Profil Savia, Sinden Cilik Disabilitas yang Tampil di Istana
Savia Aulia Rahmawati, sinden cilik asal Ciledug, tampil di Istana saat HUT ke-81 RI dan mendapat respons positif dari Presiden Prabowo.
Ketua Kadin Indonesia Komite Tiongkok (KIKT) Garibaldi “Boy” Thohir dan Ketua Umum Yayasan Warga Bumiputra Indonesia (YWBPI) Hendropriyono menyerahkan beasiswa kepada tiga calon mahasiswa yang diberangkatkan ke Universitas Tianjin China, Jakarta, Sabtu (29/8/2026)./Istimewa
Harianjogja.com, JAKARTA—Ketua Kadin Indonesia Komite Tiongkok (KIKT) Garibaldi “Boy” Thohir mendorong kerja sama pendidikan Indonesia dan Cina sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Menurut Boy, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Cina dalam dua dekade terakhir menunjukkan kemajuan yang pesat, terutama dalam bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika atau STEM.
Hal tersebut disampaikan Boy saat menghadiri agenda pelepasan penerima Beasiswa Dharma Bumiputra untuk Indonesia di Jakarta Pusat, Sabtu (29/8/2026).
Boy mengatakan ketertarikannya terhadap perkembangan pendidikan di Cina muncul setelah bertemu dengan sejumlah profesor dari berbagai universitas di negara tersebut.
“Dalam perjalanannya saya melihat memang kemajuan ilmu pengetahuan di Cina itu luar biasa. Saya bertemu beberapa profesor dari beberapa universitas dan memang luar biasa,” kata Boy.
Ia menilai kekuatan pendidikan di Cina tidak hanya terlihat dari kemampuan menghasilkan peneliti. Menurutnya, lulusan perguruan tinggi di negara tersebut juga banyak yang mampu menjadi inventor dan mengembangkan teknologi hingga masuk ke sektor industri.
“Profesor-profesor yang lulusan dari Cina itu mereka bukan saja menjadi peneliti, tetapi mereka juga menciptakan, inventor,” ujarnya.
Berawal dari Kerja Sama dengan Tianjin University
Upaya KIKT membuka akses pendidikan bagi pelajar Indonesia di Cina bermula dari pertemuan dengan rombongan Tianjin University.
Saat itu, rombongan perguruan tinggi tersebut mengunjungi sejumlah kampus di Indonesia, termasuk Universitas Indonesia (UI) dan Institut Teknologi Bandung (ITB). Boy menerima rombongan tersebut dalam kapasitasnya sebagai Ketua KIKT.
Pertemuan tersebut kemudian berkembang menjadi pembicaraan mengenai peluang kerja sama pendidikan.
“Dari situ ngomong-ngomong, akhirnya mereka menawarkan bagaimana kalau ada kerja sama. Saya bilang oke, bagus,” kata Boy.
Kerja sama itu kemudian diperkuat setelah Boy bertemu Ketua Umum Yayasan Warga Bumiputra Indonesia (YWBPI) Hendropriyono. Keduanya memiliki perhatian yang sama terhadap pengembangan pendidikan.
KIKT selanjutnya menggandeng YWBPI untuk menjalankan program beasiswa. Boy menjelaskan KIKT tidak dapat secara langsung mengelola pemberian beasiswa sehingga diperlukan yayasan sebagai mitra pelaksana.
“Makanya terus kita kerja sama. KIKT kan unfortunately tidak bisa bergerak di bidang pemberian beasiswa, jadi mesti ada yayasan. Nah, yayasan Pak Hendro ini yang menjadi kita kerja sama,” jelasnya.
Hanya Tiga Siswa Lolos Seleksi
Boy mengungkapkan proses seleksi penerima beasiswa dilakukan secara ketat. Dari sekitar 50 pendaftar, panitia menyaring 33 kandidat untuk diajukan kepada Tianjin University.
Dari puluhan kandidat tersebut, hanya tiga siswa yang akhirnya dinyatakan lolos.
“Dari 50 kita saring-saring, ada 33 yang kita ajukan ke Tianjin, yang diterima cuma tiga,” ujarnya.
