Cadangan Devisa Stabil, Ketahanan Ekonomi Indonesia Tetap Terjaga

Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana Jum'at, 07 Agustus 2026 13:27 WIB
Cadangan Devisa Stabil, Ketahanan Ekonomi Indonesia Tetap Terjaga

Foto ilustrasi devisa. - Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA—Posisi cadangan devisa Indonesia tetap berada pada level tinggi hingga akhir Juli 2026, meski pasar keuangan global kembali dibayangi ketidakpastian. Bank Indonesia (BI) mencatat cadangan devisa mencapai US$145,3 miliar, yang dinilai masih mampu menopang ketahanan sektor eksternal sekaligus mendukung stabilitas nilai tukar rupiah.

Besarnya cadangan devisa tersebut juga memberikan ruang bagi bank sentral untuk menjalankan kebijakan stabilisasi di tengah dinamika ekonomi global.

Posisi Cadangan Devisa Relatif Stabil

Berdasarkan siaran pers Bank Indonesia, Jumat (7/8/2026), posisi cadangan devisa pada akhir Juli 2026 tercatat sebesar US$145,3 miliar.

Nilai tersebut relatif stabil dibandingkan posisi akhir Juni 2026 yang mencapai US$145,6 miliar.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan perkembangan cadangan devisa selama Juli dipengaruhi oleh sejumlah faktor yang saling mengimbangi.

Menurutnya, penerimaan pajak dan jasa pemerintah serta penerbitan global bond mampu menutup kebutuhan pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah yang ditempuh BI di tengah meningkatnya kembali ketidakpastian pasar keuangan global.

Mampu Biayai Impor Lebih dari Lima Bulan

Ramdan menjelaskan posisi cadangan devisa saat ini setara dengan pembiayaan:

5,5 bulan impor, atau
5,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

"Angka itu juga masih berada jauh di atas standar kecukupan internasional yang berada di kisaran tiga bulan impor," ujarnya.

Menurut BI, tingkat cadangan devisa tersebut menunjukkan kemampuan Indonesia dalam menjaga ketahanan sektor eksternal serta mendukung stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

BI Optimistis Ketahanan Ekonomi Tetap Terjaga

Bank Indonesia menilai cadangan devisa yang memadai menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas perekonomian nasional.

Selain itu, prospek aliran modal asing juga diperkirakan tetap positif seiring masih kuatnya kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi Indonesia dan daya tarik imbal hasil investasi domestik.

BI menegaskan akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah guna menjaga ketahanan eksternal sekaligus mempertahankan stabilitas ekonomi nasional dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Sebelumnya, pada akhir Juni 2026, cadangan devisa Indonesia tercatat sebesar US$145,6 miliar atau setara Rp2.606 triliun, menggunakan kurs JISDOR pada 30 Juni 2026 sebesar Rp17.899 per dolar AS.

Nilai tersebut meningkat dibandingkan posisi akhir Mei 2026 yang mencapai US$144,9 miliar.

Saat itu, Ramdan Denny Prakoso menjelaskan kenaikan cadangan devisa dipengaruhi oleh penerimaan pajak dan jasa pemerintah, meski di saat yang sama terdapat pembayaran utang luar negeri pemerintah serta pelaksanaan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah oleh Bank Indonesia.

Dengan posisi cadangan devisa yang tetap tinggi hingga akhir Juli, BI menilai Indonesia masih memiliki bantalan yang kuat untuk menghadapi gejolak pasar keuangan global.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online