Kabar Duka, Penyiar Legendaris TVRI Teddy Resmi Sari Tutup Usia
Penyiar senior TVRI Teddy Resmi Sari meninggal dunia pada usia 90 tahun. Sosok "Kak Teddy" dikenang sebagai pelopor penyiaran Indonesia.
Investasi - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 tercatat 5,11 persen secara tahunan (yoy), didorong oleh konsumsi rumah tangga dan pembentukan modal tetap bruto (PMTB) yang menjadi motor utama perekonomian.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kontribusi kedua komponen pengeluaran tersebut secara akumulatif mencapai 82,65 persen terhadap pertumbuhan ekonomi. Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menyatakan peningkatan mobilitas masyarakat menjadi faktor utama, yang mendorong kenaikan pengeluaran untuk makan dan minum, transportasi, komunikasi, serta investasi berupa mesin dan perlengkapan.
“Konsumsi rumah tangga tumbuh 4,98 persen sepanjang 2025, dengan sumbangan 2,62 persen terhadap pertumbuhan PDB. Sektor restoran dan hotel mencatat pertumbuhan tertinggi, 6,38 persen, seiring meningkatnya aktivitas wisata pada akhir tahun,” ujar Amalia dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis.
PMTB menyumbang 1,58 persen terhadap pertumbuhan, tumbuh 5,09 persen. Lonjakan tertinggi terjadi pada subkomponen mesin dan perlengkapan, yang naik 17,99 persen, seiring meningkatnya impor mesin dan produksi industri mesin dalam negeri.
Sementara itu, net ekspor memberikan kontribusi 0,74 persen. Ekspor Indonesia naik 7,03 persen, didorong oleh ekspor barang nonmigas dan jasa. Komoditas unggulan yang mengalami kenaikan nilai dan volume ekspor antara lain lemak dan minyak hewani atau nabati, besi dan baja, mesin dan peralatan listrik, serta kendaraan dan bagiannya.
Jika dilihat dari total PDB, konsumsi rumah tangga memiliki porsi terbesar yakni 53,88 persen, diikuti PMTB 28,77 persen, dan ekspor 22,85 persen. Dari sisi lapangan usaha, industri pengolahan menjadi penyumbang pertumbuhan tertinggi, 1,07 persen, dengan tingkat pertumbuhan 5,30 persen. Sektor perdagangan tumbuh 5,49 persen, berkontribusi 0,72 persen, sedangkan pertanian tumbuh 5,33 persen, berkontribusi 0,60 persen terhadap PDB.
“Pertumbuhan ini didorong oleh membaiknya produksi komoditas ekspor seperti CPO dan logam dasar, serta meningkatnya output tanaman pangan, peternakan, dan perikanan,” jelas Amalia.
Untuk kuartal IV/2025, ekonomi Indonesia tumbuh 5,39 persen secara tahunan (yoy) dan 0,86 persen secara kuartalan (qtq). Secara regional, wilayah Jawa dan Sulawesi mencatat pertumbuhan di atas rata-rata nasional sepanjang 2025. Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia atas dasar harga konstan tercatat Rp13.580,5 triliun, sementara PDB atas dasar harga berlaku mencapai Rp23.821,1 triliun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Penyiar senior TVRI Teddy Resmi Sari meninggal dunia pada usia 90 tahun. Sosok "Kak Teddy" dikenang sebagai pelopor penyiaran Indonesia.
MrBeast mencetak sejarah sebagai kreator YouTube pertama yang menembus 500 juta subscriber. Simak perjalanan dan kerajaan bisnis miliaran dolarnya.
Norwegia kembali ke Piala Dunia setelah 28 tahun. Erling Haaland dan Martin Odegaard siap memimpin tim saat menghadapi Irak di laga perdana Grup I.
Sering mengantuk di siang hari? Kenali 7 penyebab kantuk berlebihan, mulai dari kurang tidur hingga tanda penyakit yang perlu diwaspadai.
BPBD Gunungkidul menetapkan siaga darurat kekeringan hingga 31 Agustus 2026. Sebanyak 1.500 tangki air disiapkan untuk mengantisipasi krisis air bersih.
Enam wakil Asia belum terkalahkan di Piala Dunia 2026. Korea Selatan dan Australia menang, Jepang hingga Qatar sukses mencuri poin dari lawan kuat.