Bedah Buku Jadi Ruang Literasi dan Penguatan Karakter Anak
DPAD DIY dan DPRD DIY menggelar bedah buku di Sleman untuk memperkuat karakter anak, meningkatkan literasi, dan mencegah kenakalan remaja.
GKBRAA Paku Alam X sedang mengikuti fashion show dalam acara Grebeg UMKM DIY di Pakuwon Mal Jogja, Sleman, Minggu (11/8/2024)./Harian Jogja-Sirojul Khafid
SLEMAN—Gelaran Grebeg UMKM DIY mendorong transaksi hingga puluhan miliar rupiah. Kolaborasi Bank Indonesia Perwakilan DIY dengan Pemda DIY juga memaksimalkan usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang Go Digital.
Event ini semakin kuat dengan sinergitas bersama Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia dan Bangga Berwisata di Indonesia (Gernas BBI dan BBWI). Grebeg UMKM DIY, sebagai strategic flagship sudah memasuki tahun ke-8. Selama gelaran Grebeg sudah menghasilkan UMKM yang Go Digital sebanyak 1.620 usaha. Penjualan dari UMKM beserta semua mitranya mencapai Rp43,3 Miliar. Adapun seluruh event yang jumlahnya mencapai 48 agenda melibatkan 6.012 UMKM.
Tahun 2024 ini, Grebeg UMKM DIY mengusung tema Gumaton alias Digital, Hijau, Mendunia, Sustainable, Inovatif, dan Inklusif. Berlangsung pada 7 hingga 11 Agustus 2024 di Pakuwon Mal Jogja, telah terlaksana beragam agenda seperti pameran UMKM, edukasi dan literasi keuangan, business matching, serta berbagai perlombaan.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Ibrahim, mengatakan Grebeg UMKM DIY bukan hanya wadah para pelaku UMKM memasarkan, tetapi juga mendorong peluang terbukanya akses pembiayaan dan pengembangan produk. “Agar nantinya UMKM terus berkembang dan naik kelas,” kata Ibrahim dalam penutupan Grebeg UMKM DIY di Pakuwon Mal Jogja, Sleman, Minggu (11/8/2024). “[Untuk bisa semakin berkembang, UMKM perlu] digitalisasi, yang menjadi motor penggerak utama efisiensi akses dan inovasi di berbagai sektor.”
Dalam Grebeg UMKM DIY, ada program business matching yang bisa semakin mendekatkan UMKM dengan pembiayaan. Dalam event ini, tercatat adanya pembiayaan pada UMKM senilai Rp21,1 miliar. Serangkaian program Bank Indonesia, termasuk dengan Grebeg UMKM DIY, menjadi upaya untuk berkontribusi pada perekonomian Indonesia, salah satunya di DIY.
DIY merupakan wilayah yang memiliki potensi besar pada sektor pariwisata dan pendidikan. Dua sektor tersebut penting dan berharga. Di DIY banyak destinasi budaya, sejarah, kampus ternama, sumber daya inovasi, hingga kreativitas UMKM lokal. “Dengan bersama-bersama, kita bisa menggerakkan perekonomian. Tahun 2024 prediksi pertumbuhan ekonomi DIY mencapai 4,8 hingga 5,6 persen. Kerja sama yang baik dapat mewujudkan visi besar potensi ekonomi di DIY. Inovasi, kolaborasi, serta kerja keras bisa mewujudkan tujuan tersebut,” katanya.
Sebelumnya, Grebeg UMKM DIY dihadiri dan dibuka oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Ma'ruf Amin. Dalam sambutannya, Ma'ruf meyakini Grebeg UMKM DIY menjadi langkah nyata sekaligus upaya meningkatkan kapasitas UMKM di DIY. Grebeg UMKM DIY juga menjadi cara menggaungkan literasi ekonomi dan keuangan syariah sebagai bagian akselerasi transformasi ekonomi, meningkatkan produktivitas, serta menjaga ketahanan dan stabilitas ekonomi Indonesia di masa mendatang.
"Acara ini tentu tidak hanya menjadi ajang pemasaran produk penjualan dan pembiayaan produk UMKM, tapi juga menjadi sarana edukasi dan literasi ekonomi serta keuangan syariah yang lebih luas pada kesempatan ini," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPAD DIY dan DPRD DIY menggelar bedah buku di Sleman untuk memperkuat karakter anak, meningkatkan literasi, dan mencegah kenakalan remaja.
Gets Premiere Yogyakarta menggelar Mini Wedding Showcase dengan konsep pernikahan elegan, intim, dan promo menarik bagi calon pengantin.
PHE ONWJ menyisir perairan Karawang usai dugaan kebocoran pipa gas. Hasil pemeriksaan menunjukkan fasilitas operasi tetap aman dan normal.
Koperasi Merah Putih di DIY berkembang sesuai kebutuhan warga, mulai dari distribusi pupuk hingga pemasok sembako dan UMKM.
Munja menargetkan ekspor kendaraan pemadam kebakaran mulai 2027 setelah menguasai 35% pasar domestik dan membidik pangsa pasar 70%.
DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta melantik pengurus Baguna periode 2025-2030 sekaligus menggelar simulasi penyelamatan korban bencana di Sungai Gajahwong.