Gelombang Panas Jerman Capai 41,3 Derajat, Rekor Baru Mengancam
Gelombang panas Jerman memicu suhu hingga 41,3 derajat Celsius. Otoritas memperingatkan risiko kesehatan dan gangguan transportasi.
Foto ilustrasi. Kilang minyak lepas pantai. - Foto dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, JAKARTA—Pembukaan kembali Selat Hormuz langsung memberi dampak positif bagi Indonesia, terutama dalam menjaga kelancaran distribusi energi yang sempat tertekan akibat konflik geopolitik. Pemerintah menilai kondisi ini menjadi sinyal meredanya ketegangan global.
Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dwi Anggia menyebut keputusan tersebut membawa kepastian baru bagi rantai pasok energi internasional.
“Pembukaan kembali Selat Hormuz merupakan perkembangan yang sangat positif bagi stabilitas pasokan energi global, termasuk Indonesia. Ini memberikan kepastian terhadap jalur distribusi energi yang sebelumnya sempat terganggu akibat dinamika geopolitik,” ujarnya.
Sebelumnya, pemerintah telah menyiapkan berbagai skenario untuk menghadapi potensi gangguan pasokan global, termasuk dengan memperkuat cadangan energi nasional dan melakukan diversifikasi sumber pasokan.
Dengan dibukanya kembali jalur tersebut, tekanan terhadap rantai pasok global mulai berkurang. Dampaknya, pergerakan harga minyak dunia juga menunjukkan tren penurunan.
Harga Minyak Mulai Turun
Pembukaan Selat Hormuz diumumkan pemerintah Iran melalui Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi yang menyatakan jalur pelayaran untuk kapal komersial telah dibuka penuh.
“Sejalan dengan gencatan senjata di Lebanon, jalur bagi semua kapal komersial melalui Selat Hormuz dinyatakan sepenuhnya terbuka,” ujarnya.
Respons pasar global pun langsung terlihat dengan penurunan harga minyak yang cukup signifikan. Kondisi ini mencerminkan berkurangnya kekhawatiran terhadap gangguan distribusi energi dunia.
Selat Hormuz selama ini dikenal sebagai salah satu jalur paling vital dalam distribusi minyak dan gas global, sehingga setiap gangguan di kawasan tersebut berdampak luas.
Kapal Indonesia Bersiap Melintas
Pemerintah juga terus berkoordinasi untuk memastikan kapal milik Indonesia yang sebelumnya tertahan dapat segera melanjutkan pelayaran.
“Seperti yang kita ketahui pemerintah terus melakukan upaya negosiasi agar kapal milik Indonesia bisa melintas. Dan sebelumnya sudah ada sinyal positif dari pemerintah Iran terkait hal ini. Kita berharap proses pelayaran secara bertahap mulai kembali normal,” kata Anggia.
Koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan terus dilakukan untuk menjaga kelancaran distribusi energi ke dalam negeri.
Di tengah situasi global yang masih dinamis, pemerintah menegaskan akan terus memantau perkembangan dan mengambil langkah cepat guna menjaga stabilitas pasokan serta harga energi nasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Gelombang panas Jerman memicu suhu hingga 41,3 derajat Celsius. Otoritas memperingatkan risiko kesehatan dan gangguan transportasi.
Gempa DIY membuat perjalanan kereta sempat dihentikan sementara. KAI Daop 6 memastikan seluruh operasional kereta kini kembali normal dan aman.
Jadwal KRL Solo-Jogja hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.