APBN Januari 2026 Defisit Rp54,6 Triliun
Kemenkeu melaporkan defisit APBN Januari 2026 Rp54,6 triliun atau 0,21% PDB. Pendapatan Rp172,7 triliun, belanja Rp227,3 triliun.
Ilustrasi uang. /Bisnis- Dwi Prasetya
Harianjogja.com, JAKARTA—Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali tertekan pada perdagangan Senin (18/5/2026). Rupiah bahkan ditutup melemah ke level Rp17.655 per dolar AS di tengah tekanan pasar global dan meningkatnya kekhawatiran terhadap kondisi geopolitik internasional.
Pelemahan rupiah terjadi meski Bank Indonesia (BI) terus menyiapkan langkah stabilisasi di pasar valuta asing maupun pasar obligasi. Intervensi agresif dilakukan baik di pasar domestik maupun offshore untuk meredam gejolak kurs.
Berdasarkan data Trading View, rupiah pada penutupan perdagangan melemah 1,12% dibanding perdagangan sebelumnya. Tekanan terhadap mata uang Garuda sejalan dengan pelemahan sejumlah mata uang di kawasan Asia.
Ringgit Malaysia tercatat melemah 0,63% terhadap dolar AS. Selanjutnya, peso Filipina turun 0,09%, rupee India terkoreksi 0,33%, dan yen Jepang melemah 0,11%.
Sementara itu, dolar Hong Kong turun 0,02% dan dolar Taiwan terkoreksi 0,10% terhadap dolar AS.
Di sisi lain, beberapa mata uang Asia justru mampu menguat terhadap dolar AS. Yuan China naik 0,11%, dolar Singapura dan won Korea Selatan sama-sama menguat 0,04%, sedangkan baht Thailand terapresiasi 0,15%.
Pada awal perdagangan, rupiah sebenarnya sempat dibuka menguat. Berdasarkan data Trading View pukul 08.59 WIB, rupiah naik 0,18% atau 31 basis poin ke level Rp17.491 per dolar AS dibanding posisi penutupan sebelumnya di Rp17.460 per dolar AS.
Namun, tekanan pasar membuat rupiah kembali berbalik arah. Pada pukul 09.30 WIB, mata uang domestik tercatat melemah 61 poin atau 0,35% ke level Rp17.657,5 per dolar AS. Di saat yang sama, indeks dolar AS menguat 0,07% ke level 99,35.
Strategic Research Manager Center of Reform on Economics (Core) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, menilai pengurasan cadangan devisa (cadev) dan penerbitan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) menjadi langkah logis otoritas moneter untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Menurut Yusuf, dalam sistem managed floating atau nilai tukar mengambang terkendali, penggunaan cadangan devisa saat tekanan kurs meningkat merupakan hal yang wajar.
"Pelemahan cadangan devisa saat tekanan kurs meningkat justru merupakan konsekuensi normal dari fungsi bank sentral sebagai stabilizer pasar. Cadangan devisa memang disiapkan untuk digunakan ketika volatilitas meningkat, bukan sekadar disimpan pasif," ujarnya, Minggu (17/5/2026).
Sementara itu, Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, mengatakan penguatan rupiah sebelum periode libur panjang terjadi di tengah sentimen global yang masih rapuh.
Ia menilai pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terkait kondisi kritis negosiasi dengan Iran turut memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi lonjakan harga energi dunia.
Menurut Ibrahim, konflik yang melibatkan Iran berpotensi mengganggu jalur perdagangan di Selat Hormuz sehingga dapat mendorong kenaikan harga minyak global dan memperbesar tekanan inflasi di Amerika Serikat.
"Perang dengan Iran mulai berdampak pada perekonomian AS karena harga minyak yang lebih tinggi menyebabkan harga bahan bakar menjadi lebih mahal, dan para ekonom memperkirakan melihat dampak putaran kedua dalam beberapa bulan mendatang," ujarnya dalam siaran pers.
Dari sisi domestik, meski pasar memasuki masa cuti bersama pada Kamis dan Jumat, Bank Indonesia dipastikan tetap aktif melakukan langkah stabilisasi pasar.
BI disebut terus melakukan intervensi di pasar offshore mulai dari sesi perdagangan New York, Asia, hingga Eropa untuk menjaga stabilitas rupiah. Selain itu, intervensi agresif di pasar domestik juga dilakukan melalui transaksi spot, Domestic Non Deliverable Forward (DNDF), serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.
"BI juga akan melakukan intervensi secara agresif di pasar domestik sejak pembukaan tanggal 18 Mei mendatang melalui pasar valas (spot dan DNDF) serta pembelian SBN di pasar sekunder," kata Ibrahim.
Pasar juga mencermati posisi utang pemerintah Indonesia yang mencapai Rp9.920,42 triliun hingga Maret 2026.
Meski mendekati Rp10.000 triliun, rasio utang pemerintah terhadap produk domestik bruto (PDB) masih berada di level 40,75% atau tetap di bawah batas aman 60% sesuai Undang-Undang Keuangan Negara
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Kemenkeu melaporkan defisit APBN Januari 2026 Rp54,6 triliun atau 0,21% PDB. Pendapatan Rp172,7 triliun, belanja Rp227,3 triliun.
Polresta Sleman bentuk tim khusus untuk selidiki kasus 11 bayi di Pakem, termasuk dugaan adopsi ilegal dan TPPO.
Grand Rohan Jogja kembali menghadirkan ruang apresiasi seni melalui pameran seni lukis bertajuk “The Beauty of Color”. Pameran ini resmi dibuka Senin (18/5)
Dua wakil Indonesia lolos ke babak utama Malaysia Masters 2026, drama kualifikasi warnai hasil di Axiata Arena Kuala Lumpur.
Samsung Messages resmi dihentikan Juli 2026. Pengguna Galaxy wajib pindah ke Google Messages. Simak cara backup data dan jadwalnya.
Gerbang Tol Trihanggo Sleman usung siluet Ratu Boko dan aksara Jawa, jadi ikon budaya baru di Tol Jogja–Solo.