Advertisement

WEF Prediksi 10 Pekerjaan Ini Paling Berisiko Lenyap Sebelum 2030

Jumali
Minggu, 08 Februari 2026 - 13:57 WIB
Jumali
WEF Prediksi 10 Pekerjaan Ini Paling Berisiko Lenyap Sebelum 2030 Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) - ilustrasi - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—World Economic Forum (WEF) memproyeksikan pasar tenaga kerja global akan mengalami perubahan besar hingga 2030, seiring percepatan digitalisasi dan otomatisasi lintas sektor.

Dalam laporan terbarunya, WEF memperkirakan 14% jenis pekerjaan baru akan tercipta, sementara 8% pekerjaan lama berpotensi hilang akibat tergeser teknologi.

Advertisement

WEF mencatat transformasi digital berpeluang melahirkan sekitar 19 juta lapangan kerja baru, namun pada saat bersamaan menghapus sekitar 9 juta peran konvensional. Kondisi ini menandai pergeseran struktur pekerjaan global yang semakin bertumpu pada penguasaan teknologi dan keterampilan tingkat lanjut.

Peran kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dinilai memiliki dampak ganda terhadap dunia kerja. AI diperkirakan mampu menciptakan 11 juta jenis pekerjaan baru, tetapi juga berpotensi menghilangkan 9 juta pekerjaan yang bersifat repetitif dan administratif. WEF menilai perubahan ini tidak terelakkan dan akan membentuk lanskap karier masa depan.

Dalam laporan tersebut, WEF memperkirakan sekitar 39% keterampilan inti tenaga kerja saat ini akan berubah secara signifikan. Artinya, hampir separuh kompetensi yang digunakan pekerja sekarang berisiko tidak lagi relevan dalam lima tahun ke depan jika tidak diperbarui.

“Pengembangan keterampilan akan menjadi faktor penentu untuk membantu pekerja bertransisi ke peran-peran baru,” tulis WEF dalam laporannya. Lembaga itu menegaskan bahwa transformasi tenaga kerja tidak akan berjalan efektif tanpa kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, dan lembaga pendidikan.

Seiring perubahan tersebut, perusahaan global mulai dituntut merombak strategi pengelolaan sumber daya manusia. Penyesuaian ini mencakup investasi pada pelatihan digital, penguatan literasi teknologi, serta pembentukan peran-peran baru yang lebih strategis dan adaptif terhadap perubahan industri.

Sejumlah pekerjaan konvensional kini masuk kategori paling berisiko lenyap sebelum 2030. Profesi seperti teller bank, petugas entri data, hingga asisten administrasi semakin terdesak oleh sistem pembayaran digital, otomatisasi berbasis AI, dan virtual assistant.

Perkembangan teknologi RFID, cloud accounting, dan sistem inventaris digital juga menekan peran tradisional di sektor logistik dan keuangan. Petugas stok, staf pembukuan, hingga pekerja percetakan diperkirakan akan terus berkurang seiring meningkatnya efisiensi teknologi.

Tidak hanya sektor administratif, bidang kreatif pun mulai terdampak. Desainer grafis dan pekerja konten menghadapi tantangan baru akibat hadirnya AI generatif yang mampu menghasilkan visual dan teks secara instan, meski WEF menilai peran kreatif strategis tetap dibutuhkan.

Menghadapi kondisi ini, WEF menekankan pentingnya upskilling dan reskilling sebagai kunci bertahan di dunia kerja masa depan. Pemerintah dan sektor swasta didorong bekerja sama agar pelatihan keterampilan baru dapat diakses secara merata, sehingga pekerja mampu beralih ke peran yang lebih bernilai tanpa kehilangan mata pencaharian.

NoPekerjaan TerancamPenyebab Utama
1Petugas posDigital mail & e-commerce
2Teller bankPayment digital & ATM
3Petugas entri dataAI automation
4Kasir/tiketSelf-service kiosk
5Asisten admin/sekretarisVirtual assistant AI
6Pekerja percetakanDigital printing
7Akuntansi/pembukuanCloud accounting software
8Stock clerkRFID inventory
9Kondektur transportasiTicketing apps
10Sales door-to-doorE-commerce platformsHistory

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Ancam Keselamatan, 200 Pohon Ring Road Bantul Jadi Target Tebang

Ancam Keselamatan, 200 Pohon Ring Road Bantul Jadi Target Tebang

Bantul
| Minggu, 08 Februari 2026, 14:27 WIB

Advertisement

India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine

India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine

Wisata
| Rabu, 04 Februari 2026, 18:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement