Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Investasi - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com JOGJA—Realisasi Kota Jogja pada 2024 sampai dengan triwulan ketiga mencapai Rp806,8 miliar. Angka ini sudah melampaui target yang ditetapkan, dengan sektor investasi terbanyak pada perhotelan dan restoran.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Jogja, Budi Santosa, menjelaskan realisasi investasi Kota Jogja 2024 sudah melampaui target pada triwulan ketiga. “Senilai Rp806,8 miliar dari target Rp733,2 miliar atau 110 persen,” ujarnya, Kamis (2/1/2025).
Data yang telah diperoleh saat ini baru sampai pada triwulan ketiga 2024. Sedangkan untuk data sepanjang 2024 hingga triwulan keempat baru akan keluar pada 20 Januari mendatang.
Jika dilihat dari tren tahun ke tahun, realisasi investasi di Kota Jogja terus mengalami peningkatan. Pada 2020, realisasinya sebesar Rp243,2 miliar, 2021 sebesar Rp248,6 miliar, pada 2022 sebesar Rp428,4 miliar dan pada 2023 sebesar Rp862,4 miliar.
Dengan masih adanya triwulan keempat yang belum masuk hitungan, diperkirakan pada 2024 realisasinya juga mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya.
Adapun untuk target 2025, saat ini masih menunggu kebijakan dari Pemerintah Pusat. “Masih menunggu angka dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi,” katanya.
Dari jumlah realisasi investasi tersebut, sektor yang paling mendominasi adalah perhotelan dan restoran sebesar Rp431,2 miliar; kemudian jauh di bawahnya sektor jasa lainnya Rp29,3 miliar; sektor perumahan, kawasan industri dan perkantoran Rp28,9 miliar; sektor perumahan, kawasan industri dan perkantoran Rp12,1 miliar; sektor perdagangan dan reparasi Rp10 miliar.
Pemkot Jogja terus berupaya menggenjot investasi. Sejumlah inovasi pun dikembangkan untuk mendukung upaya ini. Salah satu inovasi itu yakni Sistem Arsip Digital (Siadi), yang merupakan sistem untuk mempermudah pengguna mencari berkas arsip Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang dibutuhkan.
Sistem ini bekerja dengan cara pencari berkas memasukkan nomor SK IMB melalui https://smartarsip.jogja.kotapintar.id/.
Lalu sistem akan mencari lemari letak arsip dan alat yang menempel di lemari akan berbunyi menandakan arsip berada di lemari tersebut. Gun atau handphone yang telah dibekali Near Field Communication (NFC) digunakan untuk memindai berkas yang berada di lemari yang berbunyi.
Kemudian Cek Poin Jogja, yaitu portal potensi investasi Kota Jogja yang digunakan untuk mengakses informasi terkait potensi investasi Kota Jogja.
“Lalu Kopi Joss, yakni konsultasi tatap muka dan online melalui Whatsapp Chatbot untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik untuk optimalisasi layanan informasi dan konsultasi perizinan berusaha OSS,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Anwar Ibrahim mendesak Israel segera membebaskan aktivis Global Sumud Flotilla yang ditahan saat membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Polresta Sleman kembali membuka peluang restorative justice dalam kasus Shinta Komala terkait dugaan penggelapan iPhone 14.
Kasus kekerasan seksual santri di Lombok Tengah mengungkap penggunaan aplikasi khusus gay oleh tersangka berinisial YMA.
Transformasi ekonomi DIY dinilai tak bisa dipisahkan dari budaya lokal yang menjadi fondasi pengembangan ekonomi kreatif Yogyakarta.
Satpol PP Solo meminta pedagang olahan daging anjing beralih usaha sesuai Perda Tertib Pangan Kota Solo 2025.