Prabowo Target Garuda Cetak Laba 2027, Ini Kinerja GIAA
Garuda Indonesia ditargetkan mulai mencetak laba pada awal 2027. Rugi GIAA kuartal I/2026 menyusut 45,2% menjadi US$41,6 juta.
Ilustrasi penukaran mata uang rupiah dengan dolar Amerika Serikat/ Bisnis.com
Harianjogja.com, JAKARTA— Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan dolar Amerika Serikat (AS). Pada perdagangan Kamis (17/9/2026), rupiah ditutup melemah tajam hingga mencapai level Rp17.753 per dolar AS.
Berdasarkan data analisis Doo Financial Futures, rupiah terdepresiasi 0,32% atau turun 57 poin dibandingkan perdagangan sebelumnya. Pelemahan mata uang Garuda tersebut berlangsung di tengah penguatan indeks dolar AS dan kenaikan imbal hasil atau yield obligasi AS.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan tekanan terhadap rupiah tidak terlepas dari perkembangan kebijakan moneter bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed).
Menurut dia, lonjakan indeks dolar AS dan yield obligasi AS terjadi setelah Rapat Dewan Gubernur (FOMC) The Fed pada Rabu malam waktu setempat. Pernyataan hawkish dari Ketua The Fed Warsh turut meningkatkan ekspektasi pasar terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut pada akhir tahun ini.
Rupiah Tertekan Bersama Sejumlah Mata Uang Asia
Pelemahan rupiah pada penutupan perdagangan Kamis juga sejalan dengan tekanan yang terjadi pada sebagian besar mata uang di kawasan Asia.
Won Korea Selatan menjadi mata uang yang mengalami pelemahan paling dalam terhadap dolar AS, yakni sebesar 0,61%. Berikutnya terdapat ringgit Malaysia yang turun 0,54%, dolar Taiwan melemah 0,27%, peso Filipina turun 0,02%, serta dolar Hong Kong melemah 0,01% terhadap dolar AS.
Di sisi lain, sejumlah mata uang Asia masih mampu menguat terhadap dolar AS. Yen Jepang tercatat menguat 0,30%, disusul dolar Singapura yang naik 0,13%.
Rupee India dan baht Thailand masing-masing menguat 0,05%, sedangkan yuan China menguat 0,01% terhadap dolar AS.
Pergerakan tersebut menunjukkan tekanan terhadap mata uang Asia berlangsung beragam, seiring pasar mencermati perkembangan dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS.
Pasar Menanti Arah Kebijakan BI
Sinyal hawkish dari The Fed juga menjadi perhatian karena Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) dijadwalkan berlangsung pada minggu depan.
Sebelumnya, BI diperkirakan akan mempertahankan tingkat suku bunga acuan. Namun, perkembangan kebijakan The Fed dan penguatan dolar AS menjadi faktor yang turut diperhatikan pasar menjelang keputusan tersebut.
Lukman mengatakan investor juga akan mencermati pergerakan sejumlah indikator pasar lainnya karena tidak terdapat rilis data ekonomi penting.
“Dengan absennya rilis data ekonomi penting, para investor untuk sementara akan memantau ketat pergerakan harga minyak mentah dunia dan imbal hasil obligasi AS,” terangnya.
Untuk perdagangan Jumat (18/9/2026), rupiah diperkirakan bergerak pada kisaran Rp17.700 hingga Rp17.850 per dolar AS.
Pergerakan tersebut akan dipengaruhi oleh perkembangan indeks dolar AS, yield obligasi AS, harga minyak mentah dunia, serta respons pasar terhadap sinyal kebijakan moneter The Fed dan agenda RDG BI pada pekan depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Garuda Indonesia ditargetkan mulai mencetak laba pada awal 2027. Rugi GIAA kuartal I/2026 menyusut 45,2% menjadi US$41,6 juta.
Mensos Gus Ipul mengajak RT/RW dan pemda memperbaiki data bansos. Evaluasi Kemensos menyebut sekitar 45 persen data penerima PKH dan sembako tidak tepat sasaran
Satlantas Polresta Jogja merilis jadwal pelayanan SIM November 2026, mulai Satpas, SIM Keliling Alkid, SIM MAMI, hingga layanan Drive Thru.
Pelajar dan mahasiswa Indonesia menciptakan AeroSpora, dinding lumut pintar, dan NovaSight, aplikasi matematika berbasis AI untuk tunanetra.
Mario Aji gagal finis di Moto2 Malaysia setelah terjatuh pada lap kedua. Pembalap Indonesia itu kini membidik hasil lebih baik di Qatar.
Jadwal KRL Solo-Jogja Senin, 2 November 2026. Ada 12 pilihan keberangkatan dari Palur, mulai pukul 05.00 hingga 20.42 WIB.