DPRD Jateng Soroti 19 Titik Pengeboran Geotermal, ESDM Diminta Temui Warga
DPRD Jateng menerima informasi 19 titik pengeboran geotermal dan meminta ESDM serta PLN menemui warga di sekitar Gunung Ungaran.
Dirjen Tanaman Pangan Kementan Yudi Sastro saat menghadiri panen jagung di wilayah Pedukuhan Klaras, Canden, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sabtu (14/6/2025). Antara/Hery Sidik
Harianjogja.com, BANTUL—Indonesia dipastikan tidak akan impor jagung untuk pakan ternak tahun ini. Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan kebutuhan komoditas ini diupayakan bisa dipenuhi dari produksi dalam negeri.
"Rata-rata jagung yang kami tanami di Indonesia itu jagung pakan, dan insya Allah jagung pakan memang kita butuh banyak dan kita sudah pastikan tahun ini tidak impor," kata Dirjen Tanaman Pangan Kementan Yudi Sastro, usai gerakan panen jagung, di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sabtu (14/6/2025).
Kepastian tidak melakukan impor jagung pakan tersebut juga didukung dengan program Sinergi Polri bersama Kementan dan pemerintah dalam mencapai satu juta hektare tanaman jagung, salah satunya di wilayah Klaras, Canden, Bantul yang dipanen kali ini.
Dirjen Yudi mengatakan, stok jagung pakan secara nasional aman, meski pihaknya tidak ingat berapa pastinya jumlah stok jagung, tetapi telah terjadi peningkatan produksi hingga dua kali lipat seperti halnya produksi padi.
"Bahkan kemarin sudah mulai ekspor kerja sama dengan Polri juga, yang di Kalimantan Barat, kita ekspor juga lewat Surabaya dan lewat NTB (Nusa Tenggara Barat), dan Gorontalo satu lagi," katanya pula.
Dia mengatakan, untuk kebutuhan pakan ternak dari komoditas jagung tersebut setiap tahun sekitar di angka 15 juta ton, kemudian target pemerintah pada tahun ini antara 16 juta sampai 17 juta ton jagung.
BACA JUGA: Tol Jogja-Solo: Ada Penambahan Bidang Tanah, Ini Jadwal Terbaru Pembebasan Lahan
"Sehingga kita pastikan tidak perlu melakukan importasi untuk jagung pakan. Yang masih ada importasi itu adalah jagung pangan, tetapi jagung pangan itu hilirisasinya juga kita ekspor kembali, jadi nilai tambah yang kita dapatkan juga lebih tinggi," katanya.
Dengan demikian, kata dia lagi, program dalam mewujudkan swasembada pangan nasional salah satunya melalui penanaman jagung satu juta hektare ini ke depan akan diperluas, dengan melibatkan berbagai lembaga dan kementerian terkait.
"Tentu saja, karena swasembada itu bukan hanya tanggung jawab satu kementerian, tetapi semua, sekarang TNI dengan padi, Polri dengan jagung, kemudian pemda dengan semuanya, jadi dengan kita bersama-sama, satu visi satu langkah insyaallah kita bisa," katanya pula.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
DPRD Jateng menerima informasi 19 titik pengeboran geotermal dan meminta ESDM serta PLN menemui warga di sekitar Gunung Ungaran.
Jadwal KA Bandara YIA Senin 28 September 2026 tersedia 24 perjalanan dari YIA ke Stasiun Tugu dan sebaliknya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 28 September 2026 lengkap 15 perjalanan dan tarif Rp8.000, dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur.
Cek jadwal KRL Solo-Jogja Senin 28 September 2026 dari Palur ke Jogja/Tugu, lengkap dengan waktu di setiap stasiun.
Sergey Lavrov menyerukan pembentukan Negara Palestina berdasarkan kerangka internasional dan resolusi PBB di Sidang Umum PBB.
John Herdman meminta pemain Timnas Indonesia menjaga “rumah” saat menghadapi Malaysia pada laga Grup A FIFA ASEAN Cup.