SBY Minta Maaf Tak Hadiri HUT Ke-81 RI, Jalani Cek Kesehatan di AS
SBY meminta maaf tak menghadiri HUT Ke-81 RI karena menjalani pemeriksaan kesehatan di Mayo Clinic, AS, dan dijadwalkan kembali September.
Ilustrasi - Sebuah truk mengalami pecah ban yang mengakibatkan benturan dengan kendaraan minibus di jalan Tol Cipularang. Antara/ist-Jasa Marga
Harianjogja.com, JOGJA—Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengingatkan kepada pengemudi yang melintas jalan bebas hambatan atau tol menurunkan kecepatannya ketika melintasi jalan yang rusak dan berlubang. Hal ini untuk mengantisipasi pecah ban dan kecelakaan lalu lintas.
Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Jawa Tengah dan DIY Bambang Widjanarko mengatakan apabila pengemudi dikagetkan oleh kemunculan lubang secara tiba-tiba di jalan tol, hal yang paling bijaksana adalah mengorbankan ban untuk menghantam lubang.
"Hal itu jauh lebih baik daripada harus buang badan ke kiri atau ke kanan atau mengerem secara mendadak yang malah akan bisa mengakibatkan tabrakan beruntun," kata Bambang, dalam keterangan tertulis, Senin (3/2/2025).
Ia mengatakan sebelum adanya jalan tol trans Jawa, kasus pecah ban dan velg pada mobil dan motor pada musim hujan lebih sering dialami oleh pengemudi kendaraan bermotor, namun sejak tersambungnya tol trans Jawa kasus seperti ini sudah jauh berkurang.
BACA JUGA: Speedboat Basarnas Meledak, 3 Tewas dan 1 Wartawan Hilang
Dahulu setiap musim hujan tiba, pasti penjualan ban dan velg selalu meningkat, karena pengendara menghindari aquaplaning atau hilang kendali di atas lapisan air dan banyak yang rodanya membentur bibir lubang di jalan.
Kasus-kasus yang kerap terjadi ketika ban membentur bibir lubang dikenal di kalangan teknisi ban sebagai impact burst atau benturan, cut burst (terpotong) dan run flat (kehabisan udara).
"Bukan lantas berarti semua kendaraan tidak boleh melintasi jalanan rusak dan bebatuan.Boleh saja, karena yang tidak boleh adalah menghantam lubang di jalan, kalau melindas boleh saja. Paling hanya supaya mengemudi lebih berhati-hati, karena lubang yang muncul di jalur cepat seperti tol lebih mengagetkan ketimbang yang di jalan perkotaan," katanya.
Menurut Bambang, ada perbedaan jelas antara menghantam lubang dengan melindas lubang. Menghantam lubang terjadi karena pengemudi dikejutkan oleh kemunculan lubang secara tiba-tiba pada kecepatan tinggi, sedangkan melindas adalah melintasi lubang secara perlahan-lahan.
"Jika pengemudi sudah mengetahui adanya jalanan rusak, maka secara otomatis dia akan menurunkan kecepatannya ketika melintasinya," katanya.
Lebih lanjut, Bambang mengatakan beberapa hari lalu ramai beredar video amatir di media sosial membahas soal banyaknya kendaraan pribadi maupun niaga yang mengalami pecah ban dan velg di jalan Tol Cipali.
Berbagai macam komentar dilontarkan oleh para netizen menimpali video tersebut, antara lain adalah tentang cara mengajukan ganti rugi terhadap pengelola tol.
"Perlu saya klarifikasi di sini, bahwa tidak ada satu pun produk ban yang sengaja di-design oleh pabriknya agar tahan terhadap benturan (impact resistance)," katanya.
Ia juga mengatakan bahwa ada hanya ban yang tahan untuk pemakaian jangka panjang (wear resistance) dan ban yang tahan terhadap tusukan dan goresan. Itupun tidak seluruhnya berlaku, mengingat bahwa karet compound sebagai bahan baku ban secara dalil fisika pasti kalah kuat dibanding besi atau batu.
Jadi ban apapun yang menghantam bibir lubang dan benda padat lainnya di sepanjang jalan seperti batu, besi atau trotoar pasti akan mengalami kerusakan.
"Bahkan ban dengan tingkat kekerasan seperti ban untuk keperluan militer (militairy purpose) pun tidak di-design secara khusus untuk menghantam lubang," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
SBY meminta maaf tak menghadiri HUT Ke-81 RI karena menjalani pemeriksaan kesehatan di Mayo Clinic, AS, dan dijadwalkan kembali September.
Kunjungi Kontingen Sleman di Jamnas XII, Bupati Sleman Harap Peserta Mendulang Ilmu dan Pengalaman
Stunting pada anak masih dapat dioptimalkan jika ditemukan dan ditangani sedini mungkin. Dokter gizi menjelaskan tanda dan langkah penanganannya.
361 siswa di Karo diduga keracunan usai menyantap MBG. Satu siswa dirawat intensif di RSU Haji Medan karena mengalami penurunan kesadaran.
Polisi mengamankan pria yang diduga berkaitan dengan pelemparan benda diduga molotov di dua Pos Lantas Surabaya. Kota dipastikan kondusif.
RSUP Dr. Sardjito, UGM, dan PERKI Cabang Jogja menggelar deteksi dini penyakit jantung di Gunungkidul untuk menemukan faktor risiko warga.