Harga Pangan Turun, DIY Catat Deflasi 0,31% pada Juli 2026
DIY mengalami deflasi 0,31% pada Juli 2026. BPS menyebut turunnya harga cabai, bawang, dan tomat menjadi penyebab utama.
Inflasi - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Inflasi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Maret 2026 tercatat sebesar 0,45% secara bulanan (month-to-month/mtm), lebih rendah dibandingkan Februari 2026 yang mencapai 0,68%.
Plt. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY, Endang Tri Wahyuningsih, menjelaskan momentum Lebaran tetap mendorong kenaikan harga, namun laju inflasi masih lebih terkendali dibanding bulan sebelumnya.
Secara tahunan (year-on-year/yoy), inflasi DIY mencapai 4,08%, sedangkan secara tahun kalender (year-to-date/ytd) sebesar 0,97%.
Memasuki periode Lebaran, kelompok pengeluaran yang paling besar menyumbang inflasi adalah makanan, minuman, dan tembakau dengan inflasi 1,05% dan andil 0,29%. Selanjutnya, kelompok transportasi mencatat inflasi 0,46% (andil 0,06%) serta perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,72% (andil 0,05%).
Sebaliknya, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan mengalami deflasi sebesar 0,02%.
Endang mengungkapkan lima komoditas utama penyumbang inflasi bulanan adalah bensin, daging ayam ras, dan emas perhiasan (masing-masing andil 0,05%), bayam (0,03%), serta tomat (0,02%).
Sementara itu, komoditas penyumbang deflasi antara lain angkutan udara dan wortel (masing-masing -0,02%), serta bawang putih, pisang, dan cabai hijau (masing-masing -0,01%).
“Kelompok transportasi memberikan sumbangan inflasi terbesar kedua, terutama karena kenaikan harga bensin dan tarif angkutan antarkota,” ujar Endang, Rabu (1/4/2026).
Ia menambahkan, kenaikan harga BBM nonsubsidi serta meningkatnya permintaan daging ayam ras menjelang Ramadan dan Lebaran turut mendorong inflasi. Di sisi lain, harga emas perhiasan naik mengikuti tren global.
Namun, tarif angkutan udara justru mengalami penurunan akibat adanya diskon tiket domestik kelas ekonomi sekitar 17%–18% pada pertengahan Maret.
“Maret ini biasanya telur ayam ras menjadi penyumbang inflasi, tetapi kali ini pasokannya cukup baik sehingga tidak memberi andil signifikan,” jelasnya.
Inflasi Tahunan Dipengaruhi Efek Basis Rendah
Secara tahunan, inflasi DIY sebesar 4,08% yoy dipengaruhi efek basis rendah (low base effect), terutama akibat kebijakan diskon tarif listrik pada Februari–Maret 2025.
Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga menjadi penyumbang terbesar dengan inflasi 9,49% dan andil 1,50%. Disusul kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 21,19% (andil 1,39%) serta makanan, minuman, dan tembakau sebesar 2,76% (andil 0,79%).
Adapun komoditas utama penyumbang inflasi tahunan meliputi tarif listrik (andil 1,42%), emas perhiasan (1,34%), beras (0,14%), daging ayam ras (0,13%), dan buncis (0,08%).
Sementara komoditas penyumbang deflasi tahunan antara lain bawang putih (-0,07%), bensin (-0,06%), cabai merah (-0,05%), wortel (-0,05%), dan kelapa (-0,03%).
Inflasi Nasional 0,41% pada Maret 2026
Secara nasional, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi bulanan sebesar 0,41% mtm. Indeks Harga Konsumen (IHK) naik dari 110,57 pada Februari 2026 menjadi 110,95 pada Maret 2026.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menyebutkan inflasi tahun kalender (ytd) mencapai 0,94%, sedangkan inflasi tahunan (yoy) sebesar 3,48%.
“Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang inflasi bulanan terbesar dengan inflasi 1,07% dan andil 0,32%,” ujarnya.
Dengan tren ini, inflasi pada periode Lebaran 2026 masih relatif terkendali meskipun terjadi peningkatan permintaan pada sejumlah komoditas utama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DIY mengalami deflasi 0,31% pada Juli 2026. BPS menyebut turunnya harga cabai, bawang, dan tomat menjadi penyebab utama.
Imigrasi menolak 9.394 paspor sepanjang Januari-Juli 2026 karena terindikasi TPPO dan pekerja migran ilegal.
Dua perkara pelanggaran miras dan minuman oplosan di Bantul diputus dengan total denda Rp16 juta. Barang bukti turut dimusnahkan.
Harga oli Pertamina Lubricants naik rata-rata 17% sejak Juni 2026 akibat kenaikan biaya produksi dan tekanan nilai tukar.
Anak gajah Yuna mati di PLG Saree Aceh diduga terinfeksi EEHV. BKSDA Aceh melakukan deteksi dini terhadap gajah anakan lainnya.
Kemnaker dan SIGAB meluncurkan panduan optimalisasi ULD untuk memperluas akses kerja penyandang disabilitas dan memperkuat pendampingan.