Ekonomi Jogja Tumbuh 5,84 Persen, Ini Sektor Paling Moncer
Ekonomi DIY tumbuh 5,84% pada triwulan I 2026, didorong sektor pariwisata, konsumsi, dan investasi.
Panen padi - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Yogyakarta memproyeksikan puncak panen raya padi di wilayah DIY akan berlangsung pada Maret hingga April 2026, dengan target serapan gabah mencapai 100.000 ton selama periode tersebut.
Pemimpin Perum Bulog Kanwil Yogyakarta, Dedi Aprilyadi, menyampaikan bahwa pada momentum panen raya itu Bulog memperkirakan mampu menyerap sekitar 50.000 ton gabah per bulan dari petani, sehingga total serapan selama dua bulan diproyeksikan menembus angka 100.000 ton.
“Diprediksi dapat menyerap 50.000 ton per bulan, atau 100.000 ton pada bulan Maret sampai dengan April,” ujar Dedi.
Ia menjelaskan, target penyerapan gabah Perum Bulog Kanwil Yogyakarta pada 2026, termasuk wilayah kerja Cabang Magelang dan Banyumas, ditetapkan sebesar 195.000 ton gabah setara beras. Angka tersebut meningkat dibandingkan target tahun sebelumnya yang sebesar 153.000 ton.
Pada 2025, Bulog Kanwil Yogyakarta mencatat realisasi penyerapan gabah mencapai 156.000 ton atau sekitar 101 persen dari target yang ditetapkan. Capaian tersebut menjadi modal optimisme untuk mengejar target yang lebih tinggi pada tahun ini.
Untuk memastikan target serapan gabah tercapai, Perum Bulog Kanwil Yogyakarta terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, antara lain TNI Angkatan Darat, Polri, Dinas Pertanian, Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), serta Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan).
Selain itu, Bulog juga melakukan pendekatan intensif dengan pemilik usaha penggilingan padi dan Gapoktan agar dapat memasok gabah dan beras ke Bulog, sekaligus menjadi mitra makloon dalam proses pengolahan gabah menjadi beras.
“Selain itu, Bulog juga melayani penjemputan gabah setiap hari, termasuk pada saat hari libur,” ucap Dedi.
Dalam upaya mengejar target penyerapan gabah tersebut, Dedi mengakui masih terdapat sejumlah tantangan, terutama keterbatasan sarana pascapanen. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Bulog menjalin kerja sama dengan penggilingan dan Gapoktan yang telah memiliki fasilitas pascapanen seperti mesin pengering (dryer) dan unit penggilingan.
Ia berharap target penyerapan gabah tahun ini dapat tercapai seperti tahun sebelumnya. “Tahun lalu alhamdulillah tercapai, mudah-mudahan tahun ini juga seperti itu,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ekonomi DIY tumbuh 5,84% pada triwulan I 2026, didorong sektor pariwisata, konsumsi, dan investasi.
SMA Kolese De Britto bersama SMA Pangudi Luhur Yogyakarta sukses menghadirkan pementasan teater kolaboratif.
semangat Astra bahwa pemberdayaan perempuan tidak berhenti pada terbukanya kesempatan untuk berkembang, tetapi melalui kontribusi dan dampak nyata
PT KAI Properti membuka lowongan Petugas Penjaga Perlintasan untuk lulusan SMA/SMK. Pendaftaran dibuka hingga 18 Mei 2026.
Maserati dikabarkan menggandeng Huawei dan JAC Motors untuk mengembangkan mobil listrik di tengah krisis penjualan global.
KIP Kuliah 2026 mulai cair. Simak aturan lengkap penerima bantuan, mulai dari masa bantuan, kerja paruh waktu, hingga risiko pencabutan.