RSUP Sardjito Hemat Biaya Operasional 75 Persen Usai Pakai Gas Bumi
RSUP Dr. Sardjito menghemat biaya operasional hingga 75% setelah menggunakan gas bumi PGN untuk boiler, laundry, sterilisasi, dan dapur.
Ilustrasi UMKM - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Ekonom Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Y. Sri Susilo mengatakan dibandingkan dengan perusahaan besar Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lebih mampu beradaptasi menghadapi berbagai kondisi ekonomi. Dia mengatakan perusahaan besar lebih mudah mengambil opsi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dibandingkan dengan UMKM.
Menurutnya saat terjadi kenaikan bahan baku, UMKM tidak segera menaikkan harga produknya, tapi ukurannya sedikit dikurangi untuk yang makanan. Atau opsi menjual dengan ukuran yang sama namun keuntungannya lebih tipis dari sebelumnya. Tujuannya agar usahanya tetap jalan meskipun terjadi kendala.
"Masak mem-PHK tetangga, saudara, artinya dia berani berkorban agar perusahaan berlangsung," ucapnya, Minggu (20/10/2024).
Sri mengatakan di tengah deflasi yang terjadi berturut-turut, kendala utama yang dihadapi UMKM saat ini adalah pemasaran, disusul modal dan kendala lainnya. Oleh karena itu diperlukan bantuan beberapa pihak terkait dengan pemasaran.
Lebih lanjut dia mengatakan di tengah lesunya daya beli ada sedikit penurunan penjualan produk UMKM khususnya non pangan. UMKM sektor makanan lebih stabil meski belum pulih seperti pra pandemi.
Dia menjelaskan proses pemulihan ekonomi pasca pandemi memang agak lambat. Sebab begitu pandemi selesai, ekonomi masih dihadapkan pada ketidakpastian global. Baik perang antara Rusia-Ukraina dan juga Timur Tengah yang berdampak pada pangan.
Meski banyak tantangan dia berpandangan sejauh ini bisnis UMKM berjalan dengan baik. "UMKM pangan sebagian besar impor [bahan baku] tempe, tahu. Terigu juga impor ini berdampak ke situ," katanya.
Pakar Manajemen Bisnis FEB UGM, Rocky Adiguna menyampaikan saat ini sulit menaikkan daya saing UMKM, karena kurangnya minat untuk mengembangkan usaha. UMKM menghadapi berbagai tantangan untuk berkembang akibat minimnya akses terhadap teknologi, literasi digital, sampai profit yang tidak berkelanjutan.
Menurutnya diperlukan bantuan ekosistem agar UMKM dapat terintegrasi atau setidaknya menumbuhkan keinginan untuk berkembang. Ia menyebut UMKM ini lebih sering survival daripada berkembang.
BACA JUGA : Rayakan Ajang Ekonomi Kreatif, Pikat Hati Wisatawan
"Banyak tantangannya. Maka kita perlu membuat ekosistem, dan ketika UMKM bisa tergabung dalam ekosistem maka dia bisa punya sumber daya yang di luar dirinya sendiri," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RSUP Dr. Sardjito menghemat biaya operasional hingga 75% setelah menggunakan gas bumi PGN untuk boiler, laundry, sterilisasi, dan dapur.
The Temple of Champions digelar di Candi Prambanan pada 7 November 2026, menghadirkan pertandingan tinju perebutan sabuk WBC Asia.
Irjen Imipas Rudi Setiawan mengungkap dugaan penyalahgunaan wewenang di Lapas Kelas IIA Cibinong yang masih didalami.
DPC Gerindra Gunungkidul mulai membangun kantor permanen di Baleharjo dengan anggaran sekitar Rp1 miliar dari iuran kader dan anggota.
Warga Padukuhan Karang menolak tambang pasir Sungai Progo. DPRD Kulonprogo mendesak Pemkab hadir, sementara Wabup mengaku sudah mediasi.
Wamenkes Dante Saksono menyebut layanan BPJS akan disetarakan dengan mempertimbangkan kemampuan fiskal dan prioritas penyakit katastropik.