Googlebook Resmi Meluncur, Era Chromebook Mulai Bergeser
Google resmi memperkenalkan Googlebook, laptop berbasis Gemini AI yang digadang menjadi penerus Chromebook.
Ilustrasi rupiah. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Roti O menjadi sorotan usai video penolakan pembayaran tunai viral. Bank Indonesia menegaskan Rupiah wajib diterima sebagai alat pembayaran sah.
Dalam video tersebut, pegawai toko bersikeras hanya menerima pembayaran digital melalui QRIS, meskipun pelanggan hendak membayar menggunakan uang Rupiah tunai yang sah.
Permintaan Maaf Manajemen dan Sosok Pemilik Roti O
Menanggapi kegaduhan tersebut, manajemen Roti O melalui akun Instagram resmi @rotio.indonesia menyampaikan permohonan maaf. Pihak manajemen menyatakan telah melakukan evaluasi internal guna meningkatkan standar pelayanan di seluruh gerai.
Manajemen menjelaskan bahwa penerapan sistem pembayaran nontunai (cashless) sebenarnya bertujuan untuk memberikan kemudahan serta berbagai program promo kepada pelanggan. Namun, kejadian ini menjadi bahan evaluasi serius bagi perusahaan.
Banyak masyarakat yang mengira aktor Dude Harlino adalah pemilik Roti O. Namun, faktanya Dude Harlino hanyalah brand ambassador yang bertugas mempromosikan merek tersebut.
Roti O merupakan merek asli Indonesia di bawah naungan PT Sebastian Citra Indonesia. Perusahaan ini didirikan pada 23 Mei 2012 dengan gerai pertama berlokasi di Stasiun Jakarta Kota. Kini, jaringan Roti O telah meluas ke berbagai bandara dan stasiun di seluruh Indonesia sebagai bagian dari strategi pemasaran mereka.
Penegasan Bank Indonesia: Rupiah Tunai Tidak Boleh Ditolak
Merespons insiden ini, Bank Indonesia (BI) memberikan penegasan melalui akun resmi @bank_indonesia. BI mengingatkan bahwa Rupiah adalah alat pembayaran yang sah di wilayah NKRI dan wajib diterima untuk transaksi, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang.
Satu-satunya kondisi yang memperbolehkan penolakan adalah jika terdapat keraguan atas keaslian uang kertas atau logam tersebut.
BI menjelaskan bahwa sistem pembayaran di Indonesia bersifat opsional, baik secara tunai maupun nontunai, tergantung kenyamanan dan kesepakatan kedua belah pihak. Deputi Gubernur BI, Filianingsih Hendarta, menekankan bahwa instrumen pembayaran apa pun tetap berbasis mata uang Rupiah.
"QRIS hanyalah kanal, tetapi sumber dananya tetap menggunakan tabungan, uang elektronik, atau kartu kredit. Namun, yang digunakan tetaplah Rupiah," jelas Filianingsih.
Meskipun BI terus mendorong digitalisasi pembayaran karena dinilai cepat, mudah, murah, aman, dan handal (CeMuMuAH), BI tetap menekankan bahwa masyarakat memiliki hak penuh untuk memilih metode pembayaran yang paling nyaman bagi mereka, termasuk menggunakan uang tunai.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Google resmi memperkenalkan Googlebook, laptop berbasis Gemini AI yang digadang menjadi penerus Chromebook.
Prabowo kunjungi Museum Marsinah Nganjuk, soroti sejarah buruh Indonesia dan perjuangan hak pekerja serta penghormatan pahlawan nasional.
BNNP DIY perkuat pencegahan narkoba dengan kearifan lokal dan sinergi masyarakat untuk wujudkan Yogyakarta bersih narkoba.
Kompetisi 76 Indonesian Downhill 2026 hadir lebih ekstrem di Bantul. Trek baru lebih curam, cepat, dan menantang rider elite.
Wisata Gunungkidul ramai 41.969 pengunjung saat libur panjang. PAD tembus Rp516 juta, pantai masih jadi favorit wisatawan.
Pemkab Bantul memantau harga pangan usai rupiah melemah. Sejumlah komoditas lokal masih aman, warga diminta tidak panic buying.