Kemenkum DIY Perluas Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual
Kemenkum DIY akan memperluas perlindungan hak kekayaan intelektual melalui Sentra Kekayaan Intelektual di kampus dan UMKM.
Ilustrasi libur Natal - Foto dibuat oleh AI/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY menyebut pilihan menginap wisatawan DIY masih terpusat di Kota Jogja dan Kabupaten Sleman. Hal ini masih menjadi pekerjaan rumah bersama menjadikan pilihan menginap wisatawan merata di empat kabupaten dan satu kota.
Ketua GIPI DIY, Bobby Ardianto memerkirakan di libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025 ini pilihan berwisata memang sudah menyebar, hanya saja lokasi menginapnya belum.
Menurutnya salah satu penyebab wisatawan menginap di Kota Jogja dan Sleman karena banyak pilihan wisata malamnya.
Sementara di Kabupaten lain seperti Kulonprogo dan Gunungkidul belum ada. Wisatawan jadi memilih Kota Jogja dan Kabupaten Sleman karena hal tersebut.
"Saat ini amenities sudah terpenuhi, ada hotel bintang 4 di Kulonprogo tapi tidak didukung dengan nightlife yang ada di situ," ucapnya, Sabtu (14/12/2024).
BACA JUGA: Hujan Terus-terusan, Bahu Jalan Jogja-Wonosari di Piyungan Bantul Longsor
Bobby mengatakan kondisi ini menjadikan wisatawan enggan menginap di Kabupaten lain. Mereka akan menginap di Kulonprogo biasanya karena mengejar penerbangan atau karena sedang ada kegiatan di sana.
Lebih lanjut dia mengatakan GIPI DIY optimis libur Nataru 2024/2025 akan lebih baik dari tahun lalu. Jika para pemangku kepentingan pariwisata bisa menjadi tuan rumah yang baik, ini akan menarik wisatawan untuk tinggal di Jogja.
Tahun ini Bobby sebut sedikit berbeda, karena infrastruktur menuju DIY sudah lebih baik, dari sisi Utara dan sisi Selatan. Jalan tol, hingga Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) sudah berfungsi sehingga mempermudah orang masuk ke DIY.
"Pertanyaannya saat mereka masuk ke Jogja mampu gak ditahan di Jogja, untuk spending. Ini jadi autokritik kami bersama," jelasnya.
Ia menyebut event di akhir tahun ini masih sama dengan tahun sebelumnya. Menurutnya perlu ada inovasi agar tidak monoton. "Untuk kita berikan kepada wisatawan," lanjutnya.
Sebelumnya, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY menyebut akan ada penyesuaian harga kamar saat libur Nataru 2024/2025 periode 24 Desember 2024 hingga 1 Januari 2025. Hotel anggota PHRI DIY boleh melakukan penyesuaian harga di range 60%-75% dari harga publish rate.
Ketua PHRI DIY, Deddy Pranowo mengatakan kenaikan harga kamar ini mempertimbangkan beberapa hal. Seperti kenaikan harga pokok, biaya operasional dan lainnya. Lebih-lebih di 2025 juga akan terbebani dengan kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Upah Minimum Provinsi (UMP), dan lainnya.
Menurutnya seperti tahun lalu jika ada anggota PHRI DIY yang tidak taat, menaikkan harga lebih dari yang disepakati maka akan dikenakan sanksi. "Penyesuaian harga dengan kenaikan maksimal 60% sampai 75% dari harga publish rate," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemenkum DIY akan memperluas perlindungan hak kekayaan intelektual melalui Sentra Kekayaan Intelektual di kampus dan UMKM.
Jadwal KRL Solo–Jogja terbaru 2026 lengkap dari Palur ke Tugu. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan efisien.
3 pelaku pembacokan pelajar di SMAN 3 Jogja ditangkap di Cilacap. Polisi masih memburu 3 pelaku lain terkait konflik geng.
Dua kakak beradik tewas dalam kecelakaan melibatkan dua truk di Ngawi. Polisi masih selidiki identitas kendaraan.
Polres Bantul perketat patroli malam untuk tekan klitih dan kejahatan jalanan. Orang tua diminta awasi anak sebelum jam 22.00 WIB.
Imigrasi Tangerang tangkap 19 WNA pelaku love scamming di apartemen Teluknaga, diduga sindikat internasional dari Kamboja.