Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.655, BI Siaga Intervensi
Rupiah ditutup melemah ke Rp17.655 per dolar AS. BI siapkan intervensi agresif di pasar valas dan obligasi.
Inflasi - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA— Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi Juni 2026 mencapai 0,44% secara bulanan (month to month/MtM), meningkat dibandingkan Mei 2026 yang sebesar 0,28%. Secara tahunan (year on year/YoY), inflasi tercatat 3,34%, sedangkan inflasi tahun kalender (year to date/YtD) mencapai 1,79%.
Kenaikan inflasi Juni 2026 terutama didorong kelompok pengeluaran transportasi yang menjadi penyumbang terbesar terhadap Indeks Harga Konsumen (IHK). Selain dipengaruhi pergerakan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, inflasi juga mendapat tekanan dari perubahan harga sejumlah komoditas pangan serta faktor nilai tukar.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengatakan Indeks Harga Konsumen meningkat dari 111,40 pada Mei 2026 menjadi 111,89 pada Juni 2026.
"Kenaikan Indeks Harga Konsumen dari 111,40 pada Mei 2026 meningkat menjadi 111,89 pada Juni 2026," ujar Ateng dalam rilis Berita Resmi Statistik, Rabu (1/7/2026).
Menurut Ateng, kelompok transportasi mencatat inflasi sebesar 2,29% dengan andil terhadap inflasi sebesar 0,28%. Komoditas yang memberikan kontribusi terbesar pada kelompok tersebut berasal dari bensin dengan andil 0,21%, tarif angkutan udara sebesar 0,05%, serta pelumas sebesar 0,01%.
Ia menjelaskan perkembangan harga BBM nonsubsidi turut memengaruhi inflasi Juni 2026. Faktor tersebut berasal dari kenaikan harga Pertamax dan Pertamax Turbo, bersamaan dengan penurunan harga Dexlite serta Pertamina Dex. Selain itu, peningkatan produksi bawang merah serta kenaikan harga bawang putih akibat meningkatnya biaya angkutan barang dan penguatan dolar Amerika Serikat juga ikut memengaruhi pergerakan inflasi.
Proyeksi Ekonom Sebelumnya Prediksi Inflasi Meningkat
Sebelum data resmi dirilis BPS, sejumlah ekonom telah memperkirakan inflasi Juni 2026 akan mengalami kenaikan, baik secara bulanan maupun tahunan. Pelemahan nilai tukar rupiah, kenaikan harga energi, harga pangan, serta penyesuaian harga yang diatur pemerintah dipandang menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan Indeks Harga Konsumen.
Hasil BIG Consensus Insights yang diselenggarakan DataIndonesia, unit riset Bisnis Indonesia Group (BIG), menunjukkan median proyeksi inflasi Juni 2026 sebesar 0,41% secara bulanan (MtM). Sementara itu, inflasi tahun kalender (YtD) diperkirakan mencapai 1,86%, sedangkan inflasi tahunan (YoY) diproyeksikan sebesar 3,29%.
Survei tersebut menghimpun proyeksi dari 20 ekonom dan analis, dengan 11 responden telah menyampaikan estimasinya. Proyeksi tersebut lebih tinggi dibandingkan realisasi inflasi Juni 2025 yang tercatat 0,19% secara bulanan dan 1,87% secara tahunan, serta melampaui inflasi Mei 2026 yang mencapai 0,28% secara bulanan dan 3,08% secara tahunan.
Di antara para responden, Ekonom Bahana Sekuritas Purbiantoro Lintang Nugroho memberikan proyeksi inflasi tertinggi, yakni sebesar 0,57% secara bulanan dan 3,48% secara tahunan. Sebaliknya, Chief Economist The Indonesia Economic Intelligence (IEI), Sunarsip, memperkirakan inflasi lebih rendah, yaitu 0,20% secara bulanan dan 3,10% secara tahunan.
Mayoritas ekonom menilai tekanan inflasi Juni 2026 berasal dari kombinasi pelemahan rupiah, kenaikan harga energi, gejolak harga pangan (volatile food), serta penyesuaian harga yang diatur pemerintah (administered prices). Tekanan nilai tukar tersebut juga tercermin pada proyeksi inflasi inti yang, berdasarkan BIG Consensus Insights, diperkirakan mencapai 0,16% secara bulanan atau 2,63% secara tahunan.
Survei BIG Consensus Insights juga menunjukkan ekspektasi inflasi hingga akhir 2026 cenderung meningkat. Sebanyak 70% ekonom memperkirakan inflasi pada akhir tahun akan berada di atas asumsi inflasi dalam APBN 2026 sebesar 2,5%, sedangkan 30% responden lainnya meyakini tingkat inflasi masih akan berada sesuai target pemerintah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
Rupiah ditutup melemah ke Rp17.655 per dolar AS. BI siapkan intervensi agresif di pasar valas dan obligasi.
Mbappe pecahkan rekor Ronaldo Nazario saat Prancis menyingkirkan Swedia 3-0 dan semakin dekat mengejar rekor gol Lionel Messi.
Meta mengakui AI belum mampu sepenuhnya membendung spam judi online di Facebook dan Instagram karena modus pelaku terus berubah.
BPBD Bantul menetapkan siaga kekeringan hingga September 2026 akibat ancaman El Nino Godzilla dan mulai menyalurkan bantuan air bersih.
Konferensi Pendidikan Indonesia 2026 di UNY memperkuat kolaborasi daerah untuk mempercepat transformasi pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.
Registrasi SIM card baru mulai 1 Juli 2026 wajib menggunakan verifikasi biometrik wajah sesuai Permen Komdigi Nomor 7 Tahun 2026.