Jelang Nataru 2026, DIY Ajukan Tambahan Kuota Pertalite ke BPH Migas

Anisatul Umah
Anisatul Umah Senin, 28 September 2026 16:37 WIB
Jelang Nataru 2026, DIY Ajukan Tambahan Kuota Pertalite ke BPH Migas

Pengendara sepeda motor mengantre pembelian BBM jenis Pertalite di SPBU Jogokariyan, Mantrijeron, Kota Jogja, pada Kamis (3/8/2026) siang. - Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat

Harianjogja.com, JOGJA—Seluruh kabupaten/kota di DIY telah mengajukan tambahan kuota Pertalite menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Pemerintah Daerah (Pemda) DIY menyebut besaran tambahan yang diusulkan mengacu pada proyeksi kebutuhan dari Pertamina Patra Niaga.

Kepala Biro Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah DIY, Atik Sudarmi, mengatakan usulan tersebut telah disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah hingga akhir tahun. Perhitungannya mempertimbangkan tren konsumsi, dinamika di lapangan, serta berbagai kegiatan yang berpotensi meningkatkan konsumsi BBM selama periode libur Nataru.

"Semua kabupaten/kota mengajukan tambahan. Besaran usulan berdasarkan prognosa dari Pertamina Patra Niaga," ujarnya, Senin (28/9/2026).

Usulan Kuota Masih Berupa Persentase

Atik mengatakan tambahan kuota Pertalite yang diusulkan tahun ini tidak berbeda signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Faktor yang menjadi pertimbangan juga masih sama, yakni adanya prediksi peningkatan konsumsi BBM menjelang libur Nataru.

"Faktor selalu sama di DIY per tahunnya, prediksi lonjakan konsumsi BBM menjelang libur Nataru," paparnya.

Pemda DIY telah mengirimkan surat usulan tambahan kuota Pertalite kepada Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas). Namun, keputusan terkait usulan tersebut hingga kini belum diterima.

Menurut Atik, pembahasan mengenai kuota biasanya dilakukan melalui sidang rutin BPH Migas yang digelar setiap triwulan. Sidang triwulanan tersebut dijadwalkan berlangsung pada September ini.

"Tidak ada angka kilo liter yang kita ajukan, tapi berupa persentase seperti rujukan dari prognosa Pertamina. Karena kuota angka berapa kilo liter selalu dinamis bisa berubah-berubah mengikuti evaluasi di sidang triwulanan BPH Migas," jelasnya.

Konsumsi Pertalite DIY Naik 6%-7%

Sebelumnya, Area Manager Communication, Relation, & CSR Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, menyebut konsumsi Pertalite di DIY mengalami pertumbuhan 6%-7% setiap bulan selama periode Mei sampai Juli 2026.

Kenaikan konsumsi tersebut menjadi perhatian karena apabila tren berlangsung hingga akhir tahun, realisasi konsumsi dikhawatirkan melampaui kuota Pertalite yang telah tersedia.

"Pertalite di DIY itu per bulannya bisa naik 6% sampai dengan 7%. Oleh karena itu dikhawatirkan kuota ini juga akan over di akhir tahun," jelas Taufiq.

Meski konsumsi mengalami peningkatan, Taufiq memastikan ketersediaan Pertalite di DIY masih aman. Keberadaan Terminal BBM Rewulu disebut membantu menjaga stok Pertalite hingga 10–11 kali dari kebutuhan konsumsi normal.

Kondisi tersebut dinilai masih mencukupi meskipun konsumsi mengalami peningkatan. Pertumbuhan konsumsi Pertalite saat ini maksimal sekitar 7%.

Pengajuan tambahan kuota tersebut selanjutnya menunggu pembahasan dalam sidang triwulanan BPH Migas. Besaran kuota dalam satuan kiloliter masih dapat berubah mengikuti hasil evaluasi dalam sidang tersebut.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online