Menekan Impor LPG dengan DME di Dapur Rumah Tangga
Pengembangan DME dari batu bara dinilai berpotensi mengurangi impor LPG dan menekan beban subsidi energi nasional.
Ilustrasi BBM/Ist. dok. Pertamina Patra Niaga
Harianjogja.com, JAKARTA—Ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) selama arus Lebaran 2026 dipastikan tetap aman, sementara kondisi antrean di sejumlah daerah mulai berangsur normal setelah sempat meningkat.
Per Minggu (22/3/2026), stok BBM nasional dalam kondisi memadai baik untuk BBM subsidi maupun nonsubsidi, dengan distribusi ke SPBU berjalan lancar tanpa hambatan.
Anggota Komite BPH Migas Fathul Nugroho menyebut masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan BBM karena pasokan dan distribusi terus dijaga.
"Pemerintah, sebagaimana arahan Bapak Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, menjamin ketersediaan stok dan distribusi BBM, khususnya oleh Pertamina Patra Niaga terus dijaga ketahanannya. Monitoring kualitas juga rutin dilakukan dan hasilnya sesuai standar pemerintah, sehingga diharapkan masyarakat merasa aman dan nyaman," ujarnya.
Kesiapan distribusi juga didukung layanan operasional yang berjalan penuh selama 24 jam, termasuk pengawasan kualitas BBM agar tetap sesuai standar.
Di wilayah Kalimantan Barat, upaya penguatan distribusi menunjukkan hasil dengan kondisi antrean yang mulai menurun.
Sejumlah SPBU di Kota Pontianak, Kalbar, kini beroperasi penuh sepanjang hari untuk mengurangi kepadatan kendaraan yang mengantre.
Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Kalimantan Barat Widhi Tri Adhi Hidayat mengatakan kondisi distribusi per 23 Maret 2026 berjalan aman dan lancar.
Antrean di SPBU di Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya telah kembali normal, sementara di Kabupaten Mempawah, Kabupaten Singkawang, dan Kabupaten Bengkayang berada dalam kondisi sedang.
Adapun antrean di Kabupaten Sambas dan Kabupaten Landak masih relatif padat, namun terus diupayakan penanganannya.
Selama periode 9–22 Maret 2026, penyaluran BBM jenis Pertalite dan Pertamax Series di Kalbar mencapai rata-rata 2.749 kiloliter per hari atau naik 19,8 persen dari kondisi normal.
Kenaikan tertinggi tercatat mencapai 54 persen pada 20 Maret, sedangkan penyaluran solar rata-rata 1.420 kiloliter per hari atau turun 3,7 persen, dengan lonjakan tertinggi 20 persen pada 18 Maret.
Untuk menjaga kelancaran distribusi, Pertamina menambah armada mobil tangki dan mengoperasikan fasilitas terminal BBM di Pontianak selama 24 jam.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun menegaskan distribusi terus diperkuat agar pelayanan kepada masyarakat tetap optimal.
"Kami menegaskan suplai BBM di Kalimantan Barat terus kami tambah dan distribusikan secara maksimal. Dengan berbagai upaya yang dilakukan, kondisi saat ini sudah berangsur kondusif. Kami juga telah mendorong pihak SPBU untuk tetap beroperasi optimal serta melakukan pengawasan lebih ketat agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu," ujarnya.
Selain itu, koordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum juga ditingkatkan untuk mencegah penimbunan dan praktik spekulan yang berpotensi mengganggu distribusi.
Masyarakat diminta melaporkan jika menemukan dugaan penimbunan melalui Pertamina Contact Center 135.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pengembangan DME dari batu bara dinilai berpotensi mengurangi impor LPG dan menekan beban subsidi energi nasional.
Amerika Serikat disebut telah menghabiskan Rp507 triliun untuk operasi militer melawan Iran sejak konflik pecah Februari 2026.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Festival Dalang Cilik Kulonprogo menjadi ajang regenerasi dalang muda dan pelestarian budaya wayang di kalangan pelajar.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 sekali perjalanan
Kelurahan Patangpuluhan Jogja memperkuat literasi gizi keluarga lewat pelatihan B2SA untuk mempertahankan nol kasus stunting.