584 Pekerja Kena PHK di DIY hingga Mei 2026, Disnakertrans Buka Suara
Disnakertrans DIY mencatat 584 pekerja terdampak PHK hingga akhir Mei 2026. Data disebut masih dinamis dan menjadi dasar pemetaan sektor rentan.
Ilustrasi rupiah. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Bank Indonesia (BI) Perwakilan DIY mencatat peredaran uang pada periode Ramadhan dan Idulfitri (RAFI) 2025 di DIY mencapai Rp4,6 triliun. Hal in turun 21% dibandingkan dengan peredaran uang periode RAFI 2024 sebesar Rp5,8 triliun
Deputi Kepala Perwakilan BI DIY, Hermanto mengatakan untuk realisasi yang ditukarkan oleh masyarakat pada periode RAFI 2025 sebesar Rp43,9 miliar. "Turun 21% dari peredaran uang periode RAFI 2024," ucapnya, Kamis (10/4/2025).
Ia menjelaskan kondisi ini antara lain disebabkan oleh preferensi masyarakat yang semakin banyak menggunakan transaksi non tunai secara digital. Menurutnya hal ini terlihat dari realisasi nominal transaksi QRIS di DIY pada Januari-Februari 2025 mencapai Rp6,79 triliun atau naik 274,9% dari Januari-Februari 2024 sebesar Rp1,81 triliun.
"Nominal transaksi menggunakan uang elektronik juga meningkat, yaitu dari Rp1,58 triliun pada Januari-Februari 2024 naik 10,1% menjadi Rp1,74 triliun pada Januari-Februari 2025."
Menanggapi kondisi ini, Ekonom Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Y. Sri Susilo mengatakan salah satu penyebab turunnya uang beredar adalah daya beli. Di mana menurutnya penurunan daya beli masyarakat sudah terindikasi sejak pertengahan tahun lalu saat terjadi penurunan kelas menengah.
Fenomena ini terus berlanjut kemudian terdeteksi lagi dan diperkuat dengan fenomena menjelang lebaran tahun ini. Mulai dari indikasi jumlah pemudik yang turun 24%, penumpang kereta api turun 7%, angkutan bis turun 20%, dan juga pesawat 8%.
"Menjelang lebaran ini jumlah transaksi melalui kartu kredit dan debit turun, berarti kan konsumsi turun. Kemudian QRIS juga ada kecenderungan turun," ungkapnya.
Menurutnya berbagai penurunan ini menunjukkan aktivitas konsumsi turun, identik dengan penurunan daya beli. Masyarakat juga lebih berhati-hati dalam belanja untuk menambah tabungan mereka.
"Istilahnya menjaga saving untuk jaga-jaga atau precautionary saving. Aku gak mudik, lebih baik uangnya buat yang lain dulu buat jaga-jaga ini terjadi," tuturnya mencontohkan.
BACA JUGA: Ekonomi DIY Berpotensi Kecipratan Dampak Positif Uang
Lebih lanjut dia mengatakan, tinggi rendahnya penurunan uang beredar sifatnya relatif, namun baginya penurunan 21% cukup signifikan. Apabila dikaitkan dengan aktivitas DIY yang lebih dekat dengan pariwisata dan pendidikan, bisa dipastikan aktivitas Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions (MICE) DIY berkurang.
Sri menyebut hal ini disebabkan anggaran pemerintah yang ditekan habis-habisan sehingga event dari pemerintah berkurang. Lalu tingkat hunian turun beserta turunnya.
"Tampaknya trend berlanjut, kondisi Indonesia gak lepas dari kondisi ekonomi global," lanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Disnakertrans DIY mencatat 584 pekerja terdampak PHK hingga akhir Mei 2026. Data disebut masih dinamis dan menjadi dasar pemetaan sektor rentan.
Prabowo mengusulkan Destry Damayanti sebagai calon Gubernur BI dan Aida Budiman sebagai Deputi Senior. DPR segera gelar fit and proper test.
Imigrasi menolak 9.394 paspor sepanjang Januari-Juli 2026 karena terindikasi TPPO dan pekerja migran ilegal.
Dua perkara pelanggaran miras dan minuman oplosan di Bantul diputus dengan total denda Rp16 juta. Barang bukti turut dimusnahkan.
Harga oli Pertamina Lubricants naik rata-rata 17% sejak Juni 2026 akibat kenaikan biaya produksi dan tekanan nilai tukar.
Anak gajah Yuna mati di PLG Saree Aceh diduga terinfeksi EEHV. BKSDA Aceh melakukan deteksi dini terhadap gajah anakan lainnya.