Mulai Hari Ini, Beli Kartu SIM Wajib Scan Wajah, Ini Manfaatnya
Pemerintah resmi mewajibkan registrasi SIM dengan biometrik wajah mulai 2026 untuk meningkatkan keamanan dan mencegah kejahatan digital.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat ditemui di Jakarta, Rabu (1/7/2026). ANTARA/Bayu Saputra
Harianjogja.com, JAKARTA — Laju inflasi Indonesia pada Juni 2026 tercatat mengalami kenaikan. Namun pemerintah memastikan tekanan tersebut bersifat sementara dan dipicu faktor musiman, bukan lonjakan permintaan masyarakat.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai inflasi saat ini didorong oleh kenaikan harga komoditas fluktuatif, terutama bahan bakar minyak (BBM) dan sejumlah bahan pangan.
Dipicu BBM dan Harga Pangan
Menurut Purbaya, kenaikan harga komoditas seperti cabai, bawang, dan BBM bersifat musiman. Ia optimistis tekanan inflasi akan mereda dalam beberapa bulan ke depan, seiring penurunan harga minyak dunia.
“Saya yakin harga BBM seperti Pertamax akan turun mengikuti harga minyak global. Jadi tekanan inflasi akan berkurang,” ujarnya, Rabu (1/7/2026).
Inflasi Inti Tetap Terkendali
Purbaya menegaskan bahwa inflasi inti (core inflation) masih berada di level aman, yakni 2,76 persen secara tahunan. Angka ini menunjukkan tidak adanya lonjakan permintaan yang berlebihan di masyarakat.
“Core inflation masih relatif terkendali. Jadi ini bukan karena demand yang terlalu cepat,” katanya.
Data Terbaru dari BPS
Badan Pusat Statistik melaporkan inflasi Indonesia pada Juni 2026 mencapai 3,34 persen (year-on-year/yoy) dan 0,44 persen (month-to-month/mtm)
Kelompok transportasi menjadi penyumbang terbesar inflasi bulanan dengan angka 2,29 persen dan andil 0,28 persen terhadap inflasi nasional.
Komoditas utama pemicu inflasi di sektor ini antara lain Bensin (andil 0,21 persen), Tarif angkutan udara (0,05 persen), Pelumas/oli mesin (0,01 persen)
Pangan Ikut Sumbang Kenaikan
Selain transportasi, kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga mencatat inflasi sebesar 0,20 persen dengan kontribusi 0,06 persen.
Komoditas penyumbang utama meliputi Bawang merah (0,04 persen), Bawang putih (0,03 persen) dan Beras (0,02 persen).
Prospek Inflasi ke Depan
Dengan stabilnya inflasi inti dan sifat kenaikan harga yang musiman, pemerintah optimistis tekanan inflasi tidak akan berlangsung lama.
Jika harga energi global terus menurun dan pasokan pangan membaik, inflasi diperkirakan kembali terkendali dalam waktu dekat.
Kondisi ini menjadi sinyal positif bagi stabilitas ekonomi nasional, sekaligus menjaga daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah dinamika harga komoditas global.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pemerintah resmi mewajibkan registrasi SIM dengan biometrik wajah mulai 2026 untuk meningkatkan keamanan dan mencegah kejahatan digital.
Jadwal KRL Solo–Jogja Kamis 2 Juli 2026 lengkap semua stasiun. Tarif Rp8.000, cek jam keberangkatan terbaru di sini.
Anggaran droping air Gunungkidul dipangkas jadi Rp346,5 juta. BPBD pastikan tetap aman dengan dukungan dana BTT.
Pria asal Sleman tewas tertemper KRL di Klaten. Polisi selidiki penyebab, KAI imbau warga jauhi jalur kereta.
Inflasi Juni 2026 capai 3,34%. Menkeu sebut dipicu BBM dan pangan, diprediksi segera mereda karena faktor musiman.
Pemerintah resmi terapkan B50 mulai 1 Juli 2026. Pakar ITB sebut aman untuk mesin diesel, emisi lebih rendah.