Advertisement

Aset Perbankan DIY Capai Rp116,7 Triliun, OJK Soroti Penipuan Digital

Anisatul Umah
Sabtu, 07 Februari 2026 - 07:37 WIB
Sunartono
Aset Perbankan DIY Capai Rp116,7 Triliun, OJK Soroti Penipuan Digital Kepala OJK DIY, Eko Yunianto, dalam kegiatan Coffee Morning Ngobrol Santai (Ngobras) bersama Industri Perbankan DIY di Kantor OJK DIY, Kamis (5/2 - 2026). (dok ist OJK DIY)

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Daerah Istimewa Yogyakarta menegaskan bahwa kinerja sektor perbankan di DIY berada dalam kondisi stabil dengan tren pertumbuhan yang tetap positif. Di tengah penguatan fundamental tersebut, OJK menekankan pentingnya sinergi dengan industri perbankan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya aktivitas keuangan ilegal dan modus penipuan digital.

Kepala OJK DIY, Eko Yunianto, menyampaikan bahwa hingga Desember 2025 kondisi perbankan di DIY tetap terjaga dengan likuiditas yang memadai serta profil risiko yang terkendali. Secara kumulatif, total aset perbankan di DIY tercatat mencapai Rp116,7 triliun atau tumbuh 3,86% secara tahunan (year-on-year/yoy).

Advertisement

Selain itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan di DIY mencapai Rp98,3 triliun dengan pertumbuhan sebesar 5,43% yoy. Sementara itu, penyaluran kredit dan pembiayaan juga menunjukkan kinerja positif dengan nilai mencapai Rp66,05 triliun atau tumbuh 3,49% yoy.

Eko menjelaskan bahwa pertumbuhan kredit tersebut terutama ditopang oleh sektor Rumah Tangga dengan nilai Rp17,03 triliun, diikuti sektor Perdagangan Besar dan Eceran sebesar Rp13,1 triliun, serta sektor Konstruksi yang mencapai Rp9,7 triliun.

“Mencermati perkembangan tersebut, kami menekankan bahwa kekuatan fundamental sektor perbankan harus diimbangi dengan penguatan perlindungan konsumen, khususnya di tengah meningkatnya kejahatan keuangan berbasis digital,” kata Eko dalam kegiatan Coffee Morning Ngobrol Santai (Ngobras) bersama Industri Perbankan DIY di Kantor OJK DIY, Kamis (5/2/2026).

Ia juga menegaskan pentingnya langkah kolektif seluruh pemangku kepentingan dalam melindungi masyarakat dari risiko kejahatan keuangan. Berdasarkan data Indonesia Anti Scam Centre, potensi kerugian masyarakat DIY akibat berbagai modus penipuan tercatat telah mencapai Rp157 miliar per Desember 2025.

“Angka ini bukan sekadar statistik, tetapi menjadi pengingat bahwa peningkatan kewaspadaan, sinergi edukasi, serta penguatan perlindungan konsumen harus menjadi prioritas bersama,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY, Sri Darmadi Sudibyo, menyoroti peran strategis industri jasa keuangan dalam menjaga kualitas layanan sekaligus membangun kesadaran keuangan masyarakat. Ia menegaskan bahwa setiap insan di industri jasa keuangan memegang amanah untuk memberikan kinerja terbaik kepada publik.

“Edukasi keuangan kepada masyarakat juga perlu dilakukan secara masif dan berkelanjutan agar publik semakin siap menghadapi berbagai risiko keuangan, termasuk modus penipuan digital yang terus berkembang,” ujarnya.

Kegiatan Coffee Morning Ngobras ini dihadiri oleh perwakilan berbagai asosiasi industri jasa keuangan di DIY, antara lain Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) DIY, Himpunan Bank Negara (HIMBARA) DIY, Perhimpunan Bank Nasional (PERBANAS) DIY, Asosiasi Bank Syariah Indonesia (ASBISINDO) DIY, Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Indonesia (PERBARINDO) DIY, serta Himpunan Bank Perekonomian Rakyat Syariah Seluruh Indonesia (HIMBARSI) DIY, yang turut memperkuat komitmen sinergi penguatan sektor keuangan daerah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Program MBG Sleman Jangkau 251 Ribu Penerima, 110 SPPG Aktif

Program MBG Sleman Jangkau 251 Ribu Penerima, 110 SPPG Aktif

Sleman
| Jum'at, 06 Februari 2026, 20:57 WIB

Advertisement

India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine

India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine

Wisata
| Rabu, 04 Februari 2026, 18:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement