MotoGP 2026 di Mandalika Siap Digelar, Ini Dampak Ekonominya
InJourney memastikan Mandalika siap menggelar MotoGP 2026. Penerbangan ke Lombok akan ditambah dan ekonomi diproyeksi terdongkrak.
Investasi - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 tercatat 5,11 persen secara tahunan (yoy), didorong oleh konsumsi rumah tangga dan pembentukan modal tetap bruto (PMTB) yang menjadi motor utama perekonomian.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kontribusi kedua komponen pengeluaran tersebut secara akumulatif mencapai 82,65 persen terhadap pertumbuhan ekonomi. Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menyatakan peningkatan mobilitas masyarakat menjadi faktor utama, yang mendorong kenaikan pengeluaran untuk makan dan minum, transportasi, komunikasi, serta investasi berupa mesin dan perlengkapan.
“Konsumsi rumah tangga tumbuh 4,98 persen sepanjang 2025, dengan sumbangan 2,62 persen terhadap pertumbuhan PDB. Sektor restoran dan hotel mencatat pertumbuhan tertinggi, 6,38 persen, seiring meningkatnya aktivitas wisata pada akhir tahun,” ujar Amalia dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis.
PMTB menyumbang 1,58 persen terhadap pertumbuhan, tumbuh 5,09 persen. Lonjakan tertinggi terjadi pada subkomponen mesin dan perlengkapan, yang naik 17,99 persen, seiring meningkatnya impor mesin dan produksi industri mesin dalam negeri.
Sementara itu, net ekspor memberikan kontribusi 0,74 persen. Ekspor Indonesia naik 7,03 persen, didorong oleh ekspor barang nonmigas dan jasa. Komoditas unggulan yang mengalami kenaikan nilai dan volume ekspor antara lain lemak dan minyak hewani atau nabati, besi dan baja, mesin dan peralatan listrik, serta kendaraan dan bagiannya.
Jika dilihat dari total PDB, konsumsi rumah tangga memiliki porsi terbesar yakni 53,88 persen, diikuti PMTB 28,77 persen, dan ekspor 22,85 persen. Dari sisi lapangan usaha, industri pengolahan menjadi penyumbang pertumbuhan tertinggi, 1,07 persen, dengan tingkat pertumbuhan 5,30 persen. Sektor perdagangan tumbuh 5,49 persen, berkontribusi 0,72 persen, sedangkan pertanian tumbuh 5,33 persen, berkontribusi 0,60 persen terhadap PDB.
“Pertumbuhan ini didorong oleh membaiknya produksi komoditas ekspor seperti CPO dan logam dasar, serta meningkatnya output tanaman pangan, peternakan, dan perikanan,” jelas Amalia.
Untuk kuartal IV/2025, ekonomi Indonesia tumbuh 5,39 persen secara tahunan (yoy) dan 0,86 persen secara kuartalan (qtq). Secara regional, wilayah Jawa dan Sulawesi mencatat pertumbuhan di atas rata-rata nasional sepanjang 2025. Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia atas dasar harga konstan tercatat Rp13.580,5 triliun, sementara PDB atas dasar harga berlaku mencapai Rp23.821,1 triliun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
InJourney memastikan Mandalika siap menggelar MotoGP 2026. Penerbangan ke Lombok akan ditambah dan ekonomi diproyeksi terdongkrak.
Rio de Janeiro terpilih jadi tuan rumah peluncuran MotoGP 2027 di Pantai Botafogo, 21 Februari. Seluruh tim dan pembalap hadir, sambut era mesin 850cc.
Persija Jakarta gelar team launching dan uji coba internasional lawan Brisbane Roar di JIS, 29 Agustus 2026. Skuad dan jersey terbaru diperkenalkan. Cek detail
Mengisi daya HP pakai kabel USB ternyata tak boleh sembarangan. Hindari 5 kesalahan ini agar baterai awet dan proses charging cepat! Cas HP yang benar di sini.
Polresta Jogja menegaskan bahwa seluruh layanan SIM Keliling hanya melayani perpanjangan SIM A dan SIM C yang masih berlaku.
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian kompak naik pada Rabu 12 Agustus 2026. Emas Antam 1 gram naik menjadi Rp2,819 juta, sementara UBS Rp2,741 juta