Rupiah Diprediksi Tertekan, IHSG Diprediksi Bergerak Terbatas Hari Ini

Newswire
Newswire Jum'at, 14 Agustus 2026 08:47 WIB
Rupiah Diprediksi Tertekan, IHSG Diprediksi Bergerak Terbatas Hari Ini

Saham - Foto ilustrasi dibuat oleh AI/StockCake

Harianjogja.com, JAKARTA— Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan melemah pada perdagangan Jumat (14/8/2026). Rupiah diproyeksikan berada di kisaran Rp17.870-Rp17.920 per dolar AS setelah pada perdagangan sebelumnya ditutup di level Rp17.868.

Melansir data RTI Infokom, rupiah terparkir di level Rp17.868 hingga perdagangan Kamis (13/8/2026). Posisi tersebut mencerminkan pelemahan sebesar 0,09%.

Tekanan terhadap rupiah tidak berdiri sendiri. Sejumlah mata uang Asia lainnya juga mengalami pelemahan pada perdagangan sebelumnya.

Baht Thailand turun 0,30%, dolar Singapura melemah 0,05%, won Korea turun 0,44%, sedangkan yuan China terkoreksi 0,03%.

Sebaliknya, dolar Hong Kong menguat 0,01%, yen Jepang naik 0,02%, dan dolar Taiwan menguat 0,19%.

Ketegangan Iran-AS Jadi Sentimen Rupiah

Direktur Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi menerangkan bahwa pelemahan rupiah hari ini salah satunya dipengaruhi ketegangan antara Iran dan AS yang masih berkecamuk.

Selain faktor geopolitik, pasar juga mencermati arah kebijakan suku bunga The Fed. Terdapat potensi bank sentral AS tersebut mempertahankan suku bunga setelah inflasi AS mengalami penurunan belakangan.

Namun, Ibrahim menilai terdapat peluang The Fed menurunkan suku bunga apabila harga minyak dunia mengalami penurunan.

Dari dalam negeri, sentimen positif bagi rupiah datang dari penyedia indeks MSCI Inc. yang mempertahankan Indonesia dalam Emerging Market.

IHSG Diprediksi Bergerak Terbatas

Sementara itu, pasar saham Indonesia juga menghadapi sejumlah sentimen penting. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan melanjutkan pergerakan terbatas karena investor masih mencermati pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto yang akan memaparkan RAPBN 2027.

Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda mengatakan pelaku pasar masih menunggu gambaran arah kebijakan fiskal pemerintah yang akan disampaikan Presiden Prabowo dalam pidato tersebut.

“Kami memproyeksikan IHSG bergerak terbatas dengan support di 6.270–6.300 dan resistance 6.350–6.400,” kata Reza dalam risetnya, Jumat (14/8/2026).

Sebelumnya, IHSG ditutup melemah 1,13% ke level 6.301,77. Penurunan tersebut terutama dipicu aksi profit taking setelah pengumuman hasil review MSCI Agustus 2026.

Tekanan jual juga terlihat dari aksi jual bersih investor asing sebesar Rp1,39 triliun di pasar reguler. Dari sisi teknikal, IHSG masih berada di area support setelah terkoreksi dari level resistance.

Momentum Penguatan IHSG Belum Solid

Reza mengatakan indikator MACD mulai melandai. Kondisi tersebut menunjukkan momentum penguatan IHSG belum solid.

Pergerakan indeks selanjutnya berpotensi cenderung sideways karena investor masih menunggu pidato Presiden Prabowo. Meski demikian, peluang technical rebound tetap terbuka apabila level support mampu dipertahankan.

Rekomendasi Saham Hari Ini

Untuk strategi perdagangan, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan buy untuk PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA), PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN), dan PT Fast Food Indonesia Tbk. (FAST).

Berikut rekomendasi dan target masing-masing saham:

  • PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA): rekomendasi beli pada harga Rp2.130, dengan target Rp2.230–Rp2.340 dan stop loss di bawah Rp2.000 untuk strategi swing trade.
  • PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN): harga Rp1.220 dengan target Rp1.250–Rp1.290 dan stop loss di bawah Rp1.170.
  • PT Fast Food Indonesia Tbk. (FAST): rekomendasi beli pada harga Rp448 dengan target Rp454–Rp464 dan stop loss di bawah Rp436 untuk strategi day trade.

Di sisi lain, Reza merekomendasikan sell untuk PT MD Pictures Tbk. (FILM) pada harga Rp930 dengan target Rp830.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online