaikan setidaknya terdapat dua strategi yang dijalankan KKP.
Strategi pertama adalah pembangunan kawasan sentra industri garam di Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT) seluas 13.000 hektare (Ha).
Pihaknya menghitung, dengan asumsi 200 ton garam dapat diproduksi per hektare, maka produksi garam dalam negeri dapat bertambah hingga 2,6 juta ton.
BACA JUGA: Pasar Panel Surya RI Dikuasai Produk Murah China
Di samping itu, KKP juga membuat modeling di mana satu zona industri seluas 2.000 hektare dibangun, sementara sisanya dikembangkan oleh swasta.
“Kemudian melalui intensifikasi lahan garam yang existing, tambak-tambak, itu juga didorong peningkatan garamnya sekitar 30%,” lanjut Koswara.
Dia mengungkapkan, target menyetop impor garam secara penuh pada 2027 itu berlaku untuk semua jenis. Saat ini, Koswara menyebut Indonesia telah swasembada garam konsumsi mengingat pasokan yang mumpuni dari dalam negeri.
“Yang masih diimpor adalah garam industri. Dipakai buat industri CAP [Chlor Alkali Plant], buat industri aneka pangan, dan farmasi. Yang diimpor itu sebenarnya itu. Kalau untuk konsumsi dalam negeri itu sebenarnya sudah terpenuhi dengan yang ada,” jelasnya.
Sebelumnya, pemerintah menargetkan Indonesia dapat mencapai swasembada garam untuk kebutuhan industri pada 2027. Hal ini sejalan dengan Peraturan Presiden (Perpres) No.17/2025 tentang Percepatan Pembangunan Pergaraman Nasional.
KKP sebelumnya menjelaskan bahwa garam nasional hingga 2027 diperkirakan mencapai 5,1 juta ton, sementara produksi garam nasional saat ini baru mencapai sekitar 3 juta ton.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
- Tak Perlu Buru-buru, Batas Lapor SPT Pajak Tiba-tiba Mundur
- KAI Prediksi Puncak Arus Balik Kereta Api Mulai Terjadi Minggu Ini
- Komisaris Tinjau Kesiapan PLN di Masjid Raya Baiturrahman Semarang
- Puncak Arus Mudik, Kementerian ESDM dan PLN Cek Operasional SPKLU
Advertisement
Tebing Tanjakan Clongop Longsor Lagi, Akses Gunungkidul-Klaten Putus
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Jalur Selat Hormuz Terganggu, Produksi Minyak Kuwait Anjlok Drastis
- MBG Disorot Akademisi UGM, Muncul Usulan Pangkas Jumlah Penerima
- Krisis Energi, Purbaya: APBN Belum Diubah, Masih Aman
- Tak Perlu Buru-buru, Batas Lapor SPT Pajak Tiba-tiba Mundur
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
- Lonjakan Arus Balik, InJourney Airports Siapkan Ribuan Extra Flight
- Harga Emas Pegadaian Naik Hari Ini 26 Maret, UBS Tembus Rp2,86 Juta
Advertisement
Advertisement






