Cegah Kekerasan, Kemenag DIY Minta Seluruh Pesantren Bentuk TPPK Sebelum Akhir 2026
Kemenag DIY mendorong TPPK terbentuk di seluruh pesantren sebelum akhir 2026 untuk memperkuat pencegahan dan penanganan kekerasan.
Ilustrasi anggaran/APBN - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA — Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) DIY mencatat, belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di daerah istimewa tersebut hingga akhir September 2025 telah mencapai Rp14,98 triliun.
Kepala Kanwil DJPb DIY, Agung Yulianta, menyatakan kinerja APBN diharapkan dapat semakin mendorong pertumbuhan ekonomi seiring dengan pelonggaran blokir efisiensi secara bertahap.
"Termin kontrak untuk belanja modal lebih dari 50% telah dijadwalkan pada semester II," ujarnya, Senin (3/11/2025).
Agung menjelaskan, realisasi belanja Transfer ke Daerah (TKD) dan Dana Keistimewaan DIY tercatat cukup tinggi. Hingga akhir September, realisasi TKD telah mencapai 79,59% dari pagu, dengan Dana Keistimewaan terealisasi Rp800 miliar atau 80% dari pagu sebesar Rp1 triliun.
Di sisi penerimaan, pendapatan negara hingga September 2025 terealisasi Rp6,67 triliun atau 63,76% dari target. Penerimaan pajak menyumbang Rp5,19 triliun, dengan kontribusi utama berasal dari:
Sementara itu, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tumbuh positif 10,77% (yoy), didorong oleh kenaikan pendapatan Badan Layanan Umum (BLU) sebesar 17,00% dari jasa pelayanan rumah sakit dan pendidikan.
Agung menekankan bahwa APBN telah menghadirkan beragam program bantuan yang dirasakan langsung masyarakat. Berikut rinciannya:
Dukungan untuk Sektor Pendidikan dan Pertanian
Bantuan juga disalurkan melalui sektor pendidikan, meliputi:
Untuk sektor pertanian, subsidi pupuk telah terealisasi 37.624,39 ton (51,57% dari alokasi 72.961 ton), yang terdiri atas pupuk Urea, NPK, NPK Kakao, dan organik. Subsidi listrik mencapai Rp111,82 miliar untuk 583.890 pelanggan.
Agung menegaskan, kinerja APBN per 30 September 2025 tetap solid. "APBN terus dikelola secara hati-hati, namun ekspansif, sebagai instrumen fiskal utama untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan memperkuat fondasi ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global," pungkasnya. (**)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemenag DIY mendorong TPPK terbentuk di seluruh pesantren sebelum akhir 2026 untuk memperkuat pencegahan dan penanganan kekerasan.
Gerai KDMP Tuksono di Sentolo, Kulonprogo, dinilai strategis meski tak berada di tengah permukiman. Operasional menunggu verifikasi dan validasi.
Tujuh kambing mati mendadak di Semanu, Gunungkidul. Lima warga mengalami luka kulit dan menjadi suspek antraks, hasil lab masih ditunggu.
Masinis KA Argo Bromo Anggrek ditetapkan sebagai tersangka kecelakaan di Bekasi. Ancaman hukuman maksimal 5 hingga 12 tahun penjara.
Pilur Gunungkidul di 31 kalurahan berlangsung aman. Lurah terpilih ditargetkan dilantik 26 November 2026 setelah tahapan administrasi selesai.
Paus Leo XIV menyerukan Eropa memperkuat peran menjaga perdamaian global dan mendorong dialog untuk menghentikan perang Rusia-Ukraina.