Ketiga penerima beasiswa tersebut berasal dari dua sekolah menengah unggulan. Dua siswa berasal dari SMA Taruna Nusantara, sedangkan satu lainnya berasal dari SMA Sudirman, Cijantung.
Mereka akan menempuh pendidikan dalam tiga bidang berbeda, yakni farmasi, teknik lingkungan, dan teknik kimia.
Boy mengatakan salah satu tantangan yang harus dihadapi penerima beasiswa adalah kemampuan bahasa. Para siswa akan menjalani program pematangan bahasa Mandarin selama satu tahun sebelum mengikuti pendidikan lebih lanjut.
Selain bahasa Mandarin, kegiatan pembelajaran juga menggunakan bahasa Inggris. Dengan demikian, penerima beasiswa akan menghadapi lingkungan pendidikan dengan penggunaan dua bahasa.
Beasiswa ke Cina Akan Diperluas
Boy menyebut program tersebut baru menjadi langkah awal dalam membuka lebih banyak akses pendidikan bagi pelajar Indonesia ke Cina.
Ia menilai perkembangan pendidikan dan teknologi Cina, khususnya pada bidang STEM, membuat negara tersebut layak dipertimbangkan sebagai salah satu tujuan pendidikan bagi pelajar Indonesia.
“Saya melihat dengan kemajuan teknologi, dengan kemajuan pendidikan yang negara Cina alami, terutama dalam kurun waktu 20 tahun terakhir itu luar biasa, terutama dalam pendidikan STEM,” katanya.
Melalui program tersebut, Boy berharap KIKT bersama YWBPI dapat memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
“Kita cobalah berbuat sesuatu bagaimana kita bisa memberikan kontribusi untuk Indonesia melalui pendidikan,” ujarnya.
Program beasiswa tersebut juga tidak direncanakan berhenti pada tahun ini. KIKT dan YWBPI akan kembali menjajaki pembukaan program serupa pada tahun depan dengan memperluas jaringan kerja sama ke lebih banyak perguruan tinggi di Cina.
“Nanti kita akan tahun depan kita coba lagi. Mungkin kita akan mencari universitas-universitas lain di Tiongkok, bukan saja di Tianjin tapi mungkin nanti Tsinghua, terus CSU, dan lain-lain,” kata Boy.
Di sisi lain, YWBPI juga berencana mengembangkan kerja sama pendidikan dengan perguruan tinggi di Indonesia. Dengan demikian, kolaborasi tersebut tidak hanya diarahkan untuk membuka akses pendidikan di Cina, tetapi juga memperluas peluang pendidikan di dalam negeri.
“Kenapa Tiongkok karena tentunya peran dari KIKT. Tapi kita juga kalau dari Pak Hendro sendiri dari Yayasan Warga Bumiputra Indonesia nanti akan bekerja sama mungkin bukan saja di universitas di Tiongkok tapi mungkin di dalam negeri juga,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
Savia Aulia Rahmawati, sinden cilik asal Ciledug, tampil di Istana saat HUT ke-81 RI dan mendapat respons positif dari Presiden Prabowo.
Pemerintah Nepal meminta Meta dan TikTok mempercepat penghapusan konten AI, rekaman lama, hingga QR donasi palsu terkait bencana banjir dan longsor.
PSIM Jogja mengungkap kisaran harga jersey Adidas musim 2026/2027. Jersey resmi Laskar Mataram dibanderol sekitar Rp700 ribu hingga Rp800 ribu dan dijual melalu
Bilal Hasan menang KO atas Nilson Rojas dalam debut UFC Shanghai. Kemenangan ini membuat rekor The IndoNinja menjadi 10-0 dengan delapan KO/TKO.
14 klub tertua di Liga Inggris yang masih aktif: Nottingham Forest (1865), Aston Villa, Chelsea, hingga Newcastle United. Simak sejarah panjang klub-klub legend
Veda Ega Pratama akan start dari posisi ke-22 pada Moto3 Aragon 2026 setelah gagal lolos Q2. David Almansa merebut pole position.