Advertisement
Ekonomi DIY 2025 Tumbuh Tertinggi di Jawa, Capai 5,94 Persen
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA— Badan Pusat Statistik (BPS) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatat pertumbuhan ekonomi DIY pada triwulan IV 2025 secara tahunan atau year-on-year (yoy) mencapai 5,94 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara secara kumulatif sepanjang 2025 atau cumulative-to-cumulative (ctc), ekonomi DIY tumbuh sebesar 5,49 persen. Adapun secara kuartalan atau quarter-to-quarter (qtq), pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2025 tercatat 3,45 persen dibandingkan triwulan III 2025.
Advertisement
Capaian tersebut menempatkan DIY sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Pulau Jawa, baik secara yoy maupun ctc.
Provinsi lain di Pulau Jawa mencatat pertumbuhan di bawah DIY, yakni Jawa Timur dan Jawa Barat masing-masing 5,85 persen (yoy) dengan ctc 5,33 persen dan 5,32 persen, Jawa Tengah 5,84 persen dan 5,37 persen, DKI Jakarta 5,71 persen dan 5,21 persen, serta Banten 5,64 persen dan 5,37 persen.
BACA JUGA
Kontribusi Masih Kecil, Tapi Tren Positif
Pelaksana Tugas Kepala BPS DIY Endang Tri Wahyuningsih menjelaskan meski pertumbuhan ekonomi DIY tertinggi di Pulau Jawa, kontribusi DIY terhadap ekonomi regional maupun nasional masih relatif kecil.
“Kontribusi DIY di Pulau Jawa masih sekitar 1,55 persen dan secara nasional 0,88 persen. Namun pertumbuhan ekonomi ini cukup menggembirakan,” ujar Endang dalam konferensi pers di Kantor BPS DIY, Kamis (5/2/2026).
Ia menambahkan pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2025 sebesar 3,45 persen menjadi yang tertinggi sepanjang periode 2023–2025. Secara yoy dan ctc pun menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten selama tiga tahun terakhir.
Lima Sektor Penopang Utama
Endang mengungkapkan pertumbuhan ekonomi tahunan DIY didorong hampir seluruh lapangan usaha, kecuali sektor pertambangan.
Sebanyak 52,12 persen pertumbuhan ekonomi DIY ditopang lima sektor utama, meliputi Akomodasi dan makan minum, Industri pengolahan, Konstruksi, Informasi dan komunikasi serta Pertanian.
Sementara sektor dengan pertumbuhan tertinggi meliputi Jasa lainnya: 9,70 persen, Jasa kesehatan: 9,62 persen, Konstruksi: 8,12 persen, Akomodasi dan makan minum: 7,99 persen dan Jasa perusahaan: 7,15 persen.
“Pertumbuhan tinggi di sektor konstruksi dipengaruhi banyaknya pembangunan infrastruktur seperti jalan tol di DIY,” jelas Endang.
Konsumsi Rumah Tangga Dominan
Dari sisi pengeluaran, penyumbang terbesar Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) DIY berasal dari Konsumsi rumah tangga: 61,67 persen, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB): 37,44 persen, Konsumsi pemerintah: 16,91 persen dan LNPRT: 3,38 persen. Sementara komponen dengan pertumbuhan tertinggi yakni LNPRT sebesar 9,57 persen dan PMTB 9,36 persen.
Tren Positif Secara Tahunan
Untuk pertumbuhan secara ctc, hampir seluruh lapangan usaha tumbuh positif kecuali sektor penggandaan air.
Kontributor utama pertumbuhan tahunan berasal dari industri pengolahan, akomodasi dan makan minum, pertanian, konstruksi, serta informasi dan komunikasi dengan kontribusi gabungan mencapai 52,29 persen.
Sektor dengan pertumbuhan tertinggi secara ctc antara lain Konstruksi: 7,90 persen, Jasa kesehatan: 7,23 persen, Jasa lainnya: 7,22 persen, Pertanian: 6,36 persen dan Akomodasi dan makan minum: 6,34 persen.
“Industri pengolahan masih menjadi kontributor terbesar PDRB DIY dengan pertumbuhan 4,37 persen karena cepat menciptakan nilai tambah,” ujar Endang.
Kepala Biro Perekonomian dan SDA Setda DIY Eling Priswanto menilai capaian ini menjadi sinyal positif bagi pemerintah daerah. “Angka pertumbuhan ini menunjukkan kebijakan pembangunan yang selama ini dijalankan cukup tepat sasaran,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan IV 2025 secara yoy mencapai 5,39 persen.
Adapun sepanjang 2025, ekonomi nasional tumbuh sebesar 5,11 persen. “Pertumbuhan triwulan IV 2025 ini merupakan yang tertinggi pascapandemi Covid-19,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine
Advertisement
Berita Populer
- Realisasi Belanja APBN DIY 2025 Tembus Rp21,3 Triliun
- Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Merah Tembus Rp68.850 per Kg
- Harga Emas Pegadaian 5 Februari, Galeri24 dan UBS Bertahan
- Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal IV Tahun 2025 Tumbuh 5,39 Persen
- Ekonomi 2025 Tumbuh 5,11 Persen, Didukung Konsumsi dan Investasi
- Ekonomi RI Tumbuh 5,11 Persen, Bank Mandiri Catat Aset Rp2.829 Triliun
- Pegadaian Klarifikasi Kelangkaan Emas Fisik di Sejumlah Gerai
Advertisement
Advertisement




