IHSG Turun 1,13 Persen ke 6.301,77, Pasar Respons Tinjauan MSCI

Newswire
Newswire Kamis, 13 Agustus 2026 18:27 WIB
IHSG Turun 1,13 Persen ke 6.301,77, Pasar Respons Tinjauan MSCI

Warga memantau pergerakan saham melalui gawainya di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (18/3/2025). Antara /Sulthony Hasanuddin

Harianjogja.com, JAKARTA— Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berakhir di zona merah pada perdagangan Kamis (13/8/2026). IHSG ditutup melemah 72,08 poin atau 1,13 persen ke level 6.301,77 setelah pelaku pasar merespons hasil tinjauan indeks MSCI Inc. periode Agustus 2026.

Penurunan juga terjadi pada kelompok 45 saham unggulan. Indeks LQ45 terkoreksi 6,68 poin atau 1,05 persen menjadi 627,16.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim mengatakan pelemahan IHSG dipengaruhi sejumlah sentimen, termasuk perubahan komposisi saham dalam rebalancing indeks MSCI Agustus 2026.

"Pelemahan indeks antara lain disebabkan oleh dikeluarkannya beberapa saham dari rebalancing indeks MSCI Agustus 2026, menjelang pidato kenegaraan Presiden Prabowo mengenai RAPBN 2027, serta aksi profit taking," ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Kamis.

Dua Saham Indonesia Keluar dari MSCI Global Standard

MSCI (Morgan Stanley Capital International), penyedia indeks saham global, melakukan perubahan terhadap komposisi saham Indonesia dalam tinjauan Agustus 2026.

Dalam tinjauan tersebut, dua saham Indonesia dikeluarkan dari MSCI Global Standard Indexes. Salah satu di antaranya diturunkan kategorinya ke MSCI Global Small Cap Index.

Selain itu, terdapat satu saham yang dipindahkan ke kategori MSCI Global Small Cap Index. MSCI juga mengeluarkan sembilan saham Indonesia dari indeks tersebut.

Perubahan komposisi indeks MSCI menjadi salah satu perhatian pelaku pasar dalam perdagangan IHSG pada Kamis.

IHSG Berbalik ke Zona Merah

IHSG sempat dibuka menguat pada awal perdagangan. Namun, pergerakannya kemudian berbalik masuk ke teritori negatif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham.

Pada sesi kedua, IHSG masih bertahan di zona merah sampai perdagangan saham berakhir. Aksi profit taking juga menjadi salah satu sentimen yang disebut turut menekan indeks.

Dari dalam negeri, pelaku pasar juga mencermati agenda pidato kenegaraan Presiden Prabowo mengenai RAPBN 2027.

Sementara dari kawasan Asia, mayoritas bursa bergerak melemah setelah mencatat reli pada perdagangan sehari sebelumnya. Bank Sentral China atau PBoC menyatakan komitmen untuk segera menerapkan dukungan kebijakan yang “praktis dan efektif”, tetapi tidak memberikan sinyal pelonggaran moneter besar-besaran.

Bank sentral tersebut juga menegaskan sejarah menunjukkan pengetatan moneter secara cepat setelah periode pelonggaran besar-besaran cenderung menimbulkan guncangan yang lebih tajam terhadap pasar.

11 Sektor Saham Melemah

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sebanyak 11 sektor mengalami pelemahan. Sektor barang baku menjadi sektor dengan penurunan terdalam, yakni 2,93 persen.

Penurunan berikutnya terjadi pada sektor energi sebesar 2,32 persen dan sektor industri sebesar 2,31 persen.

Di sisi lain, sejumlah saham mencatat kenaikan harga terbesar. Saham tersebut antara lain EKAD, BABY, AGAR, YPAS, dan PBSA.

Sementara saham yang mengalami pelemahan harga terbesar yakni DART, BIPP, TRUK, SHID dan STAR.

Aktivitas perdagangan saham pada Kamis tercatat sebanyak 1.905.000 kali transaksi. Jumlah saham yang berpindah tangan mencapai 26,78 miliar lembar saham dengan nilai transaksi Rp1,90 triliun.

Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 186 saham menguat, 474 saham melemah, sedangkan 303 saham tidak bergerak nilainya.

Bursa Asia Bergerak Beragam

Pergerakan bursa saham regional Asia pada Kamis sore berlangsung beragam. Sebagian indeks menguat, sementara lainnya berakhir melemah.

Indeks Nikkei menguat 1,24 persen ke 68.362,00. Indeks Shanghai melemah 0,50 persen ke 3.926,96, sedangkan indeks Hang Seng turun 0,17 persen ke 25.396,51.

Di Korea Selatan, indeks Kospi menguat 3,56 persen ke 6.813,34. Sementara indeks Straits Times melemah 0,01 persen ke 5.720,05.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online