BPO DIY Resmikan Sekretariat Bersama Kepemudaan
Balai Pemuda dan Olahraga (BPO) DIY meresmikan Sekretariat Bersama Kepemudaan di Kompleks Kantor BPO DIY, pada Jumat (26/6/2026)
President Director Easycash, Nucky Poedjiardjo (tengah) saat berkunjung ke Griya Harian Jogja, Jetis, Kota Jogja, Rabu (28/5/2025). -- Harian Jogja/Sirojul Khafid
JOGJA—Credit scoring atau penilaian buruk riwayat kredit keuangan pada Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK), yang buruk bisa berpengaruh pada jalan mahasiswa ke depannya, seperti mencari kerja hingga menyicil rumah. Hal tersebut disampaikan oleh President Director Easycash, Nucky Poedjiardjo.
Ia mengatakan positif negatifnya credit scoring salah satunya terpengaruh oleh rekam jejak peminjaman. Sebelum meminjam, lanjutnya, mahasiswa perlu memisahkan antara kebutuhan dan keinginan.
Apabila mahasiswa meminjam uang karena kebutuhan, maka dia akan mengakses sesuai batasan. Namun saat mahasiswa meminjam uang karena keinginan, lanjut Nucky, maka mahasiswa akan mengakses uang dalam jumlah yang tidak terbatas. Hal ini lantaran keinginan bentuknya bisa tidak terbatas.
"Kami juga advokasi kalau bisa meminjam uang lewat bank, lebih kecil bunganya, atau dari pusat pembiayaan. Cuma memang lebih panjang dan lama prosesnya," kata Nukcy, Rabu (28/5/2025).
"Di bank bunganya lebih murah karena minta agunan, di kami (pinjaman daring) enggak ada agunan, makanya bunganya lebih tinggi."
Terlepas mahasiswa meminjam uang dari bank atau pinjaman daring, perlu melihat kemampuan untuk mengembalikannya. Nucky mengatakan saat pengembalian pinjaman tidak lancar, maka akan mengakibatkan credit scoring orang tersebut akan negatif. Saat nantinya mahasiswa itu lulus dan melamar kerja, tidak jarang perusahaan akan mengecek credit scoring seseorang.
BACA JUGA: Resep Ayam Goreng Halal ala Chef Devina Hermawan, Sayap Campur Oseng Bawang
Positif negatifnya credit scoring berpengaruh pada diterima atau tidaknya calon pelamar kerja. "Perilaku keuangan bisa memberikan gambaran orang ini hidupnya teratur atau tidak," katanya. "Credit scoring yang negatif juga menjadi kendala saat hendak meminjam uang hingga kredit rumah."
Dari semua pertimbangan tersebut, maka Nucky mengatakan pentingnya credit scoring, termasuk bagi mahasiswa yang sedang membangun masa depannya. Saat sudah terjerat oleh credit scoring yang negatif dan tidak bisa mengakses pinjaman, lanjut Nucky, maka mahasiswa tersebut berpotensi meminjam uang dari pinjaman daring ilegal. Alhasil, akan ada rantai pinjaman yang membuat seseorang semakin susah mengembalikan.
"Untuk membereskan itu semua enggak gampang, misal harus lunasin atau kompensasi, waktu mengurusnya bisa bulanan atau tahunan. Bahkan di China, credit scoring yang jelek, mereka beli tiket bus aja enggak bisa," katanya. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Balai Pemuda dan Olahraga (BPO) DIY meresmikan Sekretariat Bersama Kepemudaan di Kompleks Kantor BPO DIY, pada Jumat (26/6/2026)
Investigasi mengungkap dugaan hacker Rusia berada di balik peretasan Jaguar Land Rover yang menyebabkan kerugian ekonomi hingga miliaran dolar.
Prabowo Subianto mengungkap pertanyaannya kepada profesor tentang gandum, sawit, dan industri mobil Indonesia dalam Sarasehan Kebangsaan.
Eks pekerja RSU Griya Mahardhika Jogja menuntut pembayaran gaji empat bulan dalam aksi damai di Bantul. Mediasi ketiga dijadwalkan 1 Juli 2026.
Pajak nol persen impor suku cadang pesawat memasuki tahap harmonisasi. Kemenhub berharap kebijakan segera berlaku untuk menekan biaya maskapai.
Pasutri asal Candimulyo meraih dua penghargaan pada Bupati Award 2026 Kabupaten Magelang berkat inovasi gula semut dan pertanian modern.