Tol Jogja-Solo: Exit Toll Bokoharjo Ditarget Fungsional Lebaran 2027
Pembangunan Tol Jogja-Solo mencapai 98%. Jasa Marga menambah akses exit Tol Purwomartani menuju Bokoharjo yang ditargetkan fungsional saat Lebaran 2027.
Inflasi - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Laju inflasi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Maret 2026 diperkirakan mendekati 1%, dipicu lonjakan konsumsi selama Ramadan dan Idulfitri.
Ekonom Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Y. Sri Susilo, memperkirakan inflasi berada di kisaran 0,8% hingga 0,9%, dengan tekanan utama berasal dari kenaikan biaya produksi dan permintaan masyarakat yang meningkat.
Susilo menjelaskan, fenomena kenaikan harga selama Ramadan merupakan kombinasi antara cost push inflation (tekanan biaya produksi) dan demand pull inflation (lonjakan permintaan).
“Kalau kenaikan secara umum [inflasi] angkanya di hampir 1% ya bisa secara global. 0,8%-0,9% itu bisa,” ujarnya.
Meski terjadi kenaikan, ia menilai kondisi tersebut masih tergolong wajar karena sebagian masyarakat tetap membatasi konsumsi.
Kebijakan diskon transportasi dari pemerintah dinilai mampu meredam laju inflasi, meskipun efektivitasnya sangat bergantung pada besaran insentif yang diberikan.
Menurut Susilo, diskon tiket pesawat memiliki dampak paling signifikan karena harga dasar yang relatif tinggi.
“Potongan kecil saja bisa menekan pengeluaran masyarakat secara signifikan,” jelasnya.
Ia menambahkan, berbagai bentuk subsidi dan potongan harga tetap berperan penting dalam menjaga stabilitas daya beli masyarakat selama periode libur panjang.
Data Inflasi Sebelumnya Jadi Acuan
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat inflasi Februari 2026 sebesar:
- 0,68% (month-to-month/mtm)
- 4,91% (year-on-year/yoy)
- 0,52% (year-to-date/ytd)
Plt. Kepala BPS DIY, Endang Tri Wahyuningsih, menjelaskan inflasi bulanan terutama dipicu kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang naik 1,35% dengan andil 0,37%.
Kenaikan harga cabai rawit dan daging ayam ras menjadi faktor dominan. Selain itu, kelompok perawatan pribadi juga mencatat inflasi tinggi sebesar 4,17%, dipengaruhi lonjakan harga emas global. Sebaliknya, sektor transportasi justru mengalami deflasi 0,21%, terutama akibat penurunan harga bahan bakar.
Dengan kombinasi tekanan musiman dan intervensi kebijakan, inflasi DIY pada Maret 2026 diperkirakan tetap terkendali meski mendekati 1%, sehingga stabilitas ekonomi daerah masih relatif terjaga di tengah tingginya aktivitas konsumsi masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pembangunan Tol Jogja-Solo mencapai 98%. Jasa Marga menambah akses exit Tol Purwomartani menuju Bokoharjo yang ditargetkan fungsional saat Lebaran 2027.
BMKG memprakirakan mayoritas wilayah di DIY cerah pada Kamis 13 Agustus 2026. Bantul berpotensi berawan, sementara Kota Jogja terpanas.
Kiper 16 tahun Athaullah Daib motoran dari Gunungkidul ke Jogja demi latihan PSIM setelah dipromosikan dari EPA U-16 ke tim senior.
Kulonprogo mendorong penanganan Jalan Dekso-Samigaluh dan Jembatan Duwet. Jalan ditargetkan masuk anggaran 2027, jembatan masih dikaji.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan dari Yogyakarta ke Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN meminta makanan MBG yang tidak layak tidak dikonsumsi dan segera dikembalikan ke SPPG untuk diperiksa dan diinvestigasi.