Kustomfest 2026 Gelar Charity Riding untuk Korban Kebakaran Hutan
Kustomfest 2026 di Jogja hadir 10-11 Oktober dengan charity riding, dukungan pendidikan anak, musik, kuliner, dan tema High Octane.
Wisatawan sedang bermain air di Pantai Baron, Kalurahan Kemadang, Tanjungsari, Gunungkidul pada Kamis (11/4/2024). - Harian Jogja/ist
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Pusat Statistik (BPS) DIY untuk pertama kalinya merilis data wisatawan nusantara (Wisnus) di DIY. Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY, Bobby Ardianto mengatakan data ini akan bermanfaat bagi industri, sebagai dasar untuk upgrade beberapa hal di kabupaten dan kota.
Akan tetapi GIPI DIY berharap agar data yang disajikan adalah khusus mobilitas dari masyarakat dari luar DIY. Sehingga bisa lebih riil untuk mengukur dampak ekonominya.
"Harapan kami murni dari luar Jogja, menjadi panduan saat mau buat bisnis plan di 2025," ucapnya Rabu (25/9/2024).
Berdasarkan data BPS DIY Wisnus di DIY periode Januari - Juli tertinggi selama enam tahun terakhir. Bobby mengatakan ini menunjukkan bahwa kondisi perekonomian sudah lebih baik.
Menurutnya ini bisa menjadi momentum karena saat bicara pengembangan wisata tidak akan lepas dari kondisi perekonomian. Saat pergerakan positif dan perekonomian kuat bisa jadi dasar dalam membuat strategi di 2025.
"Jadi akselerasi akan maksimal di tahun depan. Karena sisi kekuatan ekonominya sudah grafiknya sudah naik," paparnya.
BACA JUGA: Perdana Dirilis, Ini Sederet Manfaat Data Wisnus Menurut BPS DIY
Sebelumnya, Kepala BPS DIY, Herum Fajarwati mengatakan data Wisnus bisa dimanfaatkan untuk berbagai hal. Misalnya, melihat perkembangan perekonomian dan memotret kondisi sektor wisata yang menjadi salah satu pembangunan prioritas di DIY.
Herum mengatakan data Wisnus juga bisa untuk melihat inflasi karena berkaitan dengan ketersediaan pangan. Ketersediaan pangan tidak hanya terkait dengan penduduk DIY saja, namun pendatang sebagai wisatawan juga butuh makan.
"Sebenarnya setiap tahun sudah [survei] tetapi komitmen dirilis memang baru mulai bulan ini. Kami sudah ada data untuk disajikan setiap bulan," ucapnya beberapa waktu lalu.
Lebih lanjut dia mengatakan pada 2024 ini Wisnus tertinggi ada di bulan Januari 2024 sebanyak 4,26 juta. Pada Juli 2024 sebanyak 2,43 juta, lebih rendah dari bulan-bulan sebelumnya.
Sementara perkembangan Wisnus periode Januari - Juli sejak tahun 2019 - 2024 atau enam tahun terakhir tertinggi ada di 2024, sebanyak 22,58 juta. Lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya bahkan sebelum pandemi di 2019 sebesar 11,82 juta di periode yang sama.
Pergerakan Wisnus di DIY didominasi pergerakan antar wilayah provinsi (inter provinsi). Tertinggi adalah Kabupaten Sleman, disusul Kota Jogja, Kabupaten Bantul, Kabupaten Gunungkidul, Kabupaten Kulonprogo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kustomfest 2026 di Jogja hadir 10-11 Oktober dengan charity riding, dukungan pendidikan anak, musik, kuliner, dan tema High Octane.
Polsek Sleman mengungkap modus peredaran uang palsu lewat top up uang digital. Pelaku mengaku memakai uang palsu Rp4,5 juta.
Pieter Huistra memuji perkembangan pemain muda PSS Sleman, dari Muhammad Isfandyar, Markus Madjar hingga pemain akademi.
MK akan membacakan putusan gugatan ijazah Gibran malam ini pukul 20.00 WIB. Gedung MK dijaga personel TNI dan Polri.
Inggris menjamu Ceko di UEFA Nations League 2026/27. Harry Kane berpeluang menyamai rekor 125 caps Peter Shilton di Wembley.
Spanyol menghadapi Kroasia di UEFA Nations League 2026/27. La Roja mengincar kemenangan ke-11 beruntun sekaligus tiket perempat final.