DIY Butuh 1.000 Ton Sampah per Hari untuk Proyek PSEL Piyungan
PSEL Piyungan diproyeksikan mengolah 1.000 ton sampah per hari. DIY menyiapkan pasokan dari Gunungkidul, Kulonprogo hingga Jateng.
Ilustrasi inflasi/ekonomi - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA — Laju inflasi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Januari 2026 diproyeksikan mengalami penurunan ringan dibandingkan bulan sebelumnya. Pelemahan aktivitas pariwisata dan berakhirnya momentum Natal dan Tahun Baru menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan harga di awal tahun ini.
Ekonom Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) Y. Sri Susilo menilai penurunan inflasi secara bulanan atau month-to-month (mtm) kemungkinan tidak terlalu besar. Proyeksi tersebut mengacu pada pola pergerakan inflasi DIY pada periode-periode sebelumnya.
“Secara mtm memang diperkirakan turun, tetapi penurunannya tipis dan tidak signifikan,” ujar Susilo, Kamis (29/1/2026).
Ia menjelaskan, dampak perayaan Natal dan Tahun Baru umumnya lebih terasa pada Desember. Di wilayah Jogja dan sekitarnya, lonjakan aktivitas masyarakat dan wisatawan justru memuncak menjelang akhir tahun, yang turut mendorong kenaikan harga sejumlah komoditas.
Memasuki Januari, situasi mulai melandai. Selain arus wisata yang berkurang, sektor pendidikan juga mengalami perlambatan aktivitas karena perguruan tinggi masih menjalani masa libur semester.
“Kontribusi sektor pendidikan dan pariwisata terhadap inflasi Januari cenderung menurun. Padahal, dua sektor ini merupakan penggerak utama inflasi di DIY,” jelasnya.
Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) DIY sebelumnya mencatat inflasi pada Desember 2025 mencapai 0,65% secara bulanan. Angka tersebut turut mendorong inflasi tahunan (year-on-year/yoy) dan inflasi tahun kalender (year-to-date/ytd) menjadi sebesar 3,11%.
Pelaksana Tugas Kepala BPS DIY Herum Fajarwati menyebut capaian inflasi tahunan tersebut masih berada dalam rentang target pemerintah, yakni 2,5% dengan toleransi plus minus 1%.
Ia mengungkapkan inflasi Desember 2025 merupakan yang tertinggi ketiga sepanjang tahun lalu. Selama 2025, DIY tercatat mengalami delapan kali inflasi dan empat kali deflasi.
Jika dirinci berdasarkan kelompok pengeluaran, lonjakan harga Desember lalu paling besar dipicu oleh sektor Makanan, Minuman, dan Tembakau dengan kontribusi 0,47%. Selain itu, kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya turut memberi andil sebesar 0,13%.
“Secara mtm inflasi Desember 2025 sebesar 0,65%, sehingga inflasi yoy dan ytd tercatat 3,11%,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSEL Piyungan diproyeksikan mengolah 1.000 ton sampah per hari. DIY menyiapkan pasokan dari Gunungkidul, Kulonprogo hingga Jateng.
Catat jadwal KA Bandara YIA reguler dan Xpress dari Tugu Jogja ke YIA maupun sebaliknya, lengkap dengan waktu keberangkatan.
Cek jadwal KRL Palur-Jogja Rabu 19 Agustus 2026, lengkap dari Stasiun Palur hingga Stasiun Yogyakarta.
Cek jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 19 Agustus 2026 dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur, lengkap dengan waktu di setiap stasiun.
Pascagempa NTT, 32 dari 33 titik longsoran telah ditangani. BNPB mencatat 68 orang meninggal dan 213 lainnya luka-luka.
SAC menggelar pameran 150 lukisan untuk merayakan HUT RI ke-81 sekaligus merespons dinamika global dan memperkuat pesan perdamaian.