Inflasi DIY Mei Naik Jadi 0,15 Persen, Dipicu Tiket Pesawat dan LPG
Inflasi DIY Mei 2026 mencapai 0,15% secara bulanan dan 2,77% tahunan. Kenaikan dipicu tarif angkutan udara, LPG, dan harga cabai.
Candi Borobudur - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA— DPD Association of The Indonesian Tour and Travel Agencies (Asita) DIY mengeluhkan minimnya kuota untuk naik ke Candi Borobudur. Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Asita DIY, Edwin Ismedi Himna menyampaikan pembatasan ini membuat wisatawan mancanegara (Wisman) yang kehabisan kuota kecewa.
Dia menjelaskan saat ini sedang peak season kunjungan Wisman ke DIY. Terbatasnya kuota naik Candi Borobudur menjadi kendala yang dihadapi Asita DIY. Per hari kuotanya hanya 1.200 orang, dan tidak cukup untuk mengakomodir banyaknya Wisman yang berkunjung.
BACA JUGA : Libur Lebaran 2024, Pengunjung Candi Borobudur Diperkirakan Naik 5 Persen
"Kemarin kami sampaikan ke Bapak Gubernur, beliau juga paham. Perlu koordinasi dengan pusat, karena borobudur di bawah In Journey PT Aviasi Pariwisata Indonesia," ucapnya, Sabtu (27/7/2024).
Edwin menjelaskan jika pembatasan dengan kuota ini terus diberlakukan, dia khawatir justru akan menjadi boomerang pariwisata di Indonesia, khususnya DIY. Sebab Wisman dari Eropa, Korea, Jepang tidak mau berkunjung ke Borobudur jika tidak bisa naik.
Baginya ini ancaman yang harus disampaikan ke pemerintah pusat dalam hal ini Kemenparekraf. Kuota naik ke Borobudur, kata Edwin, dibuka untuk umum, namun Asita punya kuota sendiri, dan dari kuota ini pun masih kurang.
"Sehari wisatawannya lebih dari 1.200 atau melebihi kuota, tidak mencukupi dengan yang saat ini datang ke Jogja," katanya.
Menurutnya Borobudur menjadi salah satu destinasi wisata yang punya magnet besar bagi wisatawan. Sehingga wisatawan, khususnya Wisman yang tidak bisa naik akan kecewa.
BACA JUGA : Atraksi Kelana Cerita Disajikan di Candi Prambanan hingga Borobudur selama Libur Lebaran
Lebih lanjut dia mengatakan, kunjungan Wisman khususnya dari Eropa masih akan tinggi sampai dengan September 2024. Seperti dari negara Belanda, Jerman, Perancis, Spanyol, hingga Belgia. Kemudian pada Oktober 2024 diperkirakan akan berangsur-angsur turun. "Pasti mereka kecewa hanya bisa menikmati dari bawah dari pelataran gak bisa naik ke atas," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Inflasi DIY Mei 2026 mencapai 0,15% secara bulanan dan 2,77% tahunan. Kenaikan dipicu tarif angkutan udara, LPG, dan harga cabai.
Harga Pertamax naik jadi Rp16.250 per liter mulai Juni 2026, sementara Pertalite tetap Rp10.000. Simak daftar lengkap BBM terbaru di sini.
Jadwal KRL Jogja–Solo 11 Juni 2026 lengkap dari pagi hingga malam. Tarif Rp8.000, cek semua jam keberangkatan di sini.
PDAM Sleman jamin pasokan air bersih saat libur sekolah 2026 untuk hingga 450 ribu wisatawan, sekaligus antisipasi kemarau.
DIY kekurangan dokter paru, baru 37 dari kebutuhan 160. Akses layanan pasien terhambat, fasilitas kesehatan jadi sorotan.
Jadwal KRL Solo–Jogja Kamis 11 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, cek jam keberangkatan terbaru di sini.