Advertisement

Jogja Deflasi Awal 2026, Harga Kebutuhan Diprediksi Naik Saat Ramadan

Stefani Yulindriani Ria S. R
Senin, 02 Februari 2026 - 18:47 WIB
Maya Herawati
Jogja Deflasi Awal 2026, Harga Kebutuhan Diprediksi Naik Saat Ramadan Inflasi / Ilustrasi Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Jogja mencatat deflasi pada Januari 2026 setelah lonjakan harga pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) Desember 2025. Deflasi Kota Jogja ini dinilai sebagai fase penyesuaian harga sebelum inflasi kembali meningkat menjelang Ramadan 2026.

Statistisi Ahli Madya BPS Kota Jogja, Fandi Akhmad, menjelaskan secara bulanan Januari 2026 memang mengalami penurunan harga karena pada Desember sebelumnya terjadi kenaikan cukup tinggi. Menurutnya, kondisi ini mencerminkan kembalinya harga ke level yang lebih normal seusai tekanan inflasi akhir tahun.

Advertisement

“Secara bulanan Januari 2026 terjadi deflasi karena pada Desember sebelumnya harga sudah naik cukup tinggi. Jadi Januari ini merupakan fase penyesuaian harga,” katanya, Senin (2/2/2026).

Fandi menegaskan kelompok makanan dan minuman masih menjadi komoditas yang paling fluktuatif. Perubahan harga pada kelompok ini biasanya terjadi saat periode libur panjang maupun hari besar keagamaan.

Memasuki pertengahan Februari 2026, ia memprediksi inflasi Kota Jogja berpotensi kembali meningkat menjelang Ramadan. Kenaikan harga dipicu lonjakan permintaan masyarakat terhadap berbagai kebutuhan pokok.

“Pada Januari harga relatif kembali normal. Namun ketika memasuki bulan puasa, kemungkinan besar harga akan naik lagi. Secara teori, saat permintaan meningkat maka harga juga akan terdorong naik,” katanya.

Menurutnya, tren kenaikan harga biasanya mencapai puncak menjelang Idulfitri. Komoditas yang berpotensi menjadi penyumbang inflasi utama tetap didominasi makanan, minuman, serta sektor transportasi yang meningkat aktivitasnya selama arus mudik dan perayaan Lebaran.

“Selama puasa dan Lebaran, makanan, minuman, dan transportasi menjadi penentu utama inflasi,” katanya.

Meski ada potensi kenaikan harga saat Ramadan 2026, Fandi memperkirakan polanya tidak akan jauh berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Seusai Idulfitri, harga-harga yang sempat meningkat biasanya berangsur turun dan kembali mengikuti tren normal pasar, sehingga dinamika inflasi Kota Jogja tetap bergerak sesuai siklus musiman tahunan yang dipengaruhi momen keagamaan dan permintaan konsumsi masyarakat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Duel Antar Geng Berujung Pembacokan di Pakualaman Jogja

Duel Antar Geng Berujung Pembacokan di Pakualaman Jogja

Jogja
| Jum'at, 03 April 2026, 20:37 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement