Tol Jogja-Solo: Exit Toll Bokoharjo Ditarget Fungsional Lebaran 2027
Pembangunan Tol Jogja-Solo mencapai 98%. Jasa Marga menambah akses exit Tol Purwomartani menuju Bokoharjo yang ditargetkan fungsional saat Lebaran 2027.
Inflasi - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Inflasi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Maret 2026 tercatat sebesar 0,45% secara bulanan (month-to-month/mtm), lebih rendah dibandingkan Februari 2026 yang mencapai 0,68%.
Plt. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY, Endang Tri Wahyuningsih, menjelaskan momentum Lebaran tetap mendorong kenaikan harga, namun laju inflasi masih lebih terkendali dibanding bulan sebelumnya.
Secara tahunan (year-on-year/yoy), inflasi DIY mencapai 4,08%, sedangkan secara tahun kalender (year-to-date/ytd) sebesar 0,97%.
Memasuki periode Lebaran, kelompok pengeluaran yang paling besar menyumbang inflasi adalah makanan, minuman, dan tembakau dengan inflasi 1,05% dan andil 0,29%. Selanjutnya, kelompok transportasi mencatat inflasi 0,46% (andil 0,06%) serta perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,72% (andil 0,05%).
Sebaliknya, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan mengalami deflasi sebesar 0,02%.
Endang mengungkapkan lima komoditas utama penyumbang inflasi bulanan adalah bensin, daging ayam ras, dan emas perhiasan (masing-masing andil 0,05%), bayam (0,03%), serta tomat (0,02%).
Sementara itu, komoditas penyumbang deflasi antara lain angkutan udara dan wortel (masing-masing -0,02%), serta bawang putih, pisang, dan cabai hijau (masing-masing -0,01%).
“Kelompok transportasi memberikan sumbangan inflasi terbesar kedua, terutama karena kenaikan harga bensin dan tarif angkutan antarkota,” ujar Endang, Rabu (1/4/2026).
Ia menambahkan, kenaikan harga BBM nonsubsidi serta meningkatnya permintaan daging ayam ras menjelang Ramadan dan Lebaran turut mendorong inflasi. Di sisi lain, harga emas perhiasan naik mengikuti tren global.
Namun, tarif angkutan udara justru mengalami penurunan akibat adanya diskon tiket domestik kelas ekonomi sekitar 17%–18% pada pertengahan Maret.
“Maret ini biasanya telur ayam ras menjadi penyumbang inflasi, tetapi kali ini pasokannya cukup baik sehingga tidak memberi andil signifikan,” jelasnya.
Inflasi Tahunan Dipengaruhi Efek Basis Rendah
Secara tahunan, inflasi DIY sebesar 4,08% yoy dipengaruhi efek basis rendah (low base effect), terutama akibat kebijakan diskon tarif listrik pada Februari–Maret 2025.
Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga menjadi penyumbang terbesar dengan inflasi 9,49% dan andil 1,50%. Disusul kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 21,19% (andil 1,39%) serta makanan, minuman, dan tembakau sebesar 2,76% (andil 0,79%).
Adapun komoditas utama penyumbang inflasi tahunan meliputi tarif listrik (andil 1,42%), emas perhiasan (1,34%), beras (0,14%), daging ayam ras (0,13%), dan buncis (0,08%).
Sementara komoditas penyumbang deflasi tahunan antara lain bawang putih (-0,07%), bensin (-0,06%), cabai merah (-0,05%), wortel (-0,05%), dan kelapa (-0,03%).
Inflasi Nasional 0,41% pada Maret 2026
Secara nasional, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi bulanan sebesar 0,41% mtm. Indeks Harga Konsumen (IHK) naik dari 110,57 pada Februari 2026 menjadi 110,95 pada Maret 2026.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menyebutkan inflasi tahun kalender (ytd) mencapai 0,94%, sedangkan inflasi tahunan (yoy) sebesar 3,48%.
“Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang inflasi bulanan terbesar dengan inflasi 1,07% dan andil 0,32%,” ujarnya.
Dengan tren ini, inflasi pada periode Lebaran 2026 masih relatif terkendali meskipun terjadi peningkatan permintaan pada sejumlah komoditas utama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pembangunan Tol Jogja-Solo mencapai 98%. Jasa Marga menambah akses exit Tol Purwomartani menuju Bokoharjo yang ditargetkan fungsional saat Lebaran 2027.
KPK menggeledah Kanwil Pajak Surakarta dan sejumlah lokasi di empat daerah terkait kasus pajak Banjarmasin. Emas 1,3 kg turut disita.
Gelombang tinggi kembali menyumbat aliran air di Sanden dan Kretek, Bantul. Sekitar 55 hektare lahan pertanian kembali tergenang.
BNN menangkap MR alias Bos Gendut, buronan pemilik 98 kg sabu di Kampung Bahari. Sejumlah aset dan barang bukti turut disita.
AIcosystem Buka Cara Baru dalam Mengelola Pengalaman Pelanggan hingga Pengembangan Asisten Virtual
Wacana pembatasan BBM subsidi menyasar desil 9-10. Simak cara cek desil DTSEN melalui situs Cek Bansos Kemensos dengan NIK.