BNNP DIY Gandeng Budaya Jogja untuk Perangi Narkoba, Ini Strateginya
BNNP DIY perkuat pencegahan narkoba dengan kearifan lokal dan sinergi masyarakat untuk wujudkan Yogyakarta bersih narkoba.
Inflasi - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Laju inflasi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Maret 2026 diperkirakan mendekati 1%, dipicu lonjakan konsumsi selama Ramadan dan Idulfitri.
Ekonom Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Y. Sri Susilo, memperkirakan inflasi berada di kisaran 0,8% hingga 0,9%, dengan tekanan utama berasal dari kenaikan biaya produksi dan permintaan masyarakat yang meningkat.
Susilo menjelaskan, fenomena kenaikan harga selama Ramadan merupakan kombinasi antara cost push inflation (tekanan biaya produksi) dan demand pull inflation (lonjakan permintaan).
“Kalau kenaikan secara umum [inflasi] angkanya di hampir 1% ya bisa secara global. 0,8%-0,9% itu bisa,” ujarnya.
Meski terjadi kenaikan, ia menilai kondisi tersebut masih tergolong wajar karena sebagian masyarakat tetap membatasi konsumsi.
Kebijakan diskon transportasi dari pemerintah dinilai mampu meredam laju inflasi, meskipun efektivitasnya sangat bergantung pada besaran insentif yang diberikan.
Menurut Susilo, diskon tiket pesawat memiliki dampak paling signifikan karena harga dasar yang relatif tinggi.
“Potongan kecil saja bisa menekan pengeluaran masyarakat secara signifikan,” jelasnya.
Ia menambahkan, berbagai bentuk subsidi dan potongan harga tetap berperan penting dalam menjaga stabilitas daya beli masyarakat selama periode libur panjang.
Data Inflasi Sebelumnya Jadi Acuan
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat inflasi Februari 2026 sebesar:
- 0,68% (month-to-month/mtm)
- 4,91% (year-on-year/yoy)
- 0,52% (year-to-date/ytd)
Plt. Kepala BPS DIY, Endang Tri Wahyuningsih, menjelaskan inflasi bulanan terutama dipicu kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang naik 1,35% dengan andil 0,37%.
Kenaikan harga cabai rawit dan daging ayam ras menjadi faktor dominan. Selain itu, kelompok perawatan pribadi juga mencatat inflasi tinggi sebesar 4,17%, dipengaruhi lonjakan harga emas global. Sebaliknya, sektor transportasi justru mengalami deflasi 0,21%, terutama akibat penurunan harga bahan bakar.
Dengan kombinasi tekanan musiman dan intervensi kebijakan, inflasi DIY pada Maret 2026 diperkirakan tetap terkendali meski mendekati 1%, sehingga stabilitas ekonomi daerah masih relatif terjaga di tengah tingginya aktivitas konsumsi masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BNNP DIY perkuat pencegahan narkoba dengan kearifan lokal dan sinergi masyarakat untuk wujudkan Yogyakarta bersih narkoba.
Polres Bantul perketat patroli malam untuk tekan klitih dan kejahatan jalanan. Orang tua diminta awasi anak sebelum jam 22.00 WIB.
Imigrasi Tangerang tangkap 19 WNA pelaku love scamming di apartemen Teluknaga, diduga sindikat internasional dari Kamboja.
Nadiem Makarim dituntut 18 tahun dalam kasus Chromebook. Kuasa hukum optimistis bebas, pleidoi dijadwalkan awal Juni.
PAD wisata Gunungkidul sudah 72% hingga Mei 2026. Pantai Drini dan Sepanjang jadi penyumbang terbesar, target diprediksi tercapai Juni.
Jemaah haji Indonesia Muhammad Firdaus Ahlan hilang di Makkah. PPIH lakukan pencarian intensif dan gandeng polisi Saudi.