Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Kadin DIY Minta Pemerintah Lebih Banyak Melibatkan UMKM

Anisatul Umah
Anisatul Umah Selasa, 06 Agustus 2024 14:27 WIB
Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Kadin DIY Minta Pemerintah Lebih Banyak Melibatkan UMKM

Ilustrasi UMKM - Freepik

Harianjogja.com, JOGJA— Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIY mendorong pemerintah agar lebih melibatkan UMKM dalam upayanya mendongkrak pertumbuhan ekonomi di DIY.

Ketua Komtap Pembinaan dan Pengembangan Sekretariat Kadin DIY, Timotius Apriyanto menjelaskan ada beberapa faktor pertumbuhan ekonomi, seperti kinerja ekspor, investasi, belanja masyarakat, hingga program pemerintah.  

BACA JUGA: Sambut Hari Kemerdekaan RI, Rumah BUMN Gunungkidul Binaan PLN Kirimkan 20 Perwakilan di Karya Nyata Festival Vol.8

Dia berpandangan sebaiknya pemerintah tidak hanya berorientasi untuk memenuhi instrumen pembangunan ekonomi dari sisi pertumbuhan saja. Tapi orientasinya lebih ke menekan kemiskinan, mengurangi ketimpangan sosial, hingga pemerataan kesejahteraan.

Menurutnya perlu upaya taktis mendorong pertumbuhan ekonomi lewat UMKM.  Timotius mengatakan ada 350.000 UMKM di DIY, dan lebih dari 45% nya sudah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB).

"Nah ini mestinya belanja pengadaan barang dan jasa untuk UMKM dioptimalkan," ucapnya, Selasa (6/8/2024).

Ia menyebut pengadaan barang dan jasa pemerintah mestinya dioptimalisasi untuk UMKM DIY, jangan sampai malah beli barang dari luar DIY. Sebab sumber daya keuangan lebih banyak di pemerintah.

Lebih lanjut dia mengatakan UMKM berorientasi ekspor juga perlu digenjot melalui kemudahan fasilitas. Seperti tekstil, produk tekstil, furniture, craft, dan produk kulit.

"Istilah kami itu adalah resilient growth, pertumbuhan ekonomi yang tangguh dan inklusif," jelasnya.

Sementara itu berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) DIY ekonomi DIY triwulan II 2024 tumbuh 4,95% secara tahunan atau (year-on-year/yoy). Ekonomi DIY triwulan II 2024 ini tumbuh melambat dibandingkan triwulan I 2024 dan juga triwulan II 2023.

Kepala BPS DIY, Herum Fajarwati menjelaskan ekonomi bisa dikatakan menguat jika melampaui pertumbuhan sebelumnya. Di triwulan II 2024 yang terjadi adalah belum mampu melampaui triwulan sebelumnya.

"Saya garis bawahi bukan turun tapi melambat tetap tumbuh positif," kata Herum.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online