Advertisement

Bulog Salurkan Bantuan Beras untuk 33,2 Juta KPM Mulai Ramadan 2026

Newswire
Minggu, 08 Februari 2026 - 08:27 WIB
Sunartono
Bulog Salurkan Bantuan Beras untuk 33,2 Juta KPM Mulai Ramadan 2026 Foto Ilustrasi sejumlah pekerja mengangkut beras di Gudang Bulog Kelapa Gading, Jakarta. - Antara - Erlangga Bregas Prakoso

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Pemerintah bersiap memperluas cakupan bantuan pangan nasional pada awal 2026 dengan menyasar 33,2 juta keluarga penerima manfaat (KPM). Program ini menjadi bagian dari strategi menjaga ketahanan pangan dan stabilitas harga, sekaligus memperluas jangkauan perlindungan sosial bagi masyarakat berpenghasilan rendah di seluruh Indonesia.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyatakan kesiapan lembaganya untuk menyalurkan bantuan beras kepada puluhan juta KPM tersebut. Penyaluran direncanakan berlangsung pada Februari hingga Maret 2026, dengan jumlah penerima meningkat signifikan dibandingkan program sebelumnya yang menjangkau sekitar 18 juta KPM secara nasional.

Advertisement

“Jadi, kalau kemarin 18 juta KPM. Sekarang 30 juta lebih (KPM),” kata Rizal saat ditemui usai menghadiri Talkshow Panen Fest 2026 di Jakarta, Sabtu (7/2).

Rizal menjelaskan, data penerima bantuan pangan mencakup masyarakat di wilayah terdampak bencana. Namun demikian, Bulog tetap mengacu pada data terpadu yang disiapkan oleh Kementerian Sosial untuk memastikan ketepatan sasaran distribusi bantuan.

Menurutnya, Bulog masih menunggu pemutakhiran data penerima sebelum penyaluran dilakukan secara nasional. Langkah ini diperlukan agar bantuan pangan yang disalurkan benar-benar menjangkau keluarga yang berhak menerima.

“Kan semua datanya dari Kementerian Sosial. Nanti kita tinggal nunggu data matengnya dari Kementerian Sosial,” ujarnya.

Untuk memenuhi kebutuhan program bantuan pangan tersebut, Bulog memperkirakan kebutuhan beras mencapai sekitar 600 ribu ton. Perhitungan tersebut didasarkan pada alokasi bantuan yang akan disalurkan kepada lebih dari 33 juta keluarga penerima manfaat di seluruh Indonesia.

Hingga saat ini, penyaluran bantuan belum dimulai karena Bulog masih mempersiapkan berbagai kebutuhan teknis, termasuk pengadaan karung dan kesiapan sistem distribusi. Perusahaan menargetkan penyaluran dapat dimulai pada pertengahan Maret, bertepatan dengan bulan Ramadhan 2026.

Selain beras, program bantuan pangan juga direncanakan disalurkan bersamaan dengan minyak goreng. Bulog memastikan kesiapan logistik, termasuk karung kemasan dan sarana distribusi, berada dalam kondisi aman sehingga penyaluran dapat berjalan lancar.

“Estimasi [penyaluran] nanti bulan-bulan Maret. Pertengahan Maret lah. Semoga pertengahan Ramadhan sudah tersalurkan untuk meringankan beban masyarakat,” ucap Rizal.

Sementara itu, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang juga Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyampaikan bahwa pemerintah akan segera menyalurkan bantuan pangan berupa beras dan MinyaKita kepada 33,2 juta KPM di seluruh Indonesia.

“Dalam rangka menjaga stabilitas pasokan harga pangan, Bapanas melaksanakan langkah strategis, salah satunya penyaluran bantuan pangan 10 kilogram dan 2 liter MinyaKita selama dua bulan kepada 33,2 juta KPM,” kata Amran dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI di Jakarta, Selasa (3/2).

Pemerintah telah menyepakati bahwa penyaluran bantuan pangan beras dan minyak goreng dilakukan dalam skema sekali salur untuk alokasi dua bulan, yakni Februari dan Maret 2026.

Amran menjelaskan, jumlah KPM diperluas dengan menyasar masyarakat pada kelompok desil I hingga IV, serupa dengan penerima program Bantuan Langsung Tunai Sementara Kesejahteraan Rakyat (BLTS Kesra).

Jumlah penerima bantuan pangan beras dan minyak goreng untuk alokasi Februari dan Maret 2026 direncanakan meningkat menjadi 33,2 juta KPM setiap bulan. Angka tersebut setara dengan 81,9 persen dari jumlah penerima program serupa sebelumnya yang berada di kisaran 18,2 juta KPM per bulan.

“Nantinya setiap KPM mendapatkan 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng untuk alokasi 1 bulan yang disalurkan oleh Perum Bulog,” bebernya.

Secara kuantitas, untuk penyaluran dua bulan sekaligus, Bulog akan mengeluarkan stok beras sebesar 664,8 ribu ton serta minyak goreng sebanyak 132,9 ribu kiloliter. Demi mendukung pelaksanaan program prorakyat tersebut, pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp11,92 triliun yang dialokasikan untuk menjamin kelancaran distribusi bantuan pangan nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Mahasiswa Unisa Jogja Terduga Pelaku Kekerasan Diskorsing 2 Semester

Mahasiswa Unisa Jogja Terduga Pelaku Kekerasan Diskorsing 2 Semester

Sleman
| Minggu, 08 Februari 2026, 09:37 WIB

Advertisement

India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine

India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine

Wisata
| Rabu, 04 Februari 2026, 18:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement