El Nino 2026, BPBD Bantul Siapkan Posko dan Antisipasi
BPBD Bantul siapkan posko El Nino 2026, antisipasi kekeringan, kebakaran, dan dampak kesehatan hingga Oktober.
Ilustrasi pasar modal. /Bisnis Indonesia-Dedi Gunawan
Harianjogja.com, JOGJA—Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengambil kebijakan menaikkan tarif impor ke puluhan negara, termasuk Indonesia sebesar 32%. Seperti apa dampak kebijakan Trump ini ke pasar modal di Indonesia?
Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Yogyakarta, Irfan Noor Riza mengatakan kebijakan resiprokal dari AS mengacu pada kebijakan perdagangan atau investasi yang bersifat timbal balik. Misalnya, jika suatu negara memberlakukan pembatasan terhadap produk, jasa, atau investor AS, maka AS akan memberlakukan hal yang sama terhadap negara tersebut.
BACA JUGA: Gara-gara Tarif Trump, Rp2.847 Triliun Dana Pensiun di AS Hilang
Dampak ke pasar modal Indonesia secara spesifik adalah ke arus investasi asing atau foreign capital inflow. Di mana AS merupakan salah satu investor institusi terbesar di dunia, termasuk di emerging markets seperti Indonesia.
Irfan mengatakan jika AS menerapkan kebijakan resiprokal terhadap Indonesia, maka investor institusi dari AS kemungkinan bisa menarik dana dari pasar modal Indonesia, baik dari saham maupun obligasi.
"Hal ini bisa menyebabkan net sell oleh investor asing, sehingga akan menekan IHSG dan melemahkan nilai tukar rupiah," ucapnya, Sabtu (12/4/2025).
Menurutnya kebijakan ini juga bisa berdampak ke sektor yang berkaitan dengan ekspor dan impor dengan AS. Seperti tekstil dan garmen, produk sawit olahan, otomotif dan komponen, serta teknologi dan digital. Semua bisa terdampak langsung jika ada hambatan dagang, tarif tambahan, atau pembatasan akses ke pasar AS.
Ia mengatakan emiten-emiten di sektor ini berpotensi mengalami penurunan kinerja, yang tercermin dari: Penurunan harga saham, revisi target kinerja atau laba dan penurunan minat investor.
Kebijakan resiprokal AS kerap menjadi bagian dari dinamika geopolitik dan perdagangan global. Ketika AS memperketat hubungan dengan mitra dagang, termasuk Indonesia dimungkinkan bisa muncul sentimen negatif global terhadap emerging markets.
BACA JUGA: Tarif Trump Ditunda, Ini Langkah Pemerintah RI
Kemudian volatilitas pasar meningkat, investor menjadi lebih risk-averse, safe haven asset seperti dolar dan emas naik. Sedangkan aset lain seperti saham di negara berkembang bisa tertekan. Kemudian IHSG bisa melemah karena tekanan jual dari investor asing. Yield obligasi pemerintah bisa naik, karena investor asing keluar dari pasar obligasi RI, sehingga harga obligasi turun dan yield naik.
"Dan hal ini dapat berimbas ke biaya pinjaman pemerintah dan swasta, memperlambat aktivitas ekonomi jangka pendek," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Bantul siapkan posko El Nino 2026, antisipasi kekeringan, kebakaran, dan dampak kesehatan hingga Oktober.
Jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 dan perjalanan sejak pagi.
Barcelona gagal mencapai 100 poin usai kalah dari Deportivo Alaves. Hansi Flick tetap puas dengan performa pemain muda Blaugrana.
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Polres Kudus mengamankan lima pemuda yang membawa senjata tajam saat menggeruduk kompleks perumahan di Kecamatan Bae.
KAI Commuter menambah 4 perjalanan KRL Jogja-Palur selama libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 14–17 Mei 2026.