Advertisement

Harga Pangan Turun, DIY Catat Deflasi di Awal 2026

Anisatul Umah
Sabtu, 07 Februari 2026 - 04:37 WIB
Abdul Hamied Razak
Harga Pangan Turun, DIY Catat Deflasi di Awal 2026 Deflasi. / Ilustrasi Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA— Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat Daerah Istimewa Yogyakarta mengalami deflasi sebesar 0,16 persen secara bulanan (month-to-month/mtm) pada Januari 2026. Sementara itu, inflasi tahunan (year-on-year/yoy) tercatat berada di angka 3,30 persen.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY Sri Darmadi Sudibyo menjelaskan, inflasi tahunan DIY pada Januari 2026 relatif lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya akibat adanya low base effect.

Advertisement

Kondisi tersebut dipicu oleh kebijakan penurunan diskon tarif listrik pada Januari hingga Februari 2025 yang mendorong Indeks Harga Konsumen (IHK) pada periode yang sama tahun ini berada di level lebih tinggi.

“Secara tahunan, inflasi DIY masih lebih rendah dibanding nasional maupun Pulau Jawa yang masing-masing tercatat sebesar 3,55 persen yoy dan 3,46 persen yoy,” ujarnya, Jumat (6/2/2026).

Ia menambahkan, IHK Kota Jogja pada Januari 2026 juga mencatat deflasi bulanan sebesar 0,14 persen mtm, meskipun secara tahunan mengalami inflasi sebesar 3,55 persen yoy. Sementara Kabupaten Gunungkidul mengalami deflasi bulanan 0,17 persen mtm dengan inflasi tahunan mencapai 3,11 persen yoy.

Dibyo menjelaskan, deflasi secara bulanan di DIY terutama dipicu oleh penurunan harga pada Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau dengan andil deflasi sebesar 0,43 persen mtm.

Penurunan tersebut berasal dari beberapa komoditas utama seperti cabai merah yang turun sekitar 11 persen, daging ayam ras sebesar 0,08 persen, cabai rawit 0,07 persen, serta bawang merah 0,05 persen.

Menurutnya, turunnya harga cabai merah dan cabai rawit dipengaruhi oleh musim panen yang meningkatkan pasokan dari berbagai daerah, sementara permintaan cenderung melemah dibanding bulan sebelumnya.

“Selain itu, harga daging ayam ras juga tertahan karena pasokan relatif melimpah di pasar serta distribusi yang semakin membaik,” tuturnya.

Kelompok transportasi turut menyumbang deflasi dengan andil sebesar 0,04 persen mtm. Hal ini dipengaruhi oleh penurunan harga bensin yang juga berkontribusi sebesar 0,04 persen mtm.

Penurunan tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah terkait penyesuaian harga BBM non subsidi yang mulai berlaku sejak 1 Januari 2026 di seluruh wilayah Indonesia, termasuk DIY.

Meski demikian, deflasi yang terjadi tertahan oleh kenaikan harga pada Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya yang mencatat andil inflasi sebesar 0,29 persen mtm.

Kenaikan tersebut terutama disumbang oleh meningkatnya harga emas perhiasan dengan kontribusi inflasi sebesar 0,28 persen mtm.

Dibyo menjelaskan, lonjakan harga emas dipengaruhi oleh pergerakan harga emas global yang naik seiring meningkatnya Global Risk Index dan Geopolitical Risk Index pada Januari 2026 akibat eskalasi ketegangan geopolitik di sejumlah kawasan.

Dalam upaya pengendalian inflasi, BI DIY bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY terus memperkuat sinergi dan kolaborasi sepanjang 2026.

“Mengacu pada berbagai risiko ke depan, BI DIY memperkirakan inflasi DIY tahun 2026 dapat terjaga dalam kisaran target nasional sebesar 2,5 plus minus 1 persen,” jelasnya.

Target tersebut didukung oleh implementasi strategi TPID DIY dalam kerangka 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, serta komunikasi yang efektif.

Berbagai langkah telah dilakukan sejak awal 2026, di antaranya pengembangan fitur Geographic Information System (GIS) sebagai geoportal untuk memantau produksi dan permintaan komoditas pangan.

Selain itu, TPID juga mendorong replikasi gerakan sosial Bantu Petani oleh Masjid Nurul Ashri ke berbagai lembaga lain guna menyerap produksi pangan lokal.

Menjelang Ramadan dan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri 1447 Hijriah, TPID se-DIY juga merencanakan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah, Operasi Pasar, serta Pasar Murah dengan prinsip 3 Tepat, yakni tepat waktu, tepat lokasi, dan tepat sasaran.

Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan ketersediaan pasokan bagi masyarakat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Enam Saluran Afvour di Bantul Direhab Tahun Ini, Anggaran Rp2,2 Miliar

Enam Saluran Afvour di Bantul Direhab Tahun Ini, Anggaran Rp2,2 Miliar

Bantul
| Jum'at, 06 Februari 2026, 22:17 WIB

Advertisement

India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine

India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine

Wisata
| Rabu, 04 Februari 2026, 18:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement