Tol Jogja-Solo: Exit Toll Bokoharjo Ditarget Fungsional Lebaran 2027
Pembangunan Tol Jogja-Solo mencapai 98%. Jasa Marga menambah akses exit Tol Purwomartani menuju Bokoharjo yang ditargetkan fungsional saat Lebaran 2027.
Biji kopi - Ilustrasi StockCake
Harianjogja.com, JOGJA— Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat kopi bubuk menjadi komoditas paling dominan menghambat deflasi pada September 2024 secara bulanan atau (month-to-month/mtm). Kopi bubuk punya andil inflasi 0,10%, disusul emas perhiasan 0,02%, sawi hijau 0,01%, sigaret kretek mesin 0,01%, dan beras 0,01%.
Kepala BPS DIY, Herum Fajarwati mengatakan dari segi pencatatan dan pengamatan di 34 provinsi, harga kopi di DIY kenaikannya lebih tinggi dibandingkan provinsi lain. Herum mengatakan DIY bukan produsen kopi tapi konsumen kopinya cukup tinggi.
BACA JUGA: Peringati Hari Kopi Sedunia, Kopi Merapi dan Menoreh Khas DIY Akan Dibagikan di Malioboro
Konsumennya seperti wisatawan yang datang dan ngopi di DIY. Terlihat dari banyaknya kafe-kafe yang menjamur dan hampir selalu ramai setiap harinya.
"Kenaikannya [harga kopi] di DIY lebih tinggi dari provinsi lain," kata Herum beberapa waktu lalu di kantor BPS DIY.
Ia berpandangan kemungkinan konsumsi kopi dan produksi kopi di DIY tidak seimbang. Ditambah kenaikan harga kopi akibat pengaruh global yang naik dari bulan ke bulan. "Dari Mei kalau gak salah sudah naik terus."
Dia mengatakan harga kopi masih ada kemungkinan naik jika harga kopi secara global mengalami kenaikan. "Masih akan jadi komoditas tertinggi atau tidak, nanti dilihat lagi," ucapnya.
Sebelumnya, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY menyebut kenaikan harga kopi disebabkan oleh tingginya permintaan, namun dari sisi suplai sedikit. Hal ini dikarenakan terjadinya kemarau panjang.
Kabid Perkebunan DPKP DIY, Haniah Anna Susanti mengatakan tidak hanya di DIY, harga kopi dunia juga naik. Brazil sebagai negara penghasil kopi terbesar juga mengalami gagal panen.
Menurutnya sebagai pendamping petani kopi kenaikan harga ini menjadi angin segar. Saat ini harga biji kopi basah petik merah mencapai Rp12.000-Rp15.000 per kg.
"Kami senang karena ada nilai tambah yang tinggi bagi petani kita," lanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pembangunan Tol Jogja-Solo mencapai 98%. Jasa Marga menambah akses exit Tol Purwomartani menuju Bokoharjo yang ditargetkan fungsional saat Lebaran 2027.
DPRD DIY mengingatkan warga tidak mudah percaya isu kerusuhan Agustus dan meminta masyarakat lebih cermat memilah informasi.
Prabowo meresmikan 3.395 jembatan TNI-Polri dan 3.000 sumber air bersih TNI AD di seluruh Indonesia pada 13 Agustus 2026.
Gempa Kolombia menewaskan 265 orang dan merusak 53.526 rumah. Presiden Abelardo de la Espriella menetapkan status darurat ekonomi.
DPRD Kulonprogo meminta Pemkab menyiapkan solusi permanen kekeringan, termasuk pemetaan wilayah dan pembangunan sumber air alternatif.
BPKAD Kota Jogja mengembangkan SIAP, sistem pengingat digital untuk mendorong penarikan APBD tepat waktu dan mencegah penumpukan.