Pantura Jawa Terancam Turun Dua Meter, Giant Sea Wall Jadi Prioritas
Pembangunan Giant Sea Wall di Pantura Jawa terus dimatangkan untuk mengatasi banjir rob dan penurunan muka tanah serta melindungi pusat ekonomi nasional.
Foto ilustrasi jalan tol. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Pemerintah mulai merestrukturisasi proyek Jalan Tol Gedebage–Tasikmalaya–Cilacap (Getaci) setelah dua kali proses lelang gagal menarik investor. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bersama Kementerian Keuangan mengkaji ulang struktur proyek untuk meningkatkan kelayakan investasi dan menarik minat badan usaha.
Evaluasi dilakukan karena proyeksi lalu lintas kendaraan di ruas Tol Getaci berubah dibandingkan perencanaan awal. Selain itu, dinamika ekonomi dalam beberapa tahun terakhir, termasuk dampak pandemi Covid-19 dan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), dinilai memengaruhi kelayakan finansial proyek tersebut.
Direktur Jalan Bebas Hambatan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PU, Dedy Gunawan, mengatakan pemerintah tengah meninjau kembali skema proyek yang sebelumnya sempat dipecah (unbundling) hingga ruas Tasikmalaya.
"Kemarin kan kita coba unbundling sampai Tasikmalaya, nanti mungkin akan kita cek lagi apakah masih feasible atau enggak, karena kan kemarin ada kasus Covid, ada kenaikan harga BBM itu kan pasti memengaruhi," ujar Dedy saat ditemui di Kompleks Parlemen RI, dikutip Senin (13/7/2026).
Menurut Dedy, proses restrukturisasi diperkirakan berlangsung selama sekitar satu tahun. Pemerintah menargetkan evaluasi tersebut rampung pada 2027 mengingat perlunya penghitungan ulang terhadap aspek teknis maupun kelayakan investasi.
Dalam proses tersebut, pemerintah akan mengkaji kembali apakah proyek tetap dibagi menjadi beberapa paket (unbundling) atau digabung kembali (bundling) agar lebih menarik bagi investor dan lembaga pembiayaan.
"Kalau enggak salah satu tahun, sampai 2027. Direviu dulu karena kemarin enggak ada peminat, jadi kita reviu. Kita restruct project-nya," pungkas Dedy.
Sebelumnya, proyek Tol Getaci yang digadang-gadang menjadi jalan tol terpanjang di Indonesia belum berhasil mendapatkan investor meski telah dua kali ditawarkan melalui proses lelang.
Ruas tol ini direncanakan menghubungkan Provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah dengan total panjang sekitar 206,65 kilometer, terdiri atas 171,40 kilometer di wilayah Jawa Barat dan 35,25 kilometer di Jawa Tengah.
Dalam rancangan awal, Tol Getaci dibagi menjadi empat seksi, yaitu Junction Gedebage–Garut Utara sepanjang 45,20 kilometer, Garut Utara–Tasikmalaya sepanjang 50,32 kilometer, Tasikmalaya–Patimuan sepanjang 76,78 kilometer, serta Patimuan–Cilacap sepanjang 34,35 kilometer.
Hasil restrukturisasi nantinya akan menjadi dasar pemerintah dalam menentukan skema lelang berikutnya sekaligus arah pengembangan salah satu proyek strategis nasional yang diharapkan meningkatkan konektivitas antara Jawa Barat dan Jawa Tengah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Pembangunan Giant Sea Wall di Pantura Jawa terus dimatangkan untuk mengatasi banjir rob dan penurunan muka tanah serta melindungi pusat ekonomi nasional.
The Jakmania resmi boikot launching Persija Jakarta dan laga vs Brisbane Roar karena harga tiket naik Rp150 ribu. Manajemen didesak turunkan harga.
Van Gastel menyambut rumor Adidas menjadi apparel baru PSIM Jogja musim 2026/2027. Jersey anyar akan diperkenalkan pada 29 Agustus.
Film "Operasi Pesta Copet" tayang hari ini. Debut sutradara Edy Khemod dengan Iqbaal Ramadhan, Kristo Immanuel, dan Zulfa Maharani. Simak sinopsis dan daftar pe
Google rilis Gemini 3.5 Transcribe, AI speech-to-text 70% lebih cepat dari Chirp 3. Bisa hilangkan kata pengisi, support 85 bahasa, dan sudah di Gboard Pixel 11
UGG Gunungsewu akan menjalani revalidasi 2027. Pemkab Gunungkidul mulai memperbaiki catatan evaluasi 2023 dan menyiapkan dokumen.