TPID DIY Tekan Angka Inflasi dengan Strategi 4K

Yosef Leon
Yosef Leon Minggu, 20 Oktober 2024 17:47 WIB
TPID DIY Tekan Angka Inflasi dengan Strategi 4K

Inflasi - Ilustrasi Freepik

Harianjogja.com, JOGJA–Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatatkan deflasi sebesar 0,10% pada September 2024.

Hal merupakan hasil dari upaya intensif Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan di tengah dinamika ekonomi global.

Asisten Sekda DIY Bidang Perekonomian dan Pembangunan Tri Saktiyana menyebutkan bahwa inflasi tahunan DIY pada September 2024 mencapai 1,85%, lebih rendah dibandingkan Juli yang mencapai 2,33%. Pencapaian ini sejalan dengan pertumbuhan ekonomi DIY yang mencapai 4,95%.

"Stabilnya inflasi ini menunjukkan keberhasilan upaya kita bersama dalam menjaga daya beli masyarakat dan menciptakan iklim investasi yang kondusif," ujar Saktiyana dalam Rakorda beberapa waktu lalu.

Menurutnya, berbagai langkah strategis yang telah dilakukan TPID DIY akan dibahas secara mendalam. Salah satu kunci keberhasilan adalah penerapan strategi 4K, yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.

"Strategi 4K ini telah terbukti efektif dalam menjaga stabilitas harga pangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi di DIY," tambah Saktiyana.

Rakorda TPID DIY juga membahas tindak lanjut arahan Presiden RI dalam Rakornas Pengendalian Inflasi 2024.

BACA JUGA: Pelabuhan Gesing Segera Diresmikan, Jadi Harapan Baru Perikanan Gunungkidul

Asisten Deputi Moneter dan Sektor Eksternal Kemenko Perekonomian RI Andriansyah menyampaikan beberapa poin penting yang perlu dilakukan yakni memperkuat produksi pangan yaitu, melalui optimalisasi pemanfaatan infrastruktur pengairan untuk mengantisipasi dampak perubahan iklim.

Mengakselerasi penerapan teknologi berbasis riset dalam mendukung digitalisasi pertanian atau smart agriculture. Mendorong investasi untuk meningkatkan nilai tambah produk pertanian.

Memutakhirkan sistem dan infrastruktur logistik terintegrasi guna mendukung kelancaran distribusi dan efisiensi rantai pasok antardaerah. Selain itu, juga memperkuat sinergi dan koordinasi antarlembaga guna mendukung upaya pengendalian inflasi.

Selain hal tersebut, disampaikan pula langkah-langkah atau upaya yang harus dilakukan untuk menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga di daerah pada Natal 2024 dan Tahun Baru 2025.

Di antaranya dengan mengintensifkan pemantauan dan sinergi pengawasan, mengintensifkan optimalisasi intervensi pasar hingga memastikan ketersediaan stok dan pasokan komoditas pangan.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Maya Herawati
Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online