IHSG Melemah 0,12 Persen, Sektor Energi Jadi Penopang Penguatan Bursa
IHSG ditutup melemah 0,12% ke level 6.343,71. Di tengah koreksi bursa, saham sektor energi dipimpin CUAN, DSSA, dan PTRO justru menguat.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp7,68 triliun untuk kegiatan prioritas yang belum masuk pagu anggaran APBN Tahun Anggaran 2025.
Berdasarkan Surat Bersama Menteri Keuangan dan Menteri PPN/Bappenas 19 Juli 2024, Pagu Anggaran Kementerian Perhubungan Tahun Anggaran 2025 adalah Rp24,76 triliun.
Sementara itu pada 2024, alokasi anggaran Kementerian Perhubungan sebesar Rp38,60 triliun, dengan pagu tersebut mengalami rekomposisi sehingga pagu efektifnya menjadi Rp43,47 triliun.
Menteri Perhubungan Budi Karya menyatakan bahwa Pagu Anggaran Tahun 2025 mengalami penurunan yang cukup signifikan. Ia memahami bahwa hal ini terjadi hampir di seluruh Kementerian dan Lembaga, namun menyebutkan masih banyak kegiatan prioritas dan mendasar yang belum bisa terakomodir dalam pagu anggaran tersebut.
“Kami telah mengusulkan tambahan anggaran kepada Menteri Keuangan dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, untuk kegiatan prioritas yang belum terakomodir di dalam Pagu Anggaran TA 2025 sebesar Rp7,68 Triliun,” kata Budi Karya dalam keterangan resmi, dikutip Senin (2/9/2024).
Lebih lanjut, Budi Karya mengungkapkan tema Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2025 yaitu Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan, yang diwujudkan melalui tiga arah kebijakan prioritas pembangunan.
BACA JUGA: Calon Tunggal Melawan Kotak Kosong di Pilkada 2024, Jika Kalah Ini Nasibnya Kata Pakar
Guna dapat mendukung tema tersebut, Kementerian Perhubungan mengklaim senantiasa berupaya mewujudkannya melalui tiga poin utama yaitu SDM berkualitas, infrastruktur berkualitas, dan ekonomi inklusif serta berkelanjutan.
Adapun untuk APBN Kementerian Perhubungan Tahun Anggaran 2024, Budi Karya menyampaikan bahwa realisasi anggaran per 21 Agustus 2024 adalah Rp22,58 triliun atau telah mencapai 51,95%.
Rincian realisasi anggaran tersebut, yaitu untuk belanja pegawai 74,04%, belanja barang 50,84%, dan belanja modal 48,48%. Realisasi penarikan dana mencapai Rp22,58 triliun melampaui target bulan Agustus 2024 sebesar Rp22,57 triliun
“Angka ini masih sesuai dengan target yang kami tetapkan di awal. Kami optimis, dalam prognosa nanti kami akan mencapai 96%,” kata Budi Karya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
IHSG ditutup melemah 0,12% ke level 6.343,71. Di tengah koreksi bursa, saham sektor energi dipimpin CUAN, DSSA, dan PTRO justru menguat.
Pemkab Temanggung mendukung wacana guru PPPK menjadi ASN pusat. Beban APBD daerah berpotensi berkurang sekitar Rp150,5 miliar.
DPRD Bantul mengkaji usulan perubahan Perbup BUMKalma setelah pengelola menyoroti kebutuhan operasional dan penguatan kelembagaan.
Perpres ojol masih difinalisasi Komdigi. Pemerintah menguji formula bagi hasil yang adil bagi pengemudi dan menjaga bisnis platform ride-hailing.
BNN menangkap MR alias Bos Gendut, buronan kasus sabu 98 kg, di salon Mangga Besar. BNN juga menyita uang dan aset Rp39,95 miliar.
Tujuh tentara AS dilaporkan tewas dalam bentrokan di USS Abraham Lincoln. Insiden disebut dipicu stres akibat perang berkepanjangan.