Pengangguran DIY Naik Jadi 70.560 Orang, Ini Penyebab Menurut BPS
Pengangguran DIY naik menjadi 70.560 orang pada Mei 2026. BPS dan Disnakertrans mengungkap penyebab serta strategi menekan TPT.
Ilustrasi UMKM - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Ekonom Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Y. Sri Susilo mengatakan dibandingkan dengan perusahaan besar Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lebih mampu beradaptasi menghadapi berbagai kondisi ekonomi. Dia mengatakan perusahaan besar lebih mudah mengambil opsi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dibandingkan dengan UMKM.
Menurutnya saat terjadi kenaikan bahan baku, UMKM tidak segera menaikkan harga produknya, tapi ukurannya sedikit dikurangi untuk yang makanan. Atau opsi menjual dengan ukuran yang sama namun keuntungannya lebih tipis dari sebelumnya. Tujuannya agar usahanya tetap jalan meskipun terjadi kendala.
"Masak mem-PHK tetangga, saudara, artinya dia berani berkorban agar perusahaan berlangsung," ucapnya, Minggu (20/10/2024).
Sri mengatakan di tengah deflasi yang terjadi berturut-turut, kendala utama yang dihadapi UMKM saat ini adalah pemasaran, disusul modal dan kendala lainnya. Oleh karena itu diperlukan bantuan beberapa pihak terkait dengan pemasaran.
Lebih lanjut dia mengatakan di tengah lesunya daya beli ada sedikit penurunan penjualan produk UMKM khususnya non pangan. UMKM sektor makanan lebih stabil meski belum pulih seperti pra pandemi.
Dia menjelaskan proses pemulihan ekonomi pasca pandemi memang agak lambat. Sebab begitu pandemi selesai, ekonomi masih dihadapkan pada ketidakpastian global. Baik perang antara Rusia-Ukraina dan juga Timur Tengah yang berdampak pada pangan.
Meski banyak tantangan dia berpandangan sejauh ini bisnis UMKM berjalan dengan baik. "UMKM pangan sebagian besar impor [bahan baku] tempe, tahu. Terigu juga impor ini berdampak ke situ," katanya.
Pakar Manajemen Bisnis FEB UGM, Rocky Adiguna menyampaikan saat ini sulit menaikkan daya saing UMKM, karena kurangnya minat untuk mengembangkan usaha. UMKM menghadapi berbagai tantangan untuk berkembang akibat minimnya akses terhadap teknologi, literasi digital, sampai profit yang tidak berkelanjutan.
Menurutnya diperlukan bantuan ekosistem agar UMKM dapat terintegrasi atau setidaknya menumbuhkan keinginan untuk berkembang. Ia menyebut UMKM ini lebih sering survival daripada berkembang.
BACA JUGA : Rayakan Ajang Ekonomi Kreatif, Pikat Hati Wisatawan
"Banyak tantangannya. Maka kita perlu membuat ekosistem, dan ketika UMKM bisa tergabung dalam ekosistem maka dia bisa punya sumber daya yang di luar dirinya sendiri," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pengangguran DIY naik menjadi 70.560 orang pada Mei 2026. BPS dan Disnakertrans mengungkap penyebab serta strategi menekan TPT.
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY terus menggaungkan semangat literasi melalui bedah buku Homepower
Pendapatan transfer Kulonprogo turun Rp114,66 miliar pada APBD Perubahan 2026. DPRD meminta Pemkab mengubah strategi fiskal.
Sejumlah investor menggugat Selena Gomez terkait startup kesehatan mental Wondermind. Mereka menuding ada penyesatan informasi bisnis dan menuntut pengembalian
Penyalahgunaan narkoba tidak hanya berdampak pada orang yang mengonsumsinya, tetapi juga dapat menyeret keluarga hingga lingkungan sekitar.
Polresta Cilacap mengungkap dugaan pencabulan dan persetubuhan terhadap anak dengan 24 korban selama 11 tahun. Polisi membuka posko pengaduan.