IHSG Melemah ke 6.461,15, Bursa Asia Kompak Tertekan
IHSG ditutup turun 1,13 persen ke 6.461,15 mengikuti bursa Asia di tengah ketegangan geopolitik Iran-AS dan Ukraina-Rusia.
Foto ilustrasi penjualan emas Antam. - Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—PT Aneka Tambang Tbk atau Antam mengusulkan agar seluruh penjual emas dan perak memiliki kewajiban yang sama untuk melaporkan data penjualan kepada Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan. Usulan tersebut disampaikan untuk menciptakan tata kelola perdagangan emas nasional yang dinilai lebih transparan dan menyeluruh.
Direktur Utama Antam Untung Budiharto mengatakan penyamarataan kewajiban pelaporan diperlukan bagi seluruh pelaku dalam ekosistem perdagangan emas. Menurutnya, aturan tersebut tidak seharusnya hanya berlaku bagi Antam dan anak perusahaan Antam.
“Kami membutuhkan dukungan dari Komisi XII untuk penyamarataan kewajiban ILAP (instansi pemerintah, lembaga, asosiasi, dan pihak lain) kepada seluruh pemain dalam ekosistem perdagangan emas sebagai bagian dari upaya membangun tata kelola perdagangan emas nasional yang transparan, tertib, dan menyeluruh,” ujar Untung dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa.
Antam, kata Untung, mendukung kebijakan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 8 Tahun 2026 yang mewajibkan perusahaan pelat merah tersebut melaporkan data penjualan. Dia menilai transparansi transaksi dan kepatuhan perpajakan merupakan bagian penting dalam tata kelola industri.
“Pada prinsipnya Antam mendukung kebijakan ini, karena transparansi transaksi dan kepatuhan perpajakan merupakan bagian penting dari tata kelola industri yang baik,” kata dia.
Namun, Antam berharap kewajiban tersebut diterapkan secara adil kepada seluruh pelaku perdagangan emas. Dengan begitu, tidak hanya Antam dan anak perusahaan Antam yang menjalankan kewajiban pelaporan.
Antam Khawatir Transaksi Beralih
Untung mengatakan tren penjualan emas Antam saat ini sedang mengalami penurunan. Salah satu hal yang menjadi perhatian perseroan adalah kemungkinan respons konsumen terhadap penerapan kewajiban ILAP.
“Terdapat potensi konsumen yang merasa keberatan kemudian mengalihkan transaksi dari butik resmi Antam ke toko atau pedagang emas lainnya yang tidak memiliki kewajiban pelaporan yang sama,” ujar Untung.
Menurut dia, apabila kondisi tersebut terjadi, dampaknya tidak hanya dirasakan dari sisi penjualan Antam. Transaksi juga berpotensi bergeser dari kanal formal dan tercatat menuju kanal yang tingkat pengawasannya belum tentu sama.
Karena itu, Untung menilai penerapan kewajiban pelaporan secara merata penting untuk menciptakan ekosistem perdagangan emas yang lebih tertib.
“Emas Indonesia tidak hanya menjadi komoditas yang diperdagangkan, tetapi mampu memberikan nilai tambah penerimaan negara dan penguatan industri nasional,” ujar Untung.
Pasokan Emas Indonesia Capai 259,23 Ton
Untung mencatat total pasokan emas Indonesia sepanjang 2025 mencapai 259,23 ton. Pasokan tersebut berasal dari sejumlah sumber dengan komposisi yang berbeda.
Sebanyak 63,95 ton berasal dari impor, 81 ton berasal dari produksi izin usaha pertambangan (IUP), 105,89 ton berasal dari produksi artisanal atau tambang rakyat, dan 8,4 ton berasal dari pasar scrap.
Dari total pasokan tersebut, sebanyak 109,02 ton dijual ke pasar ekspor. Kemudian 70,1 ton masuk ke pasar primer emas logam mulia dan 80,11 ton untuk pasar emas non-logam mulia.
Laba Antam Naik 34,4 Persen
Di tengah pembahasan mengenai perdagangan emas, kinerja keuangan Antam juga menunjukkan pertumbuhan. Perseroan membukukan laba bersih Rp6,91 triliun pada semester I-2026, meningkat 34,4 persen dibandingkan Rp5,14 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Antam Arini Kasmira mengatakan peningkatan laba tersebut terjadi ketika pendapatan perseroan tumbuh sekitar 6 persen secara tahunan.
Berdasarkan paparan perseroan, pendapatan Antam pada semester I-2026 mencapai Rp62,71 triliun. Angka tersebut meningkat 6,3 persen dibandingkan pendapatan semester I-2025 yang tercatat Rp59,02 triliun.
Pada periode yang sama, laba bersih Antam naik dari Rp5,14 triliun menjadi Rp6,91 triliun. Pertumbuhan laba yang lebih tinggi dibandingkan kenaikan pendapatan turut mengerek margin laba bersih perseroan dari sekitar 8,7 persen menjadi 11 persen.
Arini mengatakan perbaikan profitabilitas tersebut antara lain ditopang efisiensi operasional. Perseroan juga berupaya menjaga kualitas produksi dan volume penjualan, terutama pada komoditas emas dan nikel.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
IHSG ditutup turun 1,13 persen ke 6.461,15 mengikuti bursa Asia di tengah ketegangan geopolitik Iran-AS dan Ukraina-Rusia.
Jadwal KA Bandara YIA Rabu 16 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Simak jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap.
KPK mengungkap aliran uang Rp1,5 miliar dari bos Summarecon kepada Erwin dalam dugaan pengurusan blokir SHGB dan pemecahan HGB.
PSS Sleman kalah dalam dua laga awal Super League 2026/2027. Bupati Harda Kiswaya berharap manajemen segera melakukan pembenahan.
Jadwal SIM Keliling Kota Jogja Rabu 16 September 2026 tersedia untuk perpanjangan SIM A dan C. Simak lokasi, waktu, dan syaratnya.
Polisi membongkar jaringan sabu Jakarta-Surabaya-Lombok dengan barang bukti 5.418,10 gram sabu yang disembunyikan di ban serep mobil.