Sensus Ekonomi 2026 DIY Dimulai 15 Juni, 4.000 Petugas Diterjunkan
BPS DIY mengerahkan 4.000 petugas untuk Sensus Ekonomi 2026. Pendataan usaha nonpertanian dilakukan door to door hingga tingkat desa.
Ilustrasi - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 2024 DIY mencapai 81,62 menduduki peringkat kedua setelah DKI Jakarta 84,15.
Akan tetapi mewakili Kota dan Kabupaten IPM Kota Jogja 89,10 dan Kabupaten Sleman 85,71 menjadi yang tertinggi secara nasional.
Menanggapi hal ini, Asisten Sekretaris Daerah DIY Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Tri Saktiyana mengatakan indikasi IPM ada 3, yang pertama adalah tingkat kesehatan diukur dari angka harapan hidup, di mana DIY masih yang tertinggi. Kedua diukur dari tingkat pendidikan dan lama masa sekolah, DIY tertinggi di Indonesia.
"Ketiga dari pendapatan masyarakat, ini DIY tidak tertinggi di Indonesia, ada yang mengalahkan yakni DKI Jakarta," ucapnya, Sabtu (7/12/2024).
Dia mengatakan dari sisi pendapatan jika DIY dibenturkan dengan DKI Jakarta maka akan sulit menyamainya. Akan tetapi DIY masih punya keunggulan seperti dari sisi pendidikan dan kesehatan.
Kemudian terkait capaian Kabupaten Sleman dan Kota Jogja yang menduduki peringkat pertama nasional, dia berharap 3 kabupaten lain yang berada di sisi Selatan seperti Gunungkidul, Bantul, dan Kulonprogo bisa mengejar.
BACA JUGA: Warisan Budaya Tak Benda Indonesia Diakui UNESCO dari Jamu, Reog hingga Kebaya
"Pak Gubernur Ngarso Dalem di dalam visi dan misinya rencana pembangunan jangka menengah bahkan panjang ini di wilayah Selatan," jelasnya.
Dia mengatakan 'gula-gula' atau bagian utama pembangunan akan diletakkan di wilayah Selatan. Misalnya Kabupaten Kulonprogo diberikan bandara, Kabupaten Gunungkidul dengan pariwisatanya, dan Kabupaten Bantul dengan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS). "Supaya lebih merata lagi."
Sebelumnya, Kepala BPS DIY, Herum Fajarwati menjelaskan IPM dibangun berdasarkan 3 dimensi yakni umur panjang dan hidup sehat, dimensi pengetahuan, dan standar hidup layak. Dari 3 dimensi ini ada 4 indikator di antaranya umur harapan hidup, harapan lama sekolah, rata-rata lama sekolah, dan pengeluaran riil per kapita per tahun yang disesuaikan.
Menurutnya status IPM menggambarkan level pencapain pembangunan manusia di suatu periode. Semakin tinggi status IPM menunjukkan pencapaian pembangunan manusia yang semakin baik.
"Perkembangan IPM DIY 2024 di posisi 81,62 dibandingkan IPM 2023 di posisi 81,09 berarti mengalami pertumbuhan 0,65%," ucap Herum. (Anisatul Umah)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPS DIY mengerahkan 4.000 petugas untuk Sensus Ekonomi 2026. Pendataan usaha nonpertanian dilakukan door to door hingga tingkat desa.
Aldila Sutjiadi juara Bad Homburg Open 2026 bersama Vera Zvonareva usai menang di final, menjadi modal menuju Wimbledon.
Hadeging Pakualaman ke-214 menghadirkan kethoprak sejarah Pakualaman, Pasar Sewandanan, Festival Jathilan, dan puluhan UMKM.
Gus Miftah dan Gus Yusuf Macul Langit mengisi pengajian di Bantul untuk mengedukasi masyarakat tentang bahaya pinjol, judol, dan investasi ilegal.
Kekeringan Jawa Tengah melanda Klaten, Pemalang, dan Boyolali. Ribuan warga terdampak, BNPB salurkan bantuan air bersih.
Menkop Ferry Juliantono mematangkan model bisnis Koperasi Merah Putih. Ribuan gerai telah rampung dan disiapkan menyalurkan barang subsidi.