Harga Emas Pegadaian 11 Agustus 2026 Kompak Stagnan, Antam Rp2,79 Juta
Harga emas Antam, UBS dan Galeri 24 di Pegadaian 11 Agustus 2026 stagnan. Emas Antam 1 gram tetap Rp2,798 juta.
Foto ilustrasi devisa. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Posisi cadangan devisa Indonesia tetap berada pada level tinggi hingga akhir Juli 2026, meski pasar keuangan global kembali dibayangi ketidakpastian. Bank Indonesia (BI) mencatat cadangan devisa mencapai US$145,3 miliar, yang dinilai masih mampu menopang ketahanan sektor eksternal sekaligus mendukung stabilitas nilai tukar rupiah.
Besarnya cadangan devisa tersebut juga memberikan ruang bagi bank sentral untuk menjalankan kebijakan stabilisasi di tengah dinamika ekonomi global.
Posisi Cadangan Devisa Relatif Stabil
Berdasarkan siaran pers Bank Indonesia, Jumat (7/8/2026), posisi cadangan devisa pada akhir Juli 2026 tercatat sebesar US$145,3 miliar.
Nilai tersebut relatif stabil dibandingkan posisi akhir Juni 2026 yang mencapai US$145,6 miliar.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan perkembangan cadangan devisa selama Juli dipengaruhi oleh sejumlah faktor yang saling mengimbangi.
Menurutnya, penerimaan pajak dan jasa pemerintah serta penerbitan global bond mampu menutup kebutuhan pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah yang ditempuh BI di tengah meningkatnya kembali ketidakpastian pasar keuangan global.
Mampu Biayai Impor Lebih dari Lima Bulan
Ramdan menjelaskan posisi cadangan devisa saat ini setara dengan pembiayaan:
5,5 bulan impor, atau
5,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.
"Angka itu juga masih berada jauh di atas standar kecukupan internasional yang berada di kisaran tiga bulan impor," ujarnya.
Menurut BI, tingkat cadangan devisa tersebut menunjukkan kemampuan Indonesia dalam menjaga ketahanan sektor eksternal serta mendukung stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.
BI Optimistis Ketahanan Ekonomi Tetap Terjaga
Bank Indonesia menilai cadangan devisa yang memadai menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas perekonomian nasional.
Selain itu, prospek aliran modal asing juga diperkirakan tetap positif seiring masih kuatnya kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi Indonesia dan daya tarik imbal hasil investasi domestik.
BI menegaskan akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah guna menjaga ketahanan eksternal sekaligus mempertahankan stabilitas ekonomi nasional dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Sebelumnya, pada akhir Juni 2026, cadangan devisa Indonesia tercatat sebesar US$145,6 miliar atau setara Rp2.606 triliun, menggunakan kurs JISDOR pada 30 Juni 2026 sebesar Rp17.899 per dolar AS.
Nilai tersebut meningkat dibandingkan posisi akhir Mei 2026 yang mencapai US$144,9 miliar.
Saat itu, Ramdan Denny Prakoso menjelaskan kenaikan cadangan devisa dipengaruhi oleh penerimaan pajak dan jasa pemerintah, meski di saat yang sama terdapat pembayaran utang luar negeri pemerintah serta pelaksanaan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah oleh Bank Indonesia.
Dengan posisi cadangan devisa yang tetap tinggi hingga akhir Juli, BI menilai Indonesia masih memiliki bantalan yang kuat untuk menghadapi gejolak pasar keuangan global.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Harga emas Antam, UBS dan Galeri 24 di Pegadaian 11 Agustus 2026 stagnan. Emas Antam 1 gram tetap Rp2,798 juta.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 23 September 2026 lengkap dengan 15 perjalanan, waktu keberangkatan, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 23 September 2026 dari Palur menuju Jogja lengkap dengan waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Dana pendidikan gratis Rp93,7 triliun masih berupa hitungan awal. Mendiktisaintek akan membahasnya bersama Kemenkeu dan Danantara.
Harga iPhone 2027 berpotensi naik akibat biaya memori meningkat. Apple disebut sudah menyepakati harga RAM dan NAND Samsung untuk awal 2027.
Sleman Creative Weeks 2026 menghadirkan empat agenda seni dan budaya mulai 27 September hingga Oktober, termasuk festival film dan layang-layang.