Advertisement
BPS DIY Siapkan 3.000 Petugas untuk Sensus Ekonomi 2026 Mulai Mei
Foto ilustrasi. - Ist/Everypixel
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Pusat Statistik (BPS) DIY akan memulai Sensus Ekonomi (SE) 2026 pada 16 Mei mendatang. Sensus ini akan berlangsung selama 2,5 bulan hingga Juli 2026 dan menjadi langkah penting untuk memetakan struktur ekonomi di Provinsi DIY.
Plt. Kepala BPS DIY, Endang Tri Wahyuningsih, menjelaskan bahwa pada bulan Februari ini BPS sedang memasuki tahap rekrutmen petugas sensus yang diperkirakan berjumlah 3.000 orang. Tahap rekrutmen akan dilanjutkan dengan pelatihan sebelum sensus resmi dimulai.
Advertisement
Endang mengatakan, rekrutmen terbuka untuk masyarakat umum, mahasiswa, dan kemungkinan beberapa pegawai PPPK. Informasi lengkap mengenai pendaftaran akan disebarkan melalui website resmi masing-masing kabupaten/kota.
Untuk kriteria, calon petugas minimal berusia 17 tahun dan mampu mengoperasikan gawai. Hal ini dikarenakan pendataan Sensus Ekonomi 2026 menggunakan media digital Computer Assisted Personal Interviewing (CAPI) untuk pendataan rumah tangga dan usaha.
BACA JUGA
“Kami berharap semua jenis usaha dapat tercatat dalam sensus ini. Ini menjadi momentum awal untuk memperbaiki dan memetakan struktur ekonomi di DIY,” ujar Endang.
Ia menambahkan, melalui sensus ini, pergeseran ekonomi selama periode 2016-2026 dapat dipantau, termasuk pergeseran ke sektor perdagangan atau lapangan usaha lainnya. Pendataan dilakukan secara menyeluruh hingga tingkat RT, sehingga potensi ekonomi di masing-masing wilayah dapat terlihat dengan jelas.
“Sensus ini penting sebagai acuan awal untuk memahami struktur ekonomi provinsi DIY maupun kabupaten/kota. Dengan data yang lengkap, pemerintah dapat merumuskan kebijakan ekonomi yang lebih tepat sasaran,” jelas Endang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Libur Lebaran, Mas Marrel Minta Wisatawan Ikut Jaga Kebersihan Jogja
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Konflik AS-Iran Ancam Harga Minyak, Tekan Fiskal Indonesia
- Restrukturisasi TikTok AS Disebut Libatkan Biaya Rp170 Triliun
- Saham Meta Turun 23 Persen, Isu PHK 20 Persen Karyawan Mencuat
- Bapanas Pastikan Stok Pangan Aman Jelang Lebaran 2026
- Pendapatan AirAsia Indonesia 2025 Tembus Rp7,87 Triliun
- Antisipasi Mudik, Pertamina Tambah LPG 3 Kg di Jateng-DIY
Advertisement
Advertisement








