BPR di DIY Tinggal 52, OJK Ungkap Penyebab dan Proyeksinya
Jumlah BPR di DIY turun menjadi 52 hingga Triwulan II 2026. OJK menyebut konsolidasi masih berlanjut hingga akhir tahun.
Impor Ekspor - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JOGJA— Presiden AS terpilih Donald Trump mengancam akan menaikkan tarif impor kepada China, Kanada dan Meksiko. Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) DIY menyebut kondisi ini bisa dimanfaatkan oleh DIY sebagaimana tahun-tahun sebelumnya saat terjadi perang dagang AS dan China.
Wakil Ketua Apindo DIY Bidang Ketenagakerjaan, Timotius Apriyanto mengatakan peluang ini dalam arti mensubstitusi barang-barang kebutuhan AS yang sebelumnya diimpor China. Misalnya produk furniture, craft, tekstil produk tekstil, pertanian, perikanan, dan lainnya.
Menurutnya akan ada kecenderungan pengalihan produk dari AS ke negara-negara lain. Meski kebijakan ini dia proyeksikan tidak akan berlangsung lama hanya sekitar satu hingga tahun. Sebab AS harus menerima konsekuensi inflasi tinggi. "DIY bisa memanfaatkan peluang ketika ada perang dagang Trump," ucapnya, belum lama ini.
Timotius menjelaskan setidaknya ada dua strategi yang bisa digunakan. Pertama adalah defence, bagaimana agar Indonesia tidak diserang dan dibanjiri produk-produk China. Hal ini dikarenakan ada kemungkinan China mencari pasar ekspansi termasuk Indonesia. Sehingga jangan sampai neraca dagang dengan China semakin negatif.
Strategi selanjutnya adalah ofensif, artinya ekspansi produk-produk Indonesia harus siap untuk masuk AS. Produk-produk yang dilarang AS dimanfaatkan sebagai peluang.
"Persoalannya kita siap enggak dengan itu. Harus disikapi jangan sampai terjadi over supply produk Tiongkok yang membuka pasar baru," tuturnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, untuk membuat produk DIY kompetitif kuncinya adalah percepatan industrialisasi. Pemerintah mestinya memberikan insentif seperti pajak dan lainnya.
BACA JUGA: 56 Orang Tewas dalam Bentrok Antarsuporter Sepak Bola di Guinea
Kemudian diplomasi perdagangan ekonomi yang pro aktif supaya bisa memfasilitasi UMKM dan bisnis DIY promosi ke AS. Masuk pasar AS, kata Timotius, memang tidak mudah, namun DIY mencatatkan ekspor tertingginya adalah ke AS.
Dia berharap Disperindag DIY berdiskusi dengan dunia industri untuk membuat rumusan dunia perdagangan. Kini menurutnya ada dua strategi yang sedang digodog yakni kebijakan anti dumping dan safeguard impor guna memberikan proteksi kepada UMKM.
Di sisi lain dia berharap agar kebijakan safeguard ini jangan sampai menjadi boomerang bagi eksportir yang bahan bakunya dipasok dari impor. Sehingga menyebabkan harga produk menjadi tidak kompetitif.
"Jangan sampai dukung safeguard gak teliti, jadikan tarif tinggi untuk perusahaan ekspor," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumlah BPR di DIY turun menjadi 52 hingga Triwulan II 2026. OJK menyebut konsolidasi masih berlanjut hingga akhir tahun.
Adhi Karya meminta maaf atas 2.400 unit LRT City yang belum diserahterimakan. Audit investigasi dan opsi refund disiapkan.
Digitalisasi pasar Bantul meluas. Hampir seluruh dari 10.370 pedagang di 33 pasar telah menggunakan QRIS sebagai alternatif pembayaran.
KPK mengungkap dugaan pemberian Rp1,5 miliar dari Bos Summarecon untuk pembukaan blokir dan pemecahan SHGB di Kabupaten Bogor.
BPOM menyebut sekitar 31 ribu sumber daya hayati Indonesia berpotensi menjadi produk kesehatan berbasis alam dan perlu hilirisasi riset.
KPK menahan Fahd Arafiq, bos Summarecon, hingga sejumlah pejabat ATR/BPN dalam kasus dugaan korupsi pengurusan HGB di Bogor.