Inflasi Juni 2026 Tembus 3,34 Persen, Menkeu: Tekanan Segera Reda

Newswire
Newswire Rabu, 01 Juli 2026 23:37 WIB
Inflasi Juni 2026 Tembus 3,34 Persen, Menkeu: Tekanan Segera Reda

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat ditemui di Jakarta, Rabu (1/7/2026). ANTARA/Bayu Saputra

Harianjogja.com, JAKARTA — Laju inflasi Indonesia pada Juni 2026 tercatat mengalami kenaikan. Namun pemerintah memastikan tekanan tersebut bersifat sementara dan dipicu faktor musiman, bukan lonjakan permintaan masyarakat.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai inflasi saat ini didorong oleh kenaikan harga komoditas fluktuatif, terutama bahan bakar minyak (BBM) dan sejumlah bahan pangan.

Dipicu BBM dan Harga Pangan

Menurut Purbaya, kenaikan harga komoditas seperti cabai, bawang, dan BBM bersifat musiman. Ia optimistis tekanan inflasi akan mereda dalam beberapa bulan ke depan, seiring penurunan harga minyak dunia.

“Saya yakin harga BBM seperti Pertamax akan turun mengikuti harga minyak global. Jadi tekanan inflasi akan berkurang,” ujarnya, Rabu (1/7/2026).

Inflasi Inti Tetap Terkendali

Purbaya menegaskan bahwa inflasi inti (core inflation) masih berada di level aman, yakni 2,76 persen secara tahunan. Angka ini menunjukkan tidak adanya lonjakan permintaan yang berlebihan di masyarakat.

“Core inflation masih relatif terkendali. Jadi ini bukan karena demand yang terlalu cepat,” katanya.

Data Terbaru dari BPS

Badan Pusat Statistik melaporkan inflasi Indonesia pada Juni 2026 mencapai 3,34 persen (year-on-year/yoy) dan 0,44 persen (month-to-month/mtm)

Kelompok transportasi menjadi penyumbang terbesar inflasi bulanan dengan angka 2,29 persen dan andil 0,28 persen terhadap inflasi nasional.

Komoditas utama pemicu inflasi di sektor ini antara lain Bensin (andil 0,21 persen), Tarif angkutan udara (0,05 persen), Pelumas/oli mesin (0,01 persen)

Pangan Ikut Sumbang Kenaikan

Selain transportasi, kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga mencatat inflasi sebesar 0,20 persen dengan kontribusi 0,06 persen.

Komoditas penyumbang utama meliputi Bawang merah (0,04 persen), Bawang putih (0,03 persen) dan Beras (0,02 persen).

Prospek Inflasi ke Depan

Dengan stabilnya inflasi inti dan sifat kenaikan harga yang musiman, pemerintah optimistis tekanan inflasi tidak akan berlangsung lama.

Jika harga energi global terus menurun dan pasokan pangan membaik, inflasi diperkirakan kembali terkendali dalam waktu dekat.

Kondisi ini menjadi sinyal positif bagi stabilitas ekonomi nasional, sekaligus menjaga daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah dinamika harga komoditas global.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online