Jelang Iduladha 1447 H, Stok Kurban di DIY Melimpah, Harga Terkendali
Pemda DIY pastikan stok hewan kurban aman jelang Iduladha 1447 H, harga terkendali dan inflasi tetap stabil.
Aktivitas kunjungan wisata di Pantai Ngandong, Sidoharjo, Tepus, Gunungkidul. Foto diambil 28 Juli 2024. Harian Jogja/David Kurniawan\r\n\r\n
Harianjogja.com, JOGJA— Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) DIY menyebut kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) ke DIY periode April hingga Juni 2025 turun sekitar 20% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Khususnya untuk Wisman dari Eropa.
Humas Asita DIY, Iwan Sulistyanto mengatakan penyebab turunnya kunjungan Wisman yakni kondisi ekonomi global yang tidak menentu serta ancaman resesi di berbagai negara. Sehingga berdampak pada penurunan daya beli.
BACA JUGA: Harga Tiket Masuk Gembira Loka Selama Liburan Sekolah 2025 dan Jam Bukanya
Sebab lainnya, Indonesia mengalami persaingan pariwisata yang cukup alot dengan negara tetangga seperti Thailand dan Vietnam. Negara-negara tersebut menawarkan tiket pesawat yang lebih murah dan kemudahan akses.
"Berdasarkan data dari teman-teman anggota Asita DIY kunjungan Wisman mengalami penurunan sekitar 20%," ucapnya, Kamis (5/6/2025).
Iwan mengatakan terkait persaingan pariwisata ini, perlu menjadi catatan dan ditindaklanjuti oleh stakeholder multisektoral. Berkolaborasi menjadikan DIY dan Indonesia sebagai tujuan pariwisata yang berdaya saing.
Menurutnya puncak kunjungan Wisman diprediksi akan terjadi pada periode Juli - Agustus 2025. Mayoritas kunjungan Wisman berasal dari Malaysia, Belgia, Belanda, Perancis, Italia, dan Spanyol.
Sementara terkait destinasi yang paling banyak dikunjungi tergantung dari asal negaranya. Misalnya Malaysia tujuan favoritnya adalah Borobudur, Prambanan, Pasar Beringharjo, hingga Lava Tour Merapi.
"Eropa Borobudur, Prambanan, Sunrise Setumbu, Trekking Merbabu, kombinasi dengan Solo," jelasnya.
Data terakhir dari Badan Pusat Statistik (BPS) DIY kunjungan Wisman pada April 2025 mencapai 7.135 kunjungan. Secara bulanan atau (month-to-month/mtm) naik 124,02% dari bulan sebelumnya 3.185 kunjungan. Akan tetapi secara tahunan atau (year-on-year/yoy) turun 18,83% di mana pada April tahun lalu mencapai 8.790 kunjungan.
Kepala BPS DIY, Herum Fajarwati mengatakan kunjungan Wisman secara kumulatif Januari - April 2025 mencapai 23.124 kunjungan, lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu 31.740 kunjungan.
"Berarti secara yoy dari periode Januari - April 2025 dibandingkan Januari -April 2024 mengalami penurunan 27,15%," ungkapnya.
Ia mengatakan kunjungan Wisman ke DIY pada April 2025 dilihat berdasarkan kebangsaan paling tinggi dari Malaysia dengan andil 32,01%. Disusul Singapura dengan andil 10,26% dan ketiga adalah Tiongkok andilnya 5,91%.
"Kemudian menurut kawasan yang tertinggi adalah dari kawasan Asean 57,34% yang kedua adalah dari Eropa 21,12%, dan ketiga adalah Asia selain Asean 14%."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY pastikan stok hewan kurban aman jelang Iduladha 1447 H, harga terkendali dan inflasi tetap stabil.
Sebanyak 104 warga Distrik Manggelum mengungsi ke Tanah Merah setelah gangguan keamanan dan dugaan aksi KKB di Boven Digoel.
Jadwal KRL Jogja–Solo Senin 8 Juni 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Tersedia 14 perjalanan dengan tarif Rp8.000.
Kebocoran pipa gas Pertamina EP di Babelan, Bekasi, berhasil ditangani kurang dari 90 menit. Aliran gas dihentikan untuk cegah risiko lanjutan.
Jadwal KRL Solo–Jogja Senin 8 Juni 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Yogyakarta. Cek jam keberangkatan dan tarif terbaru Rp8.000.
Kemdiktisaintek dan IRD Prancis memperkuat kolaborasi riset melalui skema pendanaan bersama untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.