Ekonomi DIY Tumbuh 5,75% pada Triwulan II 2026, Tertinggi di Jawa
Ekonomi DIY tumbuh 5,75% pada triwulan II 2026, tertinggi di Pulau Jawa. BPS mengungkap sektor pendorong dan BI optimistis tren berlanjut.
Ilustrasi tangki BBM./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan melakukan uji coba produk Bahan Bakar Minyak (BBM) baru rendah sulfur atau lebih ramah lingkungan. Rencananya uji coba itu dilakukan pada 17 Agustus 2024 mendatang.
Pengamat Ekonomi Energi UGM, Fahmy Radhi mengatakan harga dari BBM rendah sulfur ini diperkirakan lebih mahal. Dengan begitu, masyarakat tidak serta merta beralih.
Menurutnya masyarakat baru akan beralih, jika ada harga BBM yang lebih murah. Ia berpandangan tidak ada masalah dengan rencana pemerintah ini, selama tidak untuk menggantikan BBM subsidi. "Masyarakat akan pindah jika selisihnya tidak terlalu jauh," ucap dia, Rabu (17/7/2024).
Meski disebut lebih ramah lingkungan, kata dia, selama campuran BBM-nya masih ada unsur fosil, dampaknya terhadap lingkungan pun tidak signifikan.
Dia mencontohkan biodiesel B40 yang masih memiliki kandungan solarnya sebanyak 60%. "Sehingga dampak ke pengurangan karbon tidak signifikan," tuturnya.
BACA JUGA: Luhut Bilang Ada Pembatasan BBM Subsidi 17 Agustus Mendatang, Jokowi Membantah
Sebelumnya Menteri ESDM, Arifin Tasrif menjelaskan BBM tersebut bakal dicampur dengan bauran Bahan Bakar Nabati (BBN). Tujuannya untuk menekan konten sulfur ke level paling rendah dengan standar acuan saat ini setara Euro IV atau kandungan sulfur 50 part per million (ppm). "Kami cari bahan pencampur yang memang bisa mengurangi sulfur konten. Kalau sekarang kan masih 500 ppm-an, kalau standar Euro V kan sudah harus di bawah 50 ppm," katanya.
Dia menjelaskan Kementerian ESDM masih menunggu penyelesaian dari proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, untuk meningkatkan kapasitas produksi bahan bakar rendah kandungan sulfur tersebut. "Tetapi kami kilang belum kelar sih yang di Balikpapan."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ekonomi DIY tumbuh 5,75% pada triwulan II 2026, tertinggi di Pulau Jawa. BPS mengungkap sektor pendorong dan BI optimistis tren berlanjut.
Peta kuno karya MD Roy tahun 1695 mengungkap nama Terboyo telah tercatat sebelum era Bupati Suryadi Menggolo V.
BPBD Banjarnegara telah menyalurkan 3,19 juta liter air bersih untuk 18.172 jiwa terdampak kekeringan di 21 desa dan enam kelurahan.
Pemkab Grobogan bersama Bank Jateng memperluas e-retribusi dari satu pasar menjadi tujuh pasar untuk meningkatkan transparansi dan PAD.
Warga Jotawang, Bantul, mengamankan pria yang dicurigai membawa sabu 0,33 gram dalam bungkus kopi sebelum diserahkan ke polisi.
Jalan sehat HUT RI di Ngluwar Magelang diikuti 4.000 warga dan ikut menggerakkan UMKM serta potensi ekonomi desa.