Tol Jogja-Solo: Exit Toll Bokoharjo Ditarget Fungsional Lebaran 2027
Pembangunan Tol Jogja-Solo mencapai 98%. Jasa Marga menambah akses exit Tol Purwomartani menuju Bokoharjo yang ditargetkan fungsional saat Lebaran 2027.
Inflasi - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Diskon tarif listrik menjadi salah satu penyebab DIY mengalami deflasi 0,35% secara bulanan (month-to-month/mtm) pada Januari 2025. Bank Indonesia (BI) Perwakilan DIY menyebut pengaruh diskon tarif listrik pada inflasi Februari 2025 akan menurun.
Kepala BI Perwakilan DIY, Ibrahim mengatakan pada Januari 2025 secara mtm terjadi deflasi karena dibandingkan dengan Desember 2024 yang tidak ada kebijakan diskon tarif. Kebijakan tersebut berlaku pada Januari 2025 dan Februari 2025, sehingga secara mtm kemungkinan di Februari 2025 pengaruhnya akan menurun. "Kan sudah dilakukan di Januari [diskon tarif listrik], jadi secara mtm stabil karena gak ada perubahan," tuturnya, Kamis (27/2/2025).
Akan tetapi secara tahunan (year-on-year/yoy) diperkirakan masih akan deflasi karena dibandingkan periode yang sama Februari 2024. Sebab di periode yang sama tahun lalu tidak ada diskon tarif listrik.
Lebih lanjut dia mencontohkan kenaikan bahan bakar minyak (BBM) pada September 2022 efeknya memudar dari waktu ke waktu. Sehingga pada September 2023 normal kembali. "Demikian juga secara yoy [efek diskon tarif] Januari 2026 akan hilang," lanjutnya.
Sekretaris Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Yogyakarta, Y. Sri Susilo mengatakan harga pangan di Februari 2025 ini cenderung stabil. Diskon tarif listrik juga masih berlaku bulan ini. Ia memperkirakan inflasi Februari 2025 tidak akan jauh berbeda dengan bulan sebelumnya.
Sri menyebut meski pasokan untuk pangan masih banyak, namun di bulan depan dampaknya akan berbeda. Memasuki bulan puasa dan menjelang lebaran harga akan naik karena ada psikologi harga, bukan mekanisme pasar. Saat pedagang menaikkan harga, pembeli menerima kenaikan harga tersebut. "Saya rasa untuk mtm Februari enggak jauh beda dengan mtm Januari," ucapnya.
Sebelumnya, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY, Herum Fajarwati menjelaskan komoditas listrik memberikan andil deflasi 1,25%, disusul tarif kereta api (KA) memberikan andil deflasi 0,02%, bawang merah, timun, dan angkutan antar kota masing-masing memberikan andil deflasi 0,01%.
Herum menjelaskan diskon 50% biaya listrik kepada pelanggan rumah dengan beban di bawah 2.200 VA pada Januari dan Februari 2025 punya andil besar. "Komoditas listrik pada konsumsi masyarakat di DIY cukup tinggi, sehingga Januari ini deflasi cukup dalam," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pembangunan Tol Jogja-Solo mencapai 98%. Jasa Marga menambah akses exit Tol Purwomartani menuju Bokoharjo yang ditargetkan fungsional saat Lebaran 2027.
Djumari, 76, meninggal saat tadarus Al-Qur'an di Masjid Nurul Huda Semarang. Detik-detik kepergiannya terekam CCTV dan viral.
Polisi menangkap dua orang terkait dugaan penistaan agama di The Sounds Project Ancol. Enam saksi telah diperiksa.
Destry Damayanti diusulkan menjadi Gubernur BI oleh Prabowo. Simak profil, pendidikan, perjalanan karier, dan rekam jejaknya di Bank Indonesia.
Menhub Dudy Purwagandhi meninjau evakuasi KMP Putri Yasmin di Lombok. Satu penumpang meninggal dan 12 orang dirawat
Kajati DIY Sri Kuncoro menemui Wagub Paku Alam X untuk memperkuat sinergi dan siap mendampingi program Pemda DIY dalam aspek hukum.