Pemerintah Siapkan BBM Rendah Sulfur, Pakar: Harga Mahal, Tak Berpengaruh pada Lingkungan

Anisatul Umah
Anisatul Umah Rabu, 17 Juli 2024 22:37 WIB
Pemerintah Siapkan BBM Rendah Sulfur, Pakar: Harga Mahal, Tak Berpengaruh pada Lingkungan

Ilustrasi tangki BBM./Istimewa

Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan melakukan uji coba produk Bahan Bakar Minyak (BBM) baru rendah sulfur atau lebih ramah lingkungan. Rencananya uji coba itu dilakukan pada 17 Agustus 2024 mendatang.

Pengamat Ekonomi Energi UGM, Fahmy Radhi mengatakan harga dari BBM rendah sulfur ini diperkirakan lebih mahal. Dengan begitu, masyarakat tidak serta merta beralih.

Menurutnya masyarakat baru akan beralih, jika ada harga BBM yang lebih murah. Ia berpandangan tidak ada masalah dengan rencana pemerintah ini, selama tidak untuk menggantikan BBM subsidi. "Masyarakat akan pindah jika selisihnya tidak terlalu jauh," ucap dia, Rabu (17/7/2024).

Meski disebut lebih ramah lingkungan, kata dia, selama campuran BBM-nya masih ada unsur fosil, dampaknya terhadap lingkungan pun tidak signifikan.

Dia mencontohkan biodiesel B40 yang masih memiliki kandungan solarnya sebanyak 60%. "Sehingga dampak ke pengurangan karbon tidak signifikan," tuturnya.

BACA JUGA: Luhut Bilang Ada Pembatasan BBM Subsidi 17 Agustus Mendatang, Jokowi Membantah

Sebelumnya Menteri ESDM, Arifin Tasrif menjelaskan BBM tersebut bakal dicampur dengan bauran Bahan Bakar Nabati (BBN). Tujuannya untuk menekan konten sulfur ke level paling rendah dengan standar acuan saat ini setara Euro IV atau kandungan sulfur 50 part per million (ppm). "Kami cari bahan pencampur yang memang bisa mengurangi sulfur konten. Kalau sekarang kan masih 500 ppm-an, kalau standar Euro V kan sudah harus di bawah 50 ppm," katanya.

Dia menjelaskan Kementerian ESDM masih menunggu penyelesaian dari proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, untuk meningkatkan kapasitas produksi bahan bakar rendah kandungan sulfur tersebut.   "Tetapi kami kilang belum kelar sih yang di Balikpapan."

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Arief Junianto
Arief Junianto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online