Advertisement
Stok Pangan Bulog DIY Aman Jelang Ramadhan dan Idulfitri 2026
Foto Ilustrasi sejumlah pekerja mengangkut beras di Gudang Bulog. - Antara - Erlangga Bregas Prakoso
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Yogyakarta memastikan ketersediaan pangan pokok tetap aman menjelang Ramadhan dan Idulfitri 2026. Kepala Bulog Kanwil DIY, Dedi Aprilyadi, menyatakan stok beras saat ini mencapai 38.000 ton.
Dengan asumsi penyaluran Bantuan Pangan (Bapang) dan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) rata-rata 5.000 ton per bulan, persediaan ini cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga tujuh bulan ke depan.
Advertisement
“Stok beras yang dikuasai Bulog Kanwil DIY saat ini sangat aman,” kata Dedi. Ia menambahkan, komoditas lain seperti gula, tepung, dan minyak goreng juga dalam kondisi aman. Untuk minyak goreng, Bulog DIY telah menerima kuota Minyakita dari pemerintah yang didistribusikan melalui pedagang di pasar dengan pencatatan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP).
Dalam menjaga stabilitas harga pangan, Bulog DIY terus melakukan koordinasi dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) provinsi maupun kabupaten/kota. Dedi menekankan program Gerakan Pangan Murah, Bazar, dan Pasar Murah menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dijadwalkan agar dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
BACA JUGA
“Saat ini, Pasar Murah dijadwalkan di 14 Kemantren wilayah Kota Jogja dari 6–27 Februari dengan total komoditas yang disalurkan sebanyak 15.800 kg,” jelasnya.
Sebelumnya, Satgas Sapu Bersih (Saber) Pangan DIY yang terdiri dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda DIY, Bapanas, Bulog DIY, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan telah melakukan pemantauan harga jelang HBKN pada 5 Februari 2026. Pemantauan ini dilaksanakan di sejumlah titik strategis, termasuk Pasar Beringharjo dan retail modern Progo Swalayan, menyasar komoditas pangan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, daging, telur, bawang, dan cabai.
Dedi menegaskan, harga pangan, khususnya beras, terpantau stabil sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). Ia memastikan bahwa program SPHP terus berjalan, sementara Bulog DIY tetap menguasai stok cukup untuk kebutuhan masyarakat.
“Bulog juga menyalurkan Minyakita dengan harga Rp15.500–Rp15.700 per liter melalui kerja sama Satgas Pangan,” tambah Dedi.
Berdasarkan hasil pemantauan, semua harga pangan di titik-titik yang ditinjau tetap aman dan stabil, sejalan dengan ketentuan harga yang ditetapkan pemerintah, sehingga masyarakat dapat berbelanja kebutuhan pokok tanpa khawatir harga melonjak menjelang Ramadhan dan Idulfitri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine
Advertisement
Berita Populer
- Data Modal Asing Tak Lagi Dirilis BI, Ini Alasannya
- Harga Emas UBS dan Galeri24 Stabil, Simak Daftar Lengkapnya per Gram
- UMKM BISA Ekspor Dorong Transaksi Rp2,27 Triliun Sepanjang 2025
- Harga Pangan Turun, Cabai Rawit dan Bawang Merah Ikut Melandai
- Harga BBM Februari 2026 Turun Serentak di SPBU Pertamina hingga Vivo
- Survei BI: Optimisme Konsumen Menguat Awal 2026
- Laporan SPT Tahunan Capai 1,82 Juta Wajib Pajak, DJP Ingatkan Aktivasi
Advertisement
Advertisement